
"Zizi... jadi, kamu itu Zizi yang Zizi itu?"
Nenek peri bertanya dengan acak kata, membuat Zizi ingin menaboknya, tapi kalau Zizi tabok takutnya gigi palsunya copot seperti Merry.
"Zizi apa maksudnya, yang jelas Nek."
Kata Zizi akhirnya berusaha sabar, dan jelas sabar itu sulit untuk manusia macam dia.
Nenek peri menatap Zizi, semula menatap wajah Zizi, lalu menuju perut Zizi, sebagai manusia setengah Naga, Zizi tentu saja tingkat waspadanya berkali-kali lipat daripada manusia lainnya, ia langsung bersikap siaga, kalau-kalau tiba-tiba Nenek peri itu meninju perutnya.
Oh oh sungguh nekat jika nenek peri melakukannya, ia pasti benar-benar sudah ingin cepat menghilang dari alam semesta.
Tapi...
Nenek peri tiba-tiba malah terkekeh,
"Apa yang lucu Nek?"
Tanya Zizi heran,
Nenek peri terus terkekeh, sambil kemudian menunjuk perut Zizi.
"Anak itu, anak itu, hahahaa..."
Nenek peri malah jadi terbahak.
Zizi dan Shane akhirnya saling berpandangan, kenapa ini si nenek peri?
Jangan-jangan dia stres.
Ah ternyata ada juga peri stres. Batin Zizi.
Tampak kemudian nenek peri pelahan tawanya mereda, lalu berganti memasang wajah tenang dan mulai serius.
"Nek, kenapa tertawa? Apa yang lucu?"
Tanya Zizi lagi, begitu nenek peri akhirnya selesai tertawa.
__ADS_1
"Aduh lucu, lucu sekali nanti kalau anakmu lahir,"
Nenek peri itu jadi ingin tertawa lagi.
Seolah mendapat penglihatan tentang masa depan anak yang dikandung Zizi, Nenek peri jadi merasa sangat terhibur.
"Tapi..."
Nenek peri tiba-tiba kembali serius,
"Anakmu ini akan ada lima dan rupa-rupa warnanya, eh salah, maksudnya rupa-rupa karakternya."
Kata Nenek peri lagi.
"Kemampuannya juga terlihat jelas dalam penglihatanku bahwa mereka semuanya bukan orang biasa."
Tambah Nenek peri.
Kata-kata nenek peri yang nyaris sama dengan nenek Bandapati membuat Zizi nyengir,
Lalu...
Ujar nenek peri.
Zizi dan Shane kembali saling berpandangan,
Hadiah?
Hadiah apa ya?
Payung?
Apa kupon diskon sembako?
Nenek peri terbang ke angkasa,
"Weh Nek, katanya mau kasih hadiah? Malah terbang menjauh."
__ADS_1
Zizi menyawel rok Nenek peri.
"Oh iya, lupa."
Kata Nenek peri.
Haiiish... Zizi mendesis.
Nenek peri akhirnya turun lagi, ia menghampiri Zizi, setelah dekat dengan Zizi tangan nenek peri tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih yang terus terang, putih terang terus.
Cahaya itu kemudian seolah masuk ke dalam perut Zizi, tampak Zizi menatap Nenek peri.
"Apa yang kau lakukan?"
Tanya Zizi,
Shane juga.
"Diamlah, ini kelak akan berguna untuk anakmu."
Ujar Nenek peri.
Setelah kemudian beberapa menit, akhirnya cahaya itu merasup perut Zizi sepenuhnya.
"Kelak, saat dia mengalami sesuatu yang jahat, katakan padanya jika ia tak perlu khawatir, ada kekuatan yang ku berikan sebagai hadiah. Aku sudah tua, nanti aku mungkin tidak akan hidup lama lagi. Kekuatanku lebih baik kutitipkan pada mu, untuk anakmu,"
Ujar nenek peri.
Zizi mengangguk,
Di luar sana langit tampak tiba-tiba berubah warna seperti Jamrud.
Zizi dan Shane kemudian bergegas keluar rumah nenek peri, tampak nenek peri juga ikut keluar.
"Sepertinya ada yang terjadi di istana."
Kata Nenek peri begitu melihat langit berubah warna biru kehijauan.
__ADS_1
**----------------**