Magic In Love

Magic In Love
34. Kisah Lama


__ADS_3

Flashback,


"Apa yang akan kau lakukan Raymond?"


Tanya Pangeran Noel saat melihat Pengeran Raymond kakaknya tampak membuat ramuan aneh di tempat persembunyiannya sejak kecil di tengah hutan bunga yang cukup jauh dari istana tempat tinggal mereka.


"Diamlah Noel, jangan berisik, nanti ada yang dengar."


Kata Pangeran Raymond dengan suara seperti berbisik.


Pangeran Noel mengerutkan kening menatap ramuan aneh di dalam pengki yang kini mulai mengeluarkan asap berwarna kehijauan.


Takut kakaknya akan marah, Pangeran Noel pun akhirnya memilih diam saja, ia memperhatikan saja apa sebetulnya yang hendak dilakukan sang kakak berikutnya.


Hingga akhirnya ramuan di dalam pengki itu kini diangkat, dan api yang digunakan Pengeran Raymond untuk memasak ramuan itupun dipadamkan hanya dengan sekali tiup.


Pangeran Raymond lantas menuang ramuan itu dalam satu wadah seperti kendi kecil yang dibungkus kain kusam dengan tali yang juga sama kusamnya.


Setelah semuanya selesai Pangeran Raymond menoleh ke arah Pangeran Noel.


"Berjanjilah kau akan merahasiakannya sampai mati."


Kata Pangeran Raymond.


Matanya yang berkilat-kilat tajam terlihat begitu menakutkan untuk Pangeran Noel, maka Pangeran Noel pun mengangguk saja, ia tak mau membantah.


Pangeran Raymond lantas mengajak Pangeran Noel pulang ketika hari telah larut malam.


Dengan keahliannya yang luar biasa, Pangeran Raymond mampu menyelinap dengan sangat cepat tanpa bisa diketahui penjaga istana yang sebetulnya sangat ketat.


Pangeran Raymond lantas menyuruh Pangeran Noel pergi ke kamarnya, sedangkan dia sendiri menyelinap ke bagian belakang istana.


Tujuannya adalah sebuah kamar seorang peri dayang Ibu suri yang belakangan dikabarkan akan dinikahi oleh Baginda Raja yang tak lain adalah Ayah pangeran Raymond.


Peri dayang itu adalah peri paling cantik yang pernah ada di dunia peri, namun bagi Pangeran Raymond, peri itu adalah peri terburuk yang pernah lahir di dunia mereka karena sejak kedatangannya ke istana Ibundanya Ibu Suri terus menerus menangis dan sakit-sakitan.


Ya, peri itu, Merry.


Merry, peri dayang yang kini mulai berlagak dan bersikap layaknya ratu di istana ini, mulai banyak mengatur para abdi di dalam istana melebihi sang Ratu.


Banyak abdi yang mengeluhkan sikap Merry yang mereka anggap sangat berlebihan, dan bahkan mulai meresahkan.


Pangeran Raymond yang pada dasarnya sudah kesal dengan kehadiran peri dayang itupun akhirnya semakin bertambah-tambah kesal, dan jadilah hari ini ia memutuskan membuat ramuan yang bisa menyudahi semuanya.

__ADS_1


Pangeran Raymond tampak celingak-celinguk memastikan semua aman, ia dengan gerakan sangat cepat menyelinap ke dalam bangunan khusus yang memang diperuntukkan ditinggali Merry.


Pangeran Raymond masuk ke dalam bangunan itu, ia mencari tempat rias Merry, dan juga ruangan untuk mandi Merry.


Pangeran Raymond yang melihat tempat kediaman Merry kini tengah kosong, maka langsung melaksanakan aksinya.


Pangeran Raymond dengan cekatan memasukkan ramuan telah dibuat sedemikian rupa itu ke alat-alat rias Merry, pun juga pada tempat Merry biasa mandi.


Ramuan yang kini berbentuk seperti cairan bening berwarna hijau itu terlihat dalam sekejap menyatu dengan alat-alat rias Merry dan juga tempat Merry biasa membersihkan diri.


Setelah semua dirasa cukup, Pangeran Raymond pun tersenyum miring, kini tinggal menunggu hasilnya saja. Satu kejutan tentu saja untuk peri dayang yang sok cantik itu.


Pangeran Tampan itu lantas keluar dari ruangan tempat tinggal Merry yang memang sengaja diistimewakan.


Pangeran Raymond menuju kamarnya sendiri dengan sikap seolah tidak melakukan apapun dan tak akan terjadi apapun.


Ia terlihat begitu tenang, bahkan ia tersenyum ramah pada setiap peri yang ada di istana.


Pangeran Noel mengawasi gerak-gerik kakaknya dari balkon kamarnya, agak merinding membayangkan apa sebetulnya yang sedang Pangeran Raymond rencanakan.


Hingga...


Tampak peri Merry melayang dari taman istana membawa beberapa bunga, ia pun sempat berpapasan dengan Pangeran Raymond yang terlihat tersenyum sekilas lalu.


Peri Merry masuk ke dalam tempat yang sengaja di sediakan oleh Raja untuknya, tak ada rasa curiga apapun dalam hatinya, ia seperti biasa menata banyak bunga di ruangan itu sambil bernyanyi-nyanyi riang.


Setelah semua bunga telah ia letakkan di tempat yang biasa ia memang gunakan untuk menata bunga, Peri Merry pun bersiap membersihkan tubuhnya.


Peri Merry masuk ke dalam ruangan untuk mandi, dan begitu sampai di sana, ia pun mulai menuang air ke dalam tempat yang seperti bak berbentuk bunga besar.


Begitu air telah penuh terisi, Peri Merry pun masuk ke dalam air di dalam bak itu.


Tanpa rasa curiga, ia terlihat menikmati ritual mandinya, dibasuhkan seluruh air ke tubuhnya yang putih bersih dan juga pada wajahnya.


Berkali-kali ia melakukannya, hingga..


"Apa ini? Kenapa wajahku gatal?"


Peri Merry tiba-tiba merasa wajahnya begitu gatal.


Panik, Peri Merry pun segera keluar dari bak mandinya, ia melayang menuju tempat riasnya. Ia mencari batu cermin yang ada di sana.


Dan...

__ADS_1


Betapa kagetnya Peri Merry, manakala dilihatnya pantulan wajahnya di batu cermin itu tampak dipenuhi titik-titik hitam,


"Hah, wajahkuuu... Wajah cantikkuuuu..."


Peri Merry menjerit sekuat tenaga, histeris ia melihat penampakan dirinya yang kini sangat berbeda dari sebelumnya.


Panik, Peri Merry mengambil alat rias apapun untuk wajah, ia harus membuat wajahnya kembali cantik,


Peri Merry lantas mengusap wajahnya dengan bahan kecantikan di tempat riasnya, dan...


"Oooh tidaaaak... Panaaaaas... Panaaaaas..."


Peri Merry semakin keras menjerit, ia merasakan wajahnya seperti terbakar, kulitnya seolah mengelupas.


Peri Merry pun keluar dari tempat tinggalnya, tampak banyak peri yang melihat peri Merry keluar dan tidak mengenali sosoknya.


"Ada penyusuuuup... ada penyusuuuup!!"


Peri-peri istana heboh,


"Aku peri Merry, aku peri Merry..."


Peri Merry berteriak, ia berusaha meyakinkan bahwa dirinya adalah peri Merry yang cantik jelita.


Tapi manalah ada yang percaya.


Yang mereka lihat saat ini adalah sosok jelek dan menakutkan, wajahnya penuh dengan bintik-bintik dengan hidung yang runcing seperti penyihir, kulitnya juga seperti setengah terkelupas, semua peri begitu jijik sekaligus takut.


Para peri penjaga bergerak cepat mengamankan istana.


Raja keluar dari istana dan menemukan keributan, peri Merry berteriak pada sang raja calon suaminya,


"Baginda... Ini aku, ini peri Merry."


Kata Merry.


Tapi, Raja justeru meminta para peri penjaga untuk melihat tempat tinggal Merry, dan begitu Merry tak didapatinya di sana, Raja bukannya percaya pada Merry, namun malah menuduhnya telah melakukan kejahatan pada Peri Merry.


Peri Merry pun segera diminta ditangkap dan dihukum, tapi Peri Merry dengan cepat melarikan diri,


Dalam kesedihan dan sakit hati yang memuncak, Peri Merry sempat melihat Pangeran Raymond di balkon kamarnya melambaikan tangan seolah mengejek.


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2