
Marthinus tampak melompat dari satu pohon ke pohon lain di dalam dunia peri yang ia masuki lewat gerbang peri yang ada di pohon Sakura dekat tempat Ali tinggal terpisah dari bangunan utama rumah keluarga.
Terlihat di kejauhan bukit di mana puri tempat mengurung Ibunda Lori, dan ke sana lah tentu saja tujuan Marthinus.
Laki-laki bertubuh tinggi besar yang tentu saja bukan manusia biasa itu melesat cepat. Kecepatannya bahkan jauh di atas para peri maupun hantu.
Marthinus yang membawa amanah untuk ia sampaikan pada Lori terlihat berhenti sejenak, ia berdiri di atas pohon besar yang ada di ujung hutan.
Pandangan matanya tajam ke arah puri di atas bukit yang kini sudah semakin dekat.
Tak ingin membuang lebih banyak waktunya, Marthinus pun segera melompat lalu melesat dengan cepat.
Hingga akhirnya Marthinus sudah sedikit lagi sampai di gerbang puri tersebut, tiba-tiba sebuah energi yang sangat dahsyat menghantam Marthinus.
Marthinus yang dalam posisi tak siap akan mendapat serangan tentu saja langsung terhempas ke belakang.
Namun tentu saja, bukan Marthinus jika ia tak langsung kembali bangkit dan langsung mengeluarkan tongkat dengan ujung bermata peraknya.
Marthinus dengan cepat melompat dengan tongkatnya, mencoba menembus sebuah energi asing yang kini menyelimuti puri tersebut.
Ya energi yang harusnya telah dihancurkan Zizi itu kimi kembali lagi meliputi bangunan puri di mana Ibunda Lori di kurung.
Marthinus dengan kekuatannya berusaha menembus energi asing itu lagi, tapi ia kembali terhempas.
Tak menyerah, Marthinus pun mencoba lagi, namun tetap saja ia gagal lagi.
Hingga akhirnya, setelah puluhan kali mencoba namun tak juga berhasil, Marthinus pun sejenak terdiam menatap pagar yang tak bisa terlihat itu.
Pagar yang lebih mirip seperti sebuah kutukan itu pasti ada kelemahannya. Batin Marthinus.
__ADS_1
Laki-laki tinggi besar itupun melompat lagi ke arah depan pagar gaib.
Dicobanya oleh Marthinus tongkat bermata peraknya untuk mengoyak energi yang menyelimuti puri tempat Ibu Lori terkurung.
Tapi ... NIHIL.
Tidak mungkin menyerah hanya sampai di titik ini bukan?
Jelas ini tidak pantas.
Bagaimanapun amanah harus disampaikan, bagaimanapun caranya.
Marthinus lantas mengambil Aquamarine yang ia simpan di dalam kantung cloak yang ia pakai.
Batu yang berpendar biru kehijauan itu tampak berkilauan, entah apa yang istimewa dari batu itu sebetulnya hingga harus dicari Lori hingga ke dunia manusia.
Marthinus lantas akan memasukkan batu Aquamarine kembali, ketika tiba-tiba saja batu Aquamarine itu mengeluarkan energi yang sangat besar.
Hingga kemudian, cahaya pada batu yang menjadi sangat terang itupun seperti mengeluarkan energi yang sangat kuat.
Energi yang serupa gelombang air yang besar dan tinggi bagai tsunami itu seolah menghajar kekuatan asing yang memagari puri tersebut.
Cepat, Marthinus tampak langsung melompat masuk ke area puri tersebut, melewati pagar tak terlihat namun sangat kuat yang kini berhasil dihancurkan tanpa sengaja oleh Marthinus melalui Aquamarine.
Sesaat Marthinus menatap ke arah belakangnya.
Pagar itu sungguh telah mampu dihancurkan. Entah siapa sebetulnya yang membuatnya di sana, tapi yang jelas, pasti dia bukan orang sembarangan.
Marthinus kini kembali mengalihkan pandangan mata tajamnya ke arah depannya.
__ADS_1
Di mana kini bangunan itu tampak kosong dan sepi.
Di mana Lori dan Tuan Muda Ali? Batin Marthinus bertanya-tanya.
Apa terjadi sesuatu pada mereka?
Ke mana mereka semua?
Marthinus tampak langsung masuk ke dalam puri dan berusaha menemukan Lori dan Ali.
Sial, ke mana dia bocah itu!"
Kesal Marthinus.
"Hantu barbie itu juga sekarang tidak ada, kemana juga dia? Biasanya dia ratu informasi tentang apapun."
Gumam Martinus lagi sambil tetap mencoba mencari di mana Ali dan Lori.
"Tolooong... Ku mohon, tolong aku sekarang."
Suara perempuan kini mulai terdengar.
"Lori... Lori... Datanglah sayang, bantu Ibu keluar dari sini, mana Ayahmu? Suruh dia memecahkan semua kutukan Merry..."
Dan terdengar rintihan Ibunya Lori, yang kemudian membuat Marthinus langsung cepat bergerak menuju ke tempatnya.
Namun belum lagi Marthinus sampai, tiba-tiba dari ujung anak tangga, muncul begitu saja seorang laki-laki dengan topi kerucut dan bola api yang lantas di lemparkan pada Marthinus,
Marthinus pun cepat menghindar, melompat ke atas atap puri.
__ADS_1
Lalu....
**--------------**