Magic In Love

Magic In Love
57. Menyelamatkan Belle


__ADS_3

"Oracleeee... Oracleee... Ratu Oracle..."


Para peri penjaga akhirnya menemukan Oracle, yang kini tengah bersama Raymond dan keluarganya.


Oracle yang begitu melihat para peri penjaga langsung teringat akan nasib istana dan Belle...


"Ah, Belle... Ya Belle, aku menyembunyikannya di dalam lukisan istana, saat ini istana diserang para penyihir tua dan juga sekelompok Dark Joe, pemburu jiwa murni."


Kata Oracle pada Raymond dan yang lain.


"Belle?"


Lori langsung mendekati Oracle, begitu juga Unicorn milik Belle, ia sebagai binatang yang sejak kecil bersama Belle langsung juga menghampiri Oracle dan Lori.


"Ayo kita jemput Belle, ayo Lori."


Kata Vines, unicorn milik Belle.


Lori lantas mengangguk mengiyakan, tanpa banyak tanya dan bicara apapun lagi, ia langsung naik ke punggung Vines,


"Aku akan selamatkan Belle."


Ujar Lori begitu naik ke punggung Vines.


"Aku ikut Lori."


Ali melompat naik ke punggung Vines juga, dan seketika Vines membawa Lori dan Ali terbang.


Marthinus dan Aunty Maria setelah membungkuk pada Raymond dan Ibunya Loro serta pada Oracle, juga terbang menyusul Lori.


"Kita harus selamatkan Belle dan juga istana keluargamu, setelah itu aku akan minta pada Raja Neptunus membebaskan Noel."


Ujar Ibunya Lori.


Oracle yang mendengar ucapan Ibunya Lori tentu saja langsung terharu,


"Be.. benarkah? Benarkah kau akan melakukannya?"


Tanya Oracle.


Ibunya Lori tersenyum lalu mengangguk,


"Aku pasti akan melakukannya, Noel adalah adik suamiku,"


Ujar Ibunya Lori.

__ADS_1


Oracle pun langsung memeluk Ibunya Lori, ia sungguh tak lagi bisa berkata apa-apa saking bahagianya.


Meskipun pangeran Noel belum jelas ada di hadapannya saat ini, tapi Oracle sudah cukup lega mendengar Ibunya Lori akan menghadap Raja Neptunus untuk memohonkan pembebasan Pangeran Noel.


"Baiklah, ayo kita selesaikan semuanya sekarang, agar kita bisa segera menjemput Noel pulang."


Kata Raymond akhirnya.


Oracle dan Ibunya Lori mengangguk, mereka lantas bersama-sama terbang mengikuti Raymond yang kini menuju istananya.


Ya...


Istana yang telah sekian lama ditinggalkan Raymond karena enggan terjebak dalam kehidupan yang monoton.


Raymond memilih hidup bebas bersama anak dan isterinya Jauh dari kata mewah.


Raymond, mencoba menikmati hidupnya sebagaimana peri biasa, mengurus hutan bunga dan juga memanen madu.


Sudah menjadi niatan Raymond sebetulnya, jika ia tak ingin membuka jati dirinya yang seorang pangeran putra mahkota.


Raymond menyembunyikan identitas dirinya karena ingin hidup lebih tenang, bahkan seumur hidupnya, ia sebetulnya tak ingin membuka kenyataan tentang statusnya,


Tapi...


Siapa yang menyangka ternyata Peri Merry berhasil menemukan persembunyiannya, dan membuat kehidupannya yang damai jadi porak poranda.


Bahkan tampaknya bukan hanya pada Raymond, namun juga pada semua yang pernah menjadi bagian dari istana.


Ya...


Dendam...


Dendam Peri Merry itu nyatanya memang telah begitu mengakar di dalam hati, dan itu terlihat dari bagaimana sikap Merry saat ini,


Prak!


Peri Merry mematahkan figura lukisan kupu-kupu di istana penguasa para peri bunga, di mana di dalam lukisan itu jelas Peri Merry bisa merasakan keberadaan Belle.


Belle, anak nakal itu, yang telah sekian tahun diurus oleh Merry juga, yang tentu saja Merry sudah sangat hafal dengan energi milik Belle dan Lori, kini akhirnya Merry mengamuk lantaran tidak bisa menangkap Belle di dalam lukisan.


Ya...


Peri Merry tahu jika ada yang melindungi lukisan itu dengan kekuatan yang tak bisa ditembus oleh Merry untuk mendapatkan Belle.


Peri Merry semakin marah, ketika Belle akhirnya meledeknya dengan melompat-lompat bersama kupu-kupu di dalam lukisan.

__ADS_1


Krak!!


Merry kembali mematahkan figuran lukisan tempat Belle disembunyikan, Peri Merry juga menyiapkan energi panas untuk membakar lukisan itu agar semuanya bisa musnah sekalian,


Peri Merry mengangkat tongkatnya, ia bersiap merapal seperti mantra aneh.


Peri Merry mengacungkan tongkatnya ke arah lukisan, bersiap membakarnya, namun...


Syuuung...


Tiba-tiba sebuah batu seolah dilempar seseorang dari luar sana, batu sebesar kepalan tangan orang dewasa itu mengarah ke arah kepala Merry.


Tampak nenek tua itupun terkejut, Merry yang wajahnya sangat menyeramkan dengan kedua mata cekung dan hidung runcing seperti kuku kuntilanak itu tampak langsung menoleh ke arah jendela istana yang kini terlihat sesuatu melesat mendekat.


Dan...


Belum juga Merry menyadari apa yang mendekat, tiba-tiba seseorang melompat turun dan menghajar Merry.


Peri Merry terhuyung ke belakang, punggungnya menabrak dinding ruangan, dan kini terlihat seorang pemuda tampan berdiri di depannya yang bersiap menghajar lagi.


Unicorn milik Belle yang kini mendarat dengan sempurna merasakan keberadaan Belle di dalam lukisan kupu-kupu langsung memberitahu Lori,


"Di dalam lukisan Lori,"


Ujar Vines sang unicorn kesayangan Belle tersebut, memberitahukan posisi Belle yang kini bersembunyi di dalam lukisan.


Ya...


Vines sangat yakin Belle ada di sana, ia berusaha meyakinkan Lori untuk cepat melakukan sesuatu.


Lori pun akhirnya mengangguk, lalu cepat melompat ke arah lukisan yang terlihat banyak kupu-kupu.


Lori segera mendekatkan tangannya yang di mana di sana juga terdapat Aquamarine stone.


"Belle... mundurlaaaaah..."


Kata Lori pada Belle di dalam lukisan,


Tampak di dalam sana Belle begitu melihat Lori berlari mendekat hingga tampak akan melongok tapi tak bisa.


"Mundur Belleee..."


Kata Lori lagi, gemas.


Belle akhirnya menurut, ia mundur ke belakang, berlari-lari cepat, hingga kemudian setelah cukup jauh barulah Lori tangannya mengeluarkan Aquamarine stone yang kini telah utuh kembali.

__ADS_1


Dan...


**-------------**


__ADS_2