
Di sekitar danau kematian, Merry tampak berhasil mengalahkan setengah dari peri penjaga istana Oracle.
Banyak peri tumbang, dan sebagian yang selamat terluka parah.
Nyatanya kesaktian Merry tentu di atas para peri penjaga istana Oracle.
Mereka semua bukanlah tandingan Merry.
Bahkan mungkin Oracle saja tak sanggup jika harus berhadapan dengan Merry.
Para peri penjaga istana Oracle melarikan diri pulang ke istana, Merry yang melihat mereka semua melarikan diri tentu saja jadi tertawa terbahak-bahak.
Merry lantas terbang ke tempat di mana para penyihir tua tinggal.
Sebuah perkampungan yang berada di balik bukit yang terisolir sejak dulu Raja ayahanda Raymond dan Noel berkuasa.
Para penyihir tua yang dianggap sangat berbahaya itu, memang diasingkan di tempat itu oleh baginda raja, dan kemudian memagari seluruh wilayahnya dengan kekuatan sang raja agar tak mampu disusupi dan dimasuki para penyihir jahat tersebut.
"Merry datang, ehehehehe..."
Para penyihir tua yang tertawanya mirip Nenek lampir itu terlihat menyambut Merry, tampak mereka telah siap dengan sapu di tangan.
Berbeda dengan nenek-nenek manusia di kampung yang saat memegang sapu mereka akan menyapu halaman, ini para penyihir tua menggunakan sapu untuk terbang.
Merry mendekati mereka,
"Kau gagal memberikan tumbal untuk Dewi kematian di bulan purnama tahun ini?"
Tanya ketua geng penyihir tua.
"Kita masih ada waktu satu hari,"
Kata Merry tak mau dianggap gagal.
"Di mana tumbalmu? Sudah sekian tahun kita menunggu purnama ini tiba, tumbal yang sempurna, untuk membuat kekuatan sihir kita bisa berada di puncak dengan cepat."
Kata salah satu penyihir itu.
"Dia dibawa para peri penjaga istana Oracle, ia pasti masih ada di sana."
Sahut Merry.
Lantas salah satu penyihir lain tampak mengayunkan tongkatnya ke awang-awang, di mana kemudian tiba-tiba terlihat seperti ada kabut putih yang di sana seperti terlihat para Dark Joe yang merupakan peliharaan para penyihir tua itu bertumbangan.
"Siapa yang mengalahkan mereka?"
__ADS_1
Tanya para penyihir lain, tampak Merry ikut melihat pemandangan menyedihkan di mana para Dark Joe yang satu persatu menghilang.
"Manusia... Seorang manusia, sudah jelas tak akan ada yang bisa melakukan kekacauan separah ini jika bukan manusia yang memiliki kekuatan super."
"Manusia?"
Merry yang merasa pernah mengenal manusia luar biasa mengerikan bernama Zizi jadi penasaran.
"Apa dia perempuan?"
Tanya Merry pula.
"Tidak, dari bayangan yang aku dapat, ia sepertinya adalah seorang pemuda."
"Pemuda?"
Gumam Merry yang lantas entah kenapa ia merasa tak enak hati,
Tidak!
Tidak mungkin!
Jangan katakan bahwa rencanaku mengirimkan Lori masuk ke dunia manusia adalah justeru bertemu dengan pemuda yang dulu bersama Zizi.
Tidak!
"Ah tunggu."
Tiba-tiba penyihir tua bersuara, yang mendapat gambaran para peliharaan mereka mati,
"Apa? Suaramu seperti kodok batuk, aku sampai nyaris tersedak."
Kesal salah satu penyihir tua lainnya.
"Aku melihat Lari."
Kata si penyihir itu.
"Siapa? Siapa yang lari?"
Tanya penyihir lainnya,
"Lori kaliii."
Kata ketua geng penyihir tua.
__ADS_1
"Ah iya betul, itu Lori, cucu angkatmu kan Merr?"
Penyihir yang dapat gambaran itu menatap Merry yang tiba-tiba wajahnya panik,
"Kenapa mukamu tambah jelek begitu?"
Tanya Ketua geng penyihir pada Merry.
"Benarkah kau melihat Lori bersama pemuda itu?"
Merry tampak begitu serius menatap tajam penyihir yang tadi mengatakan melihat Lori.
"Ya, dia bersama pemuda itu,"
Mendengar jawaban salah satu anggotanya, ketua geng penyihir tua itupun beralih menatap Merry dengan murka.
"Kau... Apa kau sengaja mengirim Lori ke sana untuk ini?"
Tanya si ketua geng penyihir.
"Hey, tidak ada yang seperti itu!"
Kesal Merry.
"Lalu, kenapa ini semua terjadi? Kau mau kami percaya ini kebetulan semata?!"
Tanya ketua geng penyihir.
Merry kini menatap semua mata penyihir tua yang jadi seperti marah padanya.
"Ka... Kalian, sadarlah! Bagaimana mungkin aku melakukan itu? Aku berada di pihak kalian, sama kalian berkata akan selalu dipihakku. Bukankah kita semua sudah sepakat? Kita akan melakukan semuanya bersama. Kita akan menghancurkan istana Oracle, lalu menjadikan semua wilayah ini menjadi milik kalian, sementara aku, setelah dendamku terbalas semua, aku akan tetap berada di hutan bunga."
Kata Merry.
"Siapa yang bisa menjamin jika kau memang jujur Merry? Bisa saja kau sebetulnya hanya ingin memanfaatkan kami. Membantai Dark Joe di dunia manusia adalah cara licik mu agar kekuatan kami di sini berkurang."
Kata ketua geng penyihir.
Tuduhannya yang tajam membuat Merry pun seketika seolah terdesak.
"Ya ketua benar, tak ada yang bisa menjamin jika kau..."
Dan tiba-tiba saja, di langit dunia peri terdengar suara gemuruh, memaksa kalimat salah satu penyihir terhenti dan mereka pun menatap langit yang tiba-tiba saja gelap.
"A... pa ini."
__ADS_1
Lalu...
**-----------**