Magic In Love

Magic In Love
52. Titisan Sang Dewi


__ADS_3

Ciiiiiiiiit...


Unicorn milik Belle mengeremkan diri di dekat danau kematian yang berada di tengah hutan terlarang.


"Inikah yang dinamakan danau kematian?"


Tanya Aunty Maria pada Lori dengan suara seperti bisikan angin di rumpun bambu.


Lori, peri cantik itu mengangguk,


"Ya Aunty, inilah yang dinamakan Danau kematian, di mana seorang peri tercantik dimasanya dikorbankan saudara-saudaranya."


Kata Lori.


"Sungguh biadab."


Kata Aunty Maria seraya menatap danau yang diselimuti kabut pekat, dan terdengar samar-samar suara rintihan yang seolah berasal dari dalam danau.


"Apa danau ini sering mengambil korban?"


Aunty Maria melayang turun dari punggung Vines, Lori pun cepat menyusul.


Tampak Lori melayang ke atas danau di mana kini terlihat kabut di sekitar danau tiba-tiba menipis,


Dan...


Sesuatu tiba-tiba saja memancar dari bawah permukaan danau.


Bersamaan dengan itu Aquamarine stone milik Lori juga tampak memancar dari tangan kanan Lori.


Lori menengadahkan telapak tangannya, dan seketika terlihat batu permata biru kehijauan yang terpancar terang muncul dari telapak tangan Lori.


Pancaran permata biru kehijauan itu lantas berpendar sangat terang, dan dari dalam air danau juga muncul sinar serupa, keduanya lantas seolah menyatu di atas permukaan air danau kematian, yang seketika membuat seluruh danau menjadi begitu terang.

__ADS_1


Lori dan Aunty Maria terlihat menepi, menatap pendar cahaya terang yang serupa dengan Aquamarine stone milik Lori.


"Apa yang terjadi Lori? Apakah..."


Belum lagi kalimat Aunty Maria selesai, tiba-tiba air danau yang semula tenang, tiba-tiba saja seperti terlihat ada pusaran besar yang mengelilingi sinar terang yang serupa Aquamarine stone.


Lori yang penasaran dengan apa yang sebetulnya terjadi mencoba mendekat, namun Aunty Maria segera menarik tangan Lori, yang beruntungnya, tepat saat Lori ditarik Aunty Maria, sebuah semburan air yang sangat besar muncul dari pusaran di danau kematian.


Bersamaan dengan semburan air itu, sesosok perempuan dengan gaun hitam panjang muncul dengan rupa yang begitu menyeramkan, dan dari tangan perempuan itu lah sinar terang yang serupa dengan milik Lori berasal.


Lori melayang hingga kini berhadapan dengan perempuan bergaun hitam tersebut, di mana perempuan itu menatap Lori dengan tatapan yang begitu tajam menghujam.


"Si... Siapa kau...?"


Tanya Lori pada perempuan bergaun hitam.


Tampak perempuan bergaun hitam tersebut menyeringai, ia melayang semakin mendekat pula pada Lori hingga mereka berdua kini benar-benar saling berhadapan.


"Ka...u..."


Lori jelas tak terima melihat Aunty Maria diperlakukan dengan kasar, Lori terlihat mengepalkan telapak tangannya yang ada Aquamarine stone, bersiap akan memukulkan tangannya ke arah si perempuan, saat sinar terang yang ada pada perempuan bergaun hitam itu justeru menyelimuti keduanya dan membentuk seperti pusaran air membawa mereka berdua ke atas.


Perempuan bergaun hitam itu lantas memejamkan matanya, ia berputar di tengah pusaran air dan cahaya biru kehijauan dari Aquamarine stone, saat kemudian perempuan bergaun hitam tadi tiba-tiba saja berubah sangat cantik dengan gaun serupa Lori.


Lori jelas terkejut luar biasa, ia seolah melihat pantulan dirinya sendiri di depannya.


Ia sedang tidak bercermin tapi perempuan itu sungguh persis dengan dirinya.


Perempuan itu lantas tersenyum, ia mengulurkan tangannya yang kini terdapat permata yang juga persis sama dengan milik Lori.


Pecahan Aquamarine stone yang terpecah menjadi empat bagian, apakah ini...


Perempuan itu lantas semakin mendekati Lori, tangannya yang kini tampak ada pecahan batu Aquamarine diangkatnya dan kemudian meminta Lori untuk menyatukannya dengan tangannya yang juga ada batu Aquamarine.

__ADS_1


Lori yang tampak ragu menatap perempuan itu, lalu...


"Kau adalah aku Lori, dan aku adalah kau. Aku dilahirkan dulu dan dijadikan tumbal saudara-saudaraku, lalu sebagian dari aku menitis menjadi kau."


Kata perempuan itu.


"Aku sang dewi kematian, dan kau menjadi dewi kehidupan."


"De... dewi kehidupan?"


Lori tak mengerti,


Perempuan itupun lantas meraih tangan Lori untuk kemudian menyatukan kedua tangan mereka, menyatukan dua pecahan Aquamarine di tangan mereka.


Keduanya lantas berputar-putar di tengah pusaran air danau kematian, yang di mana ingatan Lori seolah diputar ulang dari masih bayi hingga dewasa, termasuk saat ia terpental mendapatkan dua pecahan Aquamarine dan hanya satu saja yang bisa ia miliki, sementara yang satunya terpental ke dalam danau.


Begitupun juga dengan ingatan saat Lori menolong Ali kembali bernafas, ketika dulu menghadapi Shilba Dolores.


Ah yah...


Dewi kehidupan, apakah ini yang dimaksud?


Lori membuka matanya, yang tiba-tiba saja kini ia sendirian di tengah pusaran, namun terdengar suara seperti bisikan,


"Akhirnya kita menyatu, akhirnya kita kembali menyatu Lori. Ingatlah, kau adalah aku. Dan aku adalah kau."


Dan Aquamarine kembali bersinar terang, seolah memancar dari tubuh Lori yang di mana sinarnya seolah menerangi seluruh danau kematian bahkan hutan terlarang.


Sinar itu juga bahkan sampai bisa dilihat dari kejauhan, baik dari hutan coklat maupun juga dari istana tempat Oracle dan para peri penjaga istana kini tengah berperang sengit dengan para penyihir tua serta pasukan Dark Joe yang ganas.


**-------------**


**--------------**

__ADS_1


__ADS_2