
"Biarkan aku membunuhnya Ali."
Pekik Lori karena Ali kini tiba-tiba berdiri menghalangi Lori yang akan menyerang Merry.
"Tidak Lori, biarkan dia bertemu Ayahmu dulu, kita tangkap saja dia hidup-hidup."
Ujar Ali.
"Aku harus membunuhnya, dia bisa mencelakai Ayah dan Ibuku lagi, dia juga akan mencelakai Belle!"
Lori yang tak peduli lagi dengan larangan Ali tampak melesat dengan cepat ke arah Merry yang tengah dalam kondisi tak berdaya.
Lori mengayunkan tongkat milik Merry sendiri, dan menghantamkannya ke arah Merry hingga Merry seketika mengerang kesakitan.
Teriakan Merry yang begitu keras membuat Lori justeru makin menggila, ia kembali menghantam Merry berkali-kali dengan tongkat milik Merry sendiri.
"Lori..."
Ali menarik tangan Lori lagi,
"Sudahlah, Ayahmu sudah datang."
Ujar Ali yang telah merasakan kedatangan Paman Marthinus di luar sana, dan juga beberapa energi lainnya yang jelas itu adalah milik Raymond dan isterinya, Oracle dan juga Aunty Maria.
Lori yang tampaknya jadi begitu membenci Merry masih ingin menyiksa nenek tua jahat itu, tapi Ali kembali menarik tangan Lori.
"Sudah kubilang, biarkan ia nanti bertemu Ayahmu, dia sudah tak akan bisa melakukan apapun lagi Lori."
Kata Ali.
__ADS_1
Lori yang matanya tanpa sengaja melihat kedua mata Ali yang menatapnya dengan tatapan lembut tiba-tiba tangannya menjadi melemah.
Ada yang lantas luruh di dalam diri Lori, ditatapnya tangannya yang digenggam oleh Ali.
"Ali."
Panggil Lori,
Ali yang mendengar suara Lori seperti telah kembali menjadi Lori seutuhnya membuat Ali seketika menjadi lega.
"Ah syukurlah kau kembali."
Kata Ali seraya mengeratkan genggaman tangannya pada Lori.
"Memangnya apa yang terjadi?'
Tanya Lori bingung.
"Ah Me... Merry..."
Lori tergagap,
Ia tahu jika peri Merry adalah yang membuat keluarganya tercerai berai, tapi melihatnya sekarat tak berdaya benar-benar membuat Lori tak tega.
"Kau akan membunuhnya, aku pikir jika toh ia harus dibunuh, Ayahmu lah yang berhak melakukan Lori."
Ujar Ali.
Lori menganggukkan kepalanya karena setuju.
__ADS_1
Sementara itu di luar sana, rombongan Raymond, Ayah Lori langsung menghadapi para penyihir tua yang telah berhasil membantai banyak sekali peri penjaga.
Raymond lantas dengan kekuatannya langsung menghadapi para penyihir tua.
Belle, bocah laki-laki yang tak lain adalah anak Raymond juga meluncur menggunakan Unicorn ke tengah halaman dan mulai mengamuk lagi menghadapi para anak penyihir tua yang kini juga ikut berdatangan.
Perang besar pun tak bisa dihindari, semuanya saling berhadapan dengan para penyihir tua, tak terkecuali Aunty Maria.
"Dasar hantu, ikut-ikutan saja urusan dunia peri, aku sihir kamu nanti!!"
Ancam penyihir tua yang kini berhadapan dengan Aunty Maria.
Tampak hantu none Belanda itu tertawa, namun tepat saat Aunty tertawa, si Belle melempar bola-bola api dan ada yang nyasar melewati Aunty Maria yang sedang tertawa dan jadi keselek.
Penyihir tua yang ada di depan Aunty Maria juga karena kaget sampe oleng dari atas sapu terbangnya,
"Eh eh jatuh jatuh..."
Penyihir tua itu latah,
Aunty Maria yang melihat penyihir tua itu oleng langsung saja melesat ke arahnya dan kemudian menendangnya hingga jatuh dari sapu terbang.
Aunty Maria mengambil alih sapu terbang si penyihir, sambil menatap penyihir yang ditendangnya jatuh ke bawah.
Aunty Maria geleng-geleng kepala melihat penyihir tua jatuh ke bawah dengan gaya macam laba-laba salto.
"Gayanya mau nyihir aku, ditendang dari sapu aja mental."
Ditambah lagi Belle kembali melemparkan bola-bola api ke arah penyihir yang jatuh, membuat penyihir itu pun terkena bola-bola api Belle.
__ADS_1
**--------------**