
Sekelompok bayangan hitam menyerang Ali dan Raymond yang semula hendak menyusul Lori dan Aunty Maria yang lebih dulu melesat mengejar Unicorn milik Belle.
Ali dan Raymond pun sama-sama siaga, mereka langsung bersiap menghadapi para bayangan hitam.
Bayangan-bayangan hitam tak berwujud itu lantas bergerak sangat cepat ke arah Ali dan Raymond.
Ali dengan cekatan melompat menghindar, namun sambil melompat itu pemuda tampan tersebut juga sambil melayangkan pukulan dan tendangan keras ke arah bayangan yang posisinya paling dekat.
Tangan Ali yang memiliki energi panas tatkala dipukulkan pada bayangan hitam, membuat bayangan hitam itu langsung lenyap.
Ali terus bergerak dengan cepat, ia tidak membiarkan satupun dari mereka berhasil menyentuh dirinya.
Ia yang memang sangat mumpuni dalam hal bela diri, dan sekaligus juga memiliki kekuatan tak biasa, membuat sekelompok bayangan hitam itupun terlihat kocar-kacir dan tak berdaya.
Apalagi, Raymond yang meskipun dalam kondisi terluka juga tak diam saja, ia masih sangat baik dalam melakukan perlawanan, beberapa bayangan hitam bahkan berhasil ia taklukkan, bahkan ada satu yang bisa ia tangkap dengan kekuatannya sebagai peri.
Para anggota bayangan hitam yang kemudian tersisa itupun melarikan diri, melesat jauh dari Ali dan Raymond.
Satu di antara mereka yang berhasil ditangkap Raymond dihajar Raymond dengan membabi buta.
"Paman, tahan, jangan bunuh dia dulu."
Tiba-tiba Ali menahan tangan Raymond yang hendak menghancurkan bayangan hitam itu.
Raymond menatap Ali, yang kemudian melepaskan pelahan tangannya dari tangan Raymond.
Ali lantas menatap tajam bayangan hitam yang kini telah diikat dengan tali yang berkilauan yang dibuat oleh Raymond.
__ADS_1
"Katakan! Siapa yang mengirim kau ke sini?"
Tegas Ali.
Mahluk serupa bayangan hitam itu lantas menggeram, suaranya seperti suara binatang buas di dalam hutan.
Raymond lantas membuat ikatan tali yang mengikat mahluk itu semakin melilit mahluk itu dengan kencang.
"Katakan! Siapa yang mengirim kalian ke sini?!"
Kali ini Raymond yang akhirnya bertanya.
Bayangan hitam itu terdengar mengerang, suaranya begitu memekakkan telinga.
Ali dan Raymond akhirnya memutuskan untuk menghancurkan bayangan hitam itu, namun dari arah lain muncul kelompok mahluk lain,
"Apa ini?"
Ali sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat, tentu saja kali ini rasanya sungguh sulit jika dihadapi hanya mereka berdua.
Tapi...
Nasi telah menjadi bubur, maka jadikan saja menu sarapan kita besok pagi.
Oh oh bukan, maksudnya, sudah tak ada pilihan lain bagi Ali selain menghadapi mereka semua.
Pasukan burung gagak hitam Yang berbondong-bondong dalam jumlah yang sangat banyak itu bersuara begitu berisik, mereka langsung saja menyerang tanpa ampun Ali dan Raymond.
__ADS_1
Keduanya pun akhirnya mau tidak mau harus berperang lagi meladeni serangan para pasukan burung gagak yang berjumlah sangat banyak.
Raymond dengan kekuatannya yang tanpa menyentuh dan hanya mengeluarkan gelombang panas terlihat mampu membakar beberapa burung gagak,
Sementara Ali, tampak harus bersusah payah lebih dulu menghadapi satu persatu pasukan burung gagak tersebut.
Ali melepaskan pukulan yang penuh energi panas api.
Ali dan Raymond yang entah kenapa memiliki kekuatan mirip kini saling bahu membahu menghadapi seluruh pasukan burung gagak berdua saja.
Mereka bergerak ke sana ke mari dengan kecepatan yang luar biasa, menahan serangan, lalu membalasnya, menghancurkan satu persatu dari mereka, atau bahkan membakar dalam jumlah sekaligus banyak seperti yang dilakukan Raymond.
Lelah?
Tentu saja.
Ali bahkan nyaris tak bisa bernafas karena harus menyelesaikan semuanya.
Ia tak mungkin lari, seperti yang selalu dikatakan Ayah Ziyan, pantang seorang laki-laki lari dari sesuatu yang harus dihadapinya.
Hadapi, selesaikan, hanya itu yang harus dilakukan seorang laki-laki.
Ali terus teringat kata-kata sang Ayah, dan itulah yang dipegang Ali saat ini.
Seletih apapun, seberat apapun, sesulit apapun, Ali bertahan dan berusaha memenangkan pertempuran ini.
**-----------------**
__ADS_1