Magic In Love

Magic In Love
36. Pertarungan


__ADS_3

Sekelebat bayangan hitam melesat dengan cepat meninggalkan sebuah rumah kecil di tengah pemukiman padat.


Peri Raymond yang telah lebih dulu merasakan energi Dark Joe di sekitar sana mengintai dari tempat yang tak begitu jauh.


Saat kemudian bayangan itu melesat cepat keluar dari rumah kecil yang Raymond tahu di sana ada kakak beradik yatim piatu tinggal, Raymond pun segera mengejar bayangan tersebut.


"Dark Joe, berhenti kau!!!!"


Teriakan lantang Raymond terdengar oleh mahluk hitam tersebut.


Dark Joe, mahluk yang sengaja dikirimkan ke dunia manusia. oleh sekelompok penyihir tua untuk mengumpulkan jiwa-jiwa murni yang malang, tentu saja untuk tujuan mereka yang jahat.


Dark Joe mahluk itu lantas kembali pergi menjauhi Raymond, yang tentu saja tak mungkin dibiarkan begitu saja oleh Raymond.


"Berhenti kataku!!"


Raymond berteriak sangat keras, dan tanpa ragu kemudian mengeluarkan cahaya seperti busur panah dari tangannya.


Seraya terbang melesat mengejar mahluk hitam jahat itu, Raymond mengarahkan anak panah yang berbentuk cahaya berkilauan ke arah sang mahluk.


Mereka berkejaran hingga masuk ke dalam hutan, Dark Joe terus masuk semakin ke tengah, hingga kemudian di sana ternyata banyak mahluk yang serupa tengah menunggu.


Raymond sebetulnya tak begitu terkejut, jika Dark Joe memiliki kelompok yang cukup besar.


Raymond toh pernah berurusan dengan mereka ketika penyerangan kediamannya hingga keluarga kecilnya tercerai berai.

__ADS_1


Saat ketika akhirnya Raymond dihempaskan ke dunia manusia, dan tak pernah bisa menemukan pintu untuk kembali.


Sedangkan, isteri dan anak-anaknya entah ada di mana.


Raymond matanya kini tampak siaga dan waspada, melihat gerombolan mahluk Dark Joe yang macam tikus besar bertubuh manusia itu.


Mereka menatap tajam Raymond, masing-masing dari mereka seolah berusaha bersiap untuk menyerang.


Dan...


Wuzz...


Wuzz...


Wuzz...


Anak-anak panah itu melesat mengarah para mahluk yang hendak menyerangnya.


Anak-anak panah berbentuk cahaya itu terus menembus dada para komplotan Dark Joe, beberapa dari mereka yang dadanya tertembus anak panah cahaya peri Raymond terhempas dan mengerang kesakitan.


Suara-suara mereka begitu keras hingga nyaris menggetarkan seluruh hutan, bahkan bisa didengar dari wilayah di luar hutan.


Aunty Maria yang kebetulan ada di sana dan mendengar suara jeritan-jeritan keras itupun segera melayang menuju tengah hutan di mana arah asal suaranya adalah dari sana.


Aunty Maria yakin jika ada sesuatu yang terjadi, dan itu ada kaitannya dengan peri Raymond yang tengah ia cari.

__ADS_1


Hingga Aunty Maria bertemu dengan hantu rambut yang menutupi muka, hantu itu berhai-hai ria, seolah senang bisa bertemu si hantu None Belanda.


"Awaslah kau, kenapa suka sekali menghalangi jalan orang."


Kata Aunty Maria.


"Orang? Kamu yakin? Hihihihi..."


Hantu rambut tertawa,


Plak!


Aunty Maria pun menabok kepalanya,


Aduh!


Si hantu rambut merapikan rambutnya lagi, secara dia adalah fans berat Sadako, ia ingin mengikuti style Sadako, meskipun mukanya rata karena susah memutuskan hidung, mata dan bibirnya harus mirip siapa.


Untuk mata saja, ia susah memutuskan harus seperti apa, kadang ingin mirip Osin, kadang ingin mirip Shizuka, kadang ingin mirip chibimarukocan, kadang malah ingin mirip ultramen yang bisa mengeluarkan laser.


Lumayan kan kalau bisa mengeluarkan laser, bisa tuh buka usaha oprasi laser.


Aunty Maria akan meneruskan acara terbangnya, manakala...


**------------**

__ADS_1


__ADS_2