Magic In Love

Magic In Love
21. Mencari Lori


__ADS_3

"Para peri abdi, berkumpulah."


Oracle memanggil seluruh abdinya yang masih setia di istana.


Para peri abdi di istana Oracle berterbangan menuju ruangan besar di mana kini Oracle berdiri dengan tongkatnya yang di bagian ujungnya tampak berkilau batu biru kehijauan.


Para peri itu terlihat sayapnya berwarna-warni dan transparan, dengan baju-baju khas peri seperti Tinkerbell dengan warna berbeda-beda sesuai tugas mereka.


Oracle menatap banyak abdi istana nya yang kini mulai berkumpul.


"Pergilah ke hutan bunga, panggilkan Merry untukku, dan buatkan pagar untuk wilayah kita dengan akar perak yang ada di sekitar hutan bunga."


Kata Oracle.


Sementara itu, langit di luar sana kembali gelap secara tiba-tiba, menandakan jika ada kejadian buruk yang akan segera datang, yang itu terbaca oleh Oracle.


"Merry, katakan padanya, aku membutuhkan Aquamarine milik Lori."


Kata Oracle pula.


Semua peri abdi istana Oracle mengangguk, lalu tanpa diminta kembali, mereka pun beterbangan untuk melaksanakan tugas dari sang pemimpin.


Dua peri dengan baju dan sayap keemasan tampak terbang melesat menuju hutan bunga mendahului yang lain.


Kedua peri itu adalah peri penjaga dan selalu bisa diandalkan oleh Oracle dalam segala situasi.


Mereka terbang begitu cepat, tujuannya adalah tentu menjemput Merry dan mengambil batu Aquamarine milik Lori sebagaimana titah Oracle.


"Aku sudah tidak bisa menunggu semua batu itu ditemukan, meski hanya dua batu, aku akan tetap menjemput Noel, aku tidak bisa menghadapi serangan jika sendirian lagi."


Oracle bicara pada beberapa peri penjaga yang masih tersisa di istana.


Oracle menatap langit yang kini menghitam, bayangan akan sebuah kejadian buruk di mana sekelompok mahluk mengerikan menyerbu wilayahnya dan menghancur leburkan semuanya, termasuk memakan banyak peri.


Oracle tak sanggup membayangkan ada lagi hal buruk terjadi setelah peristiwa Shilba Dolores dahulu yang memakan begitu banyak korban, termasuk juga anak satu-satunya dan akhirnya juga pangeran Noel suaminya harus terpenjara di kerajaan bawah laut.


"Aku harus bisa menjemput Noel, aku harus bisa menjemput Noel."


Kata Oracle.


Sementara itu, di hutan bunga, kedua peri penjaga yang sudah dekat dengan pondok Merry tampak mulai bersiap turun.


Di depan pondok kayu itu, Unicorn milik Belle berdiri menatap kedatangan dua peri penjaga istana Oracle.


"Merry, apa dia ada di pondok?"


Tanya salah satu peri penjaga pada unicorn milik Belle.


Unicorn milik Belle itu tiba-tiba lonceng di lehernya berbunyi, yang tak lama berikutnya pintu pondok kayu milik Merry itupun terbuka.


Di pintu pondok kayu itu muncul Belle yang terlihat terkejut karena ada peri penjaga istana Oracle datang berkunjung tiba-tiba.


"Ada apa?"


Tanya Belle,


Satu peri penjaga maju ke depan agar bisa lebih dekat berhadapan dengan Belle.


"Merry, di mana dia?"


Tanya sang peri penjaga.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, ia pergi pagi-pagi sekali."


Kata Belle, membuat kedua peri itu saling berpandangan,


"Kau yakin bukan sedang berbohong?"


Ketus peri penjaga yang sedari tadi diam saja, ia tampak menatap Belle dengan tajam.


Belle mendengus,


"Kau pikir aku tidak bisa membedakan kapan boleh dan tidak bercanda?"


Belle tampak kesal.


"Oh, oke oke... maaf."


Peri satunya yang akhirnya meminta maaf.


"Kalau Lori, di mana dia?"


Tanya peri yang ketus.


"Lori? Untuk apa kalian mencari kakakku?"


Tanya Belle heran.


"Tentu saja karena kami ada kepentingan dengan dia."


Ujar Peri penjaga, di mana kali ini keduanya hampir bersamaan.


Belle menatap curiga keduanya,


"Di mana dia?"


"Lori juga tidak ada."


Jawab Belle.


Kedua peri penjaga saling berpandangan, mereka kini akhirnya juga menatap curiga Belle.


"Jangan berbohong anak kecil."


Kata si peri penjaga.


"Aku tidak bohong, Lori memang tidak ada di sini."


"Ke mana?"


Tanya si peri.


"Apa harus aku jawab, sementara aku tidak tahu kalian mencari kakakku untuk kepentingan apa? Bagaimana jika kalian akan mencelakainya?"


Belle kali ini berusaha menjadi adik laki-laki yang baik, yang menjaga kakaknya dari sesuatu yang bisa saja membahayakannya.


"Ini adalah perintah Ratu Oracle,"


Kata peri penjaga.


"Ratu Oracle menginginkan Aquamarine stone sekarang."


Belle menggeleng,

__ADS_1


"Itu adalah batu milik Lori,"


Kata Belle.


"Ratu Oracle juga memilikinya, dan jelas dia yang berkuasa atas semua wilayah peri, jadi dia yang paling berhak atas semua yang ada di wilayah peri ini."


Belle yang mendengar jelas tak bisa menerima begitu saja, karena apa yang baru saja dikatakan kedua peri penjaga tersebut seolah memaksakan apa yang diinginkan Oracle harus dituruti.


"Katakan pada kami sekarang, di mana Lori?"


Tanya peri penjaga lagi, Belle menggeleng,


"Tidak! Tidak akan."


"Katakan!"


Melihat Belle yang terus menggeleng membuat salah satu dari mereka tidak sabar dan melakukan kekerasan pada Belle.


Peri penjaga yang ketus tiba-tiba mendorong Belle agar mau minggir tak menutupi pintu pondok kayu milik Merry.


Belle yang tubuhnya jauh lebih kecil dari dua peri penjaga tersebut tersungkur, Belle baru akan bangkit saat peri satunya mengarahkan telunjuknya ke arah Belle dan dalam sekejap Belle dililit tali berwarna keemasan.


Peri penjaga yang ketus masuk ke dalam pondok Merry, ia melemparkan beberapa perabotan di pondok itu karena merasa Lori pasti sebetulnya bersembunyi di dalam pondok.


Unicorn Belle yang akan membela tuannya di luar juga dililit tali keemasan, dan kemudian digantung di pohon yang ada di dekat pondok.


Peri penjaga keduanya lantas masuk semua ke dalam pondok, Belle berusaha melepaskan diri dari tali yang melilitnya, tapi ia tak bisa.


Tali keemasan itu, semakin Belle berusaha lepas, justeru ikatannya semakin kencang.


"Bagaimana?"


Tanya peri penjaga satu pada peri penjaga dua yang wajahnya dan suaranya sangat ketus.


"Tidak ada di manapun."


Ujar si peri penjaga yang ketus, yang di mana ia sudah mengelilingi seluruh bagian rumah namun tak bisa menemukan Lori.


Peri satu lantas berkeliling lagi, hingga tiba-tiba, didekat perapian, ia seperti merasakan sesuatu.


Aroma mint yang segar tercium cukup kuat dari sana, melihat si peri satu seolah menemukan sesuatu yang mencurigakan, maka peri penjaga yang ketus itupun menghampirinya.


Ia terbang ke arah si peri satu.


"Ada apa?"


Tanya si peri dua yang wajahnya ketus.


Peri satu meletakkan telunjuknya di atas bibirnya, meminta si peri dua agar jangan berisik.


Si peri satu mendekatkan diri ke dinding batu bata merah, dan kini terasa ada energi yang sangat kuat di sana.


Peri dua yang wajahnya ketus juga mengambil tempat di dekat si peri satu,


"Ada sesuatu di balik dinding ini, pasti."


Kata si peri satu,


Peri dua menganggukkan kepalanya dengan mata menatap si peri satu seolah memberikan isyarat bahwa mereka harus memastikan apa di balik dinding itu,


Namun...

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2