
Sementara itu, di dunia peri, ternyata benarlah apa yang dikatakan oleh Lori, bahwa Zizi kini sedang dielu-elukan sepenjuru wilayah peri bunga.
Sambutan yang sangat hangat juga Zizi dapatkan dari pihak istana, di mana Raymond kini yang akhirnya mengambil kekuasaan Oracle yang memang hanya sementara.
Shane dan Zizi dijamu sedemikian rupa layaknya seorang pahlawan yang berasal dari luar angkasa.
Mendapati semuanya, Zizi jadi teringat tentang Kerajaan Dalu.
"Sepertinya sudah saatnya kita pulang sekarang sayang."
Kata Shane pada Zizi yang kini sedang menikmati kue coklat.
"Tapi ini tanggung masih setengah."
Ujar Zizi,
Shane mengangguk mengerti.
Mungkin karena Zizi sedang hamil, jadi ia butuh makan satu gerobak penuh dulu baru kenyang.
"Nanti setelah kue coklatnya habis kita pa..."
Belum lagi kalimat Shane selesai, tiba-tiba terdengar riuh lagi di sekitar istana, seolah ada lagi yang datang di pesta yang seakan-akan tak akan ada akhirnya.
Ya, memang sepertinya memang benar kata Belle, bahwa pesta istana akan diadakan selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti, karena wilayah peri bunga merasa telah terberkati dengan kembalinya Pangeran Raymond ke istana, pun juga dengan Pangeran Noel.
Tampaknya para peri bunga kini tak perlu lagi merasa terancam, karena dua pangeran merekalah yang kembali berkuasa, sedangkan Merry terpenjara di tempat yang tersembunyi.
Para penyihir tua juga pastinya butuh banyak sekali waktu untuk berani menampakkan diri lagi, setelah dihancurkan kekuatannya.
"Nona Ziziiii... Nona Ziziiii..."
Suara Belle terdengar,
Zizi dan Shane menatap ke arah asal suara Belle, di mana kini peri laki-laki kecil itu melayang ke arah mereka, dan di belakangnya tampak Paman Marthinus serta Aunty Maria.
Zizi tampak kaget karena sang ajudan dan juga pengasuhnya kini muncul di sana.
"Kau ini, dicari malah pesta kue coklat."
Omel Aunty Maria.
Zizi cekikikan,
"Ngapain cari Zizi?"
Tanya Zizi tak peka macam biasa.
"Bagaimana tidak dicari, Ali sudah pulang, kau malah tak terlihat, Paman Ziyan mu jelas saja panik luar biasa."
Kata Aunty Maria.
Shane yang melihat isterinya dimarahi sebutir hantu itupun langsung menengahi,
"Aunty, plis, jangan marahi isteriku, dia sedang hamil, jangan sampai anak-anakku nanti mendengar Ibunya dimarahi lalu mereka jadi kesal padamu."
__ADS_1
Kata Shane.
Aunty Maria menatap perut Zizi,
"Ah yah, aku lupa."
Kata Aunty Maria kemudian,
Kali ini ia mengalah demi calon anak-anak Zizi.
Zizi jelas senang, karena ternyata belum apa-apa anak-anaknya sudah bisa melindungi dirinya.
"Ayolah pulang, jangan sampai menunggu Mama dan Papa mu menyusul Zi."
Kata Aunty Maria.
Zizi tampak melahap sisa potongan terakhir kue coklatnya.
"Ya... ya... ya... baiklah, ayok pulang."
Ujar Zizi sambil berdiri dari duduknya.
"Kalian akan pulang? Sekarang?"
Tanya Belle.
"Ya kami harus pulang, karena ada banyak hal yang harus dihadapi Zizi nantinya,"
Kata Aunty Maria.
Zizi mengerutkan kening, menatap Aunty Maria,
Tanya Zizi malah keder.
Aunty Maria menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah makan kue banyak tetap saja sari-sarinya tidak sampai ke otak.
"Alex bersaudara, apa kau lupa Zizi?"
Aunty Maria rasanya ingin melepas kepalanya sebentar untuk mengocoknya supaya semua yang membuatnya sakit kepala tiap bicara dengan Zizi bisa keluar.
"Oh, iya... sekelompok ular itu, baiklah."
Zizi mantuk-mantuk, lalu mengalihkan pandangannya pada Belle.
"Belle, kami harus pamit, ke mana Ayah dan Ibumu,"
Ujar Zizi akhirnya.
Belle pun mengangguk, lalu bersiap melayang untuk memanggil Ayah dan Ibunya, manakala tiba-tiba ia merasa tertarik dengan ular,
"Nona,"
Belle menghadap Zizi lagi,
Zizi membulatkan matanya,
__ADS_1
"Kenapa Belle?"
Tanya Zizi.
"Ular? Apa itu mahluk jahat?!"
Tanya Belle.
Zizi mengangguk,
"Apa kau akan bertarung dengan mereka?"
Tanya Belle, tampak Zizi mengangguk lagi,
"Kau sangat keren Nona Zizi. Apa aku boleh ikut?"
Tanya Belle benar-benar penasaran,
"Mereka masih bersembunyi, entah kapan kami akan berhadapan lagi, hanya saja satu hari pasti mereka akan datang."
Kata Shane.
"Benarkah? Kalau begitu, ajak aku ikut menghadapi mereka jika hari itu tiba."
Pinta Belle,
"Ya, nanti aku akan kabari, tapi kau tak punya hp,"
Kata Zizi.
Belle kemudian mengambil gelang di tangannya, ada lonceng kecil yang terikat di sana, diambilnya lonceng kecil itu dan diberikan pada Zizi.
"Jika ini dibunyikan, aku bisa dengar."
Kata Belle,
"Cuma dengar,"
Aunty Maria tertawa,
Belle jadi merengut.
"Bukan hanya mendengar, tapi aku bisa masuk ke dimensi lain di tempat yang ada lonceng itu."
Kata Belle.
"Apa Lori juga?"
Tanya Zizi.
Belle menggeleng,
"Lori memberikan sebagian kekuatannya ke tubuh Tuan Muda Ali saat ia terluka menghadapi Shilba Dolores, itu sebabnya mereka terhubung, dan Lori hanya akan bisa masuk dimensi lain saat ada Tuan Muda Ali saja."
Zizi meski tak sepenuhnya mudeng, tapi ia ingat saat dulu Ali sempat sekarat setelah dari dunia peri.
__ADS_1
Ya, ini berarti jawaban lainnya dari kekuatan Ali, bahwa ada sebagian yang ada pada dirinya adalah dari Lori.
**------------**