Magic In Love

Magic In Love
60. Semua Berkat Ali


__ADS_3

Serangan bola-bola api Belle nyatanya cukup membuat kalang kabut para penyihir tua, apalagi Aunty Maria dan Marthinus juga tampak begitu semangat membantu Raymond dan Oracle serta Ibunya Lori.


Satu demi satu penyihir tua dan anak-anak mereka tumbang, sapu mereka dibumihanguskan hingga tak bisa terbang lagi, dan perlawanan mereka pun dengan mudah dipatahkan.


Di dalam istana, Lori dan Ali telah mengamankan Merry.


Dimasukkannya Merry ke dalam penjara, bersama para peri lain yang telah melakukan kejahatan sebelumnya.


Penjara yang terletak di bawah istana itu dipagari energi yang sulit ditembus oleh peri manapun.


Merry berteriak keras ketika Ali dan Lori akan meninggalkannya.


Ia sempat mengucapkan sumpah sarapah pada Ali dan Lori, namun tak keduanya pedulikan.


Ali menggandeng tangan Lori agar tak usah mendengarkan Merry yang menyumpahi mereka.


"Jangan dengarkan agar kamu tak lagi marah Lori."


Kata Ali.


Lori menganggukkan kepalanya,


Mereka berdua lantas menutup gerbang penjara bawah istana, meninggalkan Merry di dalam sana dengan banyak peri jahat yang telah dihukum.


Pertempuran melawan para penyihir tua tampak telah selesai, para penyihir tua dan anak-anaknya banyak yang sekarat dan juga mati.


Sebagian yang selamat melarikan diri, sambil membawa para anggota mereka yang sekarat.


"Ibuuuu..."


Lori terbang ke arah Ibunya yang kini bersama Ayah dan Oracle tampak kelelahan setelah bertempur melawan para penyihir tua.


Belle juga terbang turun dengan unicorn nya menuju orangtuanya.


Ibunya Lori tampak merentangkan kedua tangannya, tubuhnya mengambang, dan seolah bersinar keemasan di tengah malam yang gelap.

__ADS_1


Lori dan Belle pun menghambur ke pelukan Ibu mereka, menumpahkan seluruh kerinduan yang begitu dalam.


Raymond sebagai Ayah juga terbang ke arah mereka, meraih mereka dalam pelukan hingga tangis haru dan bahagia melebur menjadi satu.


Oracle yang melihatnya tampak ikut merasakan keharuan, rasanya ia juga ingin bisa bertemu dan kembali berkumpul dengan Pangeran Noel, suaminya.


"Akhirnya semua selesai Tuan Muda Ali, kita tampaknya akan bisa segera pulang."


Kata Paman Marthinus sambil menghampiri Ali dan berdiri di sebelah Ali.


Tampak Ali tersenyum, tatapannya tak lepas dari Lori yang kini terlihat begitu bahagia menemukan Ibunya lagi, bahkan juga Ayahnya.


Aunty Maria ikut menghampiri Ali, berdiri mengambang sambil ikut menatap ke arah yang sama dengan Ali.


"Sepertinya Tuan Muda Ali masih betah di sini."


Goda Aunty Maria, membuat Ali yang mendengarnya jadi melirik hantu None Belanda yang cengar-cengir seperti sisir.


"Akhirnya keluarga kita bisa berkumpul lagi, ini benar-benar keajaiban,"


Kata Raymond melepaskan pelukannya pada isteri dan kedua anaknya.


"Kalian anak-anak yang hebat, kami sangat bangga memiliki kalian."


Kata Ibunya Lori.


Belle tampak tersenyum senang dan bangga pastinya, tapi Lori...


Gadis peri itu menoleh ke arah Ali yang ada di bawah sana.


"Tidak Bu, tidak Ayah, semuanya tidak akan terjadi jika kita tak dibantu Ali. Semua adalah karena dia."


Ujar Lori, sambil matanya kini menatap Ali yang juga tengah menatapnya.


Ayah, Ibu dan Belle adik Lori pun akhirnya ikut menatap ke arah Ali.

__ADS_1


"Ali, pacar Lori, ya tentu saja, semua berkat dia."


Ujar Belle membuat Lori langsung membulatkan matanya pada Belle.


"Kenapa mulutmu selalu asal mengeluarkan kata-kata?"


Kesal Lori.


Belle tertawa sambil terbang ke arah belakang Ibunya, bersembunyi menghindari jitakan dari kakaknya.


Ayah dan Ibunya jadi tertawa.


"Apa yang salah jika memiliki pacar setampan Ali? Kau tak perlu malu Lori."


Ujar Ibu.


Lori jadi tambah ingin menjitak kepala Belle karena tawanya semakin menjadi.


Ayah mengangguk-angguk,


"Ya, tentu saja, dia manusia tapi punya kekuatan yang tak biasa, dia juga membantuku sekaligus menjagaku dari serangan sekelompok gagak hitam dan bayangan hitam di sekitar hutan coklat."


Kata Ayah.


"Ali mengalahkan pasukan gagak hitam?"


Tanya Belle takjub.


Tampak Ayah mengangguk.


"Wah dia sangat keren."


Ujar Belle.


"Dia memang keren, apa kau baru sadar?"

__ADS_1


Pongah Lori, membuat Belle mendesis.


**-----------**


__ADS_2