
Zizi dan Shane berdiri menghadap bangunan puri yang kini tampak diliputi cahaya keperakan.
"Apa ini?"
Tanya Zizi semacam gumaman.
"Sepertinya ini adalah ulah penyihir,"
Kata Shane seraya mendekatkan tangannya pada cahaya keperakan itu dan ia langsung nyaris terpental lagi jika saja Zizi tak cepat meraih tangannya.
"Ini jelas bukan kekuatan yang biasa-biasa."
Ujar Shane.
Zizi mengangguk setuju.
Ali dan Lori yang sempat tertinggal langkah Zizi dan Shane kemudian datang bersama Aunty Maria.
"Ada apa Kak?"
Tanya Ali,
Zizi menunjuk cahaya keperakan yang mengitari bangunan puri yang kini ada di hadapan mereka.
"Ini yang membatasi ruang gerak kita dari atas."
Kata Zizi pada Ali.
Lori mendekati Zizi,
"Ini sihir berusia ratusan tahun."
Tiba-tiba terdengar Lori berkata, membuat Ali, Zizi, Shane dan Aunty Maria menoleh ke arahnya.
"Sihir berusia ratusan tahun?"
Tanya Ali, tampak Lori membalas tatap mata Ali dan kemudian ia pun mengangguk.
__ADS_1
"Ya Ali, sihir ini adalah pagar yang sangat kuat yang hanya dimiliki para penyihir tua, dan..."
Lori mendekati cahaya keperakan itu,
"Dan hanya ada dua peri yang bisa melakukan juga,"
Kata Lori.
"Peri?"
Aunty Maria ikut bertanya,
Lori kembali mengangguk.
"Ya peri, keduanya adalah peri yang usianya juga sudah cukup tua."
Kata Lori.
"Siapa? Apa itu nenekmu?"
Tanya Aunty Maria lagi.
Meski ia seorang peri, tapi menurut Aunty Maria sosok Merry jauh lebih mirip dengan penyihir.
Lori cukup terkejut dengan tebakan Aunty Maria, karena hantu none Belanda itu seolah tahu saja apa yang dipikirkan oleh Lori.
"Ya, dia Merry."
Kata Lori akhirnya.
Zizi menghela nafas, ia tak terkejut sama sekali mendengar Lori mengiyakan jika Merry adalah peri yang memiliki kekuatan seorang penyihir tua.
Sudah jelas apa yang pernah dikatakan Nenek Zizi, bahwa Merry juga kelak bila memiliki Aquamarine bisa melakukan kerusakan sama halnya dengan peri jahat lainnya.
"Lalu, siap yang satunya selain Merry? Apa itu Oracle?"
Tanya Ali,
__ADS_1
Lori menggeleng,
"Oracle tidak sekuat itu, Oracle menjadi pemimpin bangsa peri adalah karena suaminya Pangeran Noel."
Kata Lori.
"Pangeran Noel?"
Ali mengerutkan kening, seingatnya ia tak melihat sosok itu di dunia peri saat dulu ia tersesat ke sana,
"Ya Pangeran Noel, aku juga tak pernah melihat sosoknya, karena saat aku kecil dia sudah tidak ada. Dia dipenjara oleh Raja Neptunus karena tertangkap saat masuk secara diam-diam ke kerajaan bawah laut untuk mengambil mutiara merah."
"Kenapa ia mencuri?"
"Konon katanya karena anaknya terkena kutukan Shilba Dolores, itu sebelum akhirnya istana mereka dikuasai oleh Shilba Dolores."
Ujar Lori.
"Ah jadi Oracle tak sehebat itu, pantas saja sekian lama istananya dikuasai Shilba Dolores tak ada satupun perlawanan yang bisa ia lakukan, bahkan ia diasingkan."
Ujar Ali.
Lori mengangguk mengiyakan.
"Jadi, jika benar ini sihir tua berusia ratusan tahun, siapa kira-kira yang melakukan ini?"
Gumam Zizi kembali ke pembahasan cahaya keperakan yang kini seolah memagari puri di hadapan mereka.
"Dan bagaimana caranya kita bisa masuk."
Tambah Aunty Maria.
Zizi mengangguk setuju dengan Aunty Maria.
Shane lantas mendekati sang isteri.
"Mungkin Jayapada bisa menghancurkannya."
__ADS_1
Kata Shane membuat semua menatap Shane dan merasa bahwa apa yang dikatakan Shane adalah benar.
**-----------**