Magic In Love

Magic In Love
35. I Hate Merry


__ADS_3

"Aku tak menyangka jika Merry yang menyelamatkan aku adalah Peri Merry yang diceritakan oleh suamiku."


Oracle tampak menatap nanar lukisan kuda-kuda putih yang berlarian di atas padang rumput nan luas di depan sebuah istana.


Lukisan yang berukuran sangat besar, bahkan nyaris memenuhi satu sisi dinding itu bergerak-gerak layaknya seluruh kuda itu hidup di dalam sana.


Belle menghirup coklat panas yang mengepul, lalu setelah itu memakan roti dengan selai madu kesukaannya.


Tentu saja, Oracle begitu tahu Belle adalah putra Pangeran Raymond langsung bersikap hati-hati dan sangat baik padanya.


Oracle bahkan menjanjikan keselamatan Belle dan mempersilahkan Belle tinggal di Istana.


"Kau pernah bertemu Ayahku?"


Tanya Belle.


Oracle menggeleng.


"Sejak aku diajak datang ke wilayah ini oleh Pangeran Noel, istana sudah kehilangan Pangeran Raymond. Ia memilih hidup jauh dari kemewahan, ia juga sangat menyukai petualangan. Ia menikah dengan ibumu, peri cantik yang mengurus bunga edelweis."


Tutur Oracle.


"Itu sebabnya kau tak mengenali kami."


Lirih Belle.


Oracle mengangguk,


"Aku adalah peri pengurus tanaman perdu di dekat rawa-rawa di daratan Afrika jauh dari tempat ini. Pangeran Noel bertemu denganku saat ia ke sana mencari serbuk sari bunga langka di tengah hutan, aku menolongnya saat ia tersesat."


Belle menatap Oracle.


"Lalu ia mengajakmu ke sini? Tinggal di Istana ini dan akhirnya menjadi Ratu."


Kata Belle.


Oracle tersenyum tipis,


"Ini tidak membuatku bahagia Belle, aku hanya bahagia jika suamiku kembali. Tak peduli jika aku harus kehilangan mahkotaku, asal ia bersamaku, aku akan bahagia."


"Kenapa kau sempat jahat pada Shilba Dolores? Hingga ia jadi mendendam padamu?"


"Aku?"


Oracle menunjuk dirinya.


"Pangeran Noel yang mengatakan padaku jika kemungkinan ia anak peri Merry."

__ADS_1


"Kalian harusnya tahu jika Merry tinggal di hutan bunga."


Kata Belle.


Oracle menggeleng,


"Kau tidak tahu bagaimana kehidupan di istana? Kami hanya tahu apa yang diberitakan pada kami."


Belle menghela nafas,


"Inilah kenapa pemimpin harus turun ke bawah sendiri sesekali, supaya tidak hanya katanya-katanya."


Oracle tertawa mendengar Belle yang kecil seperti mengajarinya menjadi pemimpin.


"Aku rasa aku cukup sibuk untuk mengurus seluruh kebutuhan wilayah ini Belle, jika aku harus turun juga, bagaimana aku mengurus hal yang lebih penting."


"Kau akan lebih bijak jika tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya."


Kata Belle.


Oracle menatap Belle yang kecil, tampak sekali ia anak yang cerdas, mungkin benar kata Noel, jika Raymond dulu sangat cerdas dan nyaris bisa melakukan apapun.


Saat Baginda Raja akhirnya tiada, seharusnya Pangeran Raymond lah yang menggantikan kedudukannya, tapi sejak ia memutuskan pergi dari istana, tak ada satupun yang bisa mengetahui di mana ia berada.


Berita tentangnya begitu simpang siur, ada seorang peri yang memberi kabar jika Pangeran Raymond beserta anak isterinya diserang gerombolan penyihir tua, mereka lantas tak diketahui keberadaannya sejak itu.


Ya...


Tempat itu hancur, dan hanya menyisakan serpihan Aquamarine.


Pangeran Noel yang sempat memberikan perintah mencari Pangeran Raymond belum sempat mendapatkan hasil, manakala akhirnya istana mereka juga diserang para raksasa yang dibawahi Shilba Dolores.


Anak mereka menjadi korban, dan Pangeran Noel berakhir di penjara oleh Kerajaan Bawah Laut.


Ah andai...


Andai Pangeran Noel saat ini ada bersama mereka, pasti ia akan sangat senang melihat Belle.


"Belle."


Panggil Oracle.


Belle mengangguk,


"Aku ingin kau membantuku, apakah kau bisa?"


Tanya Oracle.

__ADS_1


Belle mengerutkan kening.


"Membantu apa?"


Belle balik bertanya,


"Aku ingin membebaskan Pangeran Noel, tapi aku butuh batu Aquamarine utuh."


Kata Oracle.


"Batu milik Lori?"


Tanya Belle.


"Ya, aku juga memilikinya."


Oracle menunjukkan tongkatnya, di mana di sana juga terdapat Aquamarine."


"Untuk apa batu itu? Kenapa semuanya menginginkannya? Lori dipaksa pergi ke dunia manusia oleh Merry untuk mencari batu itu juga."


Kata Belle.


"Lori ke dunia manusia? Di mana?"


Belle menggeleng,


"Mana aku tahu, jika aku tahu, aku sudah menyusulnya sejak ia pergi."


Kata Belle.


Oracle mengangguk,


Yah benar juga. Batin Oracle.


"Batu itu jika untukku adalah untuk meminta Raja Neptunus memberikan ijin Pangeran Noel keluar dari sana dan bisa kembali."


Kata Oracle.


"Tapi jika untuk Merry, bisa jadi untuk membuat seluruh wilayah ini menjadi kekuasaannya berserta para penyihir tua."


"Pantas saja Merry selalu tidak suka jika Lori berselisih dengan anak-anak penyihir yang jahat pada para kurcaci, ternyata ia bagian dari mereka. Dia sangat picik."


Belle sungguh geram karena merasa telah dibohongi sekian lama oleh Merry. Apalagi, Merry jugalah yang telah mencelakakan Orangtuanya.


Ah Belle sangat membenci Merry sekarang.


Sangat...

__ADS_1


Ya sangat.


**-----------------**


__ADS_2