Magic In Love

Magic In Love
30. Peri Hitam


__ADS_3

Sebuah cahaya keperakan melesat cepat ke arah para peri penjaga yang baru menyelamatkan Belle, untunglah mereka mampu menghindar.


Cahaya keperakan itu lantas mengenai satu pohon besar yang ada di dekat danau kematian, yang seketika pohon itupun kemudian tumbang.


"Kembalikan dia!!"


Seorang peri tua dengan pakaian hitam dan tongkat melesat ke arah para peri penjaga,


"Jangan, kumohon bawa aku pergi dari dia,"


Kata Belle memohon pada para peri penjaga.


Peri-peri penjaga itu saling berpandangan, lalu...


"Bawa dia kepada Oracle, dia juga adik Lori, dia pasti tahu di mana Lori berada."


Kata kepala peri penjaga.


Dua peri penjaga yang memegangi Belle pun mengangguk, mereka terbang melesat melintasi hutan terlarang untuk kembali secepatnya ke istana Oracle.


"Hey! Kembalikan dia padaku!!!"


Merry berteriak marah manakala para peri itu membawa pergi Belle.


Kepala peri penjaga dan beberapa anak buahnya tampak langsung menghadapi Merry.

__ADS_1


Tentu saja ini kesempatan baik untuk mereka karena sudah jelas tujuan mereka keluar dari istana kali ini adalah memburu Merry.


Peri tua itu telah membunuh dua peri penjaga, dan Oracle telah murka atas tindakannya.


Merry kini dianggap sebagai penjahat, peri jahat yang telah menentang istana.


"Diam kau peri tua! Justeru kau yang harus ikut kami kembali menghadap Oracle!!!"


Kata kepala peri penjaga.


"Kalian yang harusnya diam, tidak usah membawaku ke istana juga aku akan ke sana, setelah nanti ketiga pecahan Aquamarine telah aku dapatkan, kupastikan Oracle juga akan menyerahkan tongkatnya."


"Hahahaha... Hahaha..."


Para peri penjaga menertawakan Merry, mereka merasa bahwa peri tua itu sedang dalam kehaluan tingkat tinggi.


"Aku sudah terlalu muak dengan kalian semua, teruslah tertawa sebelum kalian nanti akan menangis dan bersujud padaku."


Kata Merry, yang bukannya membuat para peri penjaga itu berhenti tertawa, malah para peri itu semakin terpingkal-pingkal.


Mereka sungguh-sungguh merasa bahwa Merry sedang dalam titik halu paling tinggi.


Ya Merry, seorang peri tua yang sering dijuluki sebagai peri hitam, di mana ia adalah seorang peri namun belajar ilmu hitam para penyihir.


"Kalian kelak akan merasakan penyesalan karena hari ini menertawakanku."

__ADS_1


Kata Merry lagi, yang tanpa bicara apapun lagi, Merry lantas memberikan serangan yang cukup cepat.


Cahaya keperakan melesat seperti kilatan-kikatan petir yang memburu para peri penjaga.


Kepala peri penjaga yang melihat Merry kembali menyerang tentu tak tinggal diam. Sebagai peri terpilih dari seluruh peri perang yang dipilih sebagai kepala keamanan di istana Oracle, ia lantas dengan berani justeru menuju ke arah Merry.


Pertarungan dua peri beda usia itu pun kemudian tak terelakkan, duel kekuatan dan energi mereka berlangsung sangat sengit di atas danau kematian.


"Kau juga pasti akan bernasib sama sepertiku, dicampakkan istana."


Sinis Merry.


Kepala peri penjaga itu tak bergeming, jelas sekali keloyalannya tak bisa di ragukan.


Merry mengeluarkan cahaya keperakan lagi dari tongkatnya dengan diiringi mantra -mantra aneh,


"Oracle, ternyata ia juga sama seperti Ratu Ibu pangeran Noel, tak tahu terimakasih, tak tahu diri,"


Geram Merry, namun mana perduli para peri penjaga itu.


Mereka sama sekali tak perduli, mereka tak mau tahu apa sebetulnya alasan Merry dan Oracle kini berhadapan sebagai musuh.


Tentu saja, bagi para peri penjaga hanyalah mereka memiliki tugas melindungi dan menjaga pimpinan mereka dan istana pemimpin mereka.


Selain itu mereka sama sekali mereka tak peduli.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2