
Kembali masuk ke istana membuat Raymond rasanya begitu terharu, matanya berkaca-kaca, terutama karena tak ada Noel di sana.
Ibunya Lori di sampingnya menyentuh lengan sang suami.
Raymond yang semula terkena kutukan Merry pelahan kutukan itupun memudar seiring kekuatan Merry yang semakin hilang karena terpenjara.
Raymond kini kembali segagah dulu, seorang pangeran yang tentu saja juga tampak elok rupawan.
Oracle menatap Raymond yang kini begitu bersinar, hatinya tiba-tiba menjadi kecil, sungguh ia tahu jika sejatinya istana ini adalah hak Raymond bukan Noel.
Raymond lah putra mahkota yang seharusnya menggantikan Ayahnya, dan kini ia telah kembali, Noel mendapatkan mahkota karena Raymond tidak ada, dan kini semuanya akan kembali ke tempat asalnya.
Ah Noel...
Oracle ingin segera membawanya pulang, ingin mereka segera bisa bersama lagi.
Tapi...
Semua kini larut dalam kebahagiaan mereka sendiri. Mereka yang telah begitu lama dipisahkan dan berada di tempat pengasingannya sendiri-sendiri akhirnya kembali bersama.
"Oracle."
Tiba-tiba Raymond memanggil.
Oracle menatap kakak suaminya itu.
"Esok aku akan menjemput Noel berserta Isteriku, kau juga harus merasakan kebahagiaan yang sama dengan kami."
Kata Raymond, yang seolah tahu apa yang dipikirkan Oracle.
Enggan jika nantinya Oracle melakukan sesuatu yang jahat hanya untuk menyelamatkan suaminya, merusak kehidupan kerajaan bawah laut dan akan membuat permusuhan, maka Raymond memutuskan tak akan menunda penjemputan Noel.
__ADS_1
"Aku ikut Ayah."
Kata Lori.
"Aku juga."
Ujar Belle.
Raymond memandang kedua anaknya, lalu ia terlihat tersenyum,
"Tidak Lori, tugasmu bukanlah menjemput Paman Noel, tapi mengantar Tuan Muda Ali kembali ke rumahnya dengan selamat."
Ujar Raymond.
Lori lantas menoleh ke arah Ali, yang membungkuk ke arah Raymond mewakili kata terimakasih.
Raymond tersenyum, lalu melayang sejenak ke arah Ali untuk memeluk Ali.
Raymond mengusap kepala Ali, tangannya tampak bercahaya.
"Apapun energi negatif yang menyertaimu hari ini aku lenyapkan."
Kata Raymond.
Lalu Raymond mengalihkan pandangannya ke arah Lori.
"Antar Tuan muda Ali pulang dengan selamat anakku, ini adalah kewajibanmu."
Lori mengangguk menerima tugas dari sang Ayah.
Raymond lantas ke arah Marthinus dan Aunty Maria, tak lupa juga ia mengucap terimakasih kepada kedua mahluk itu.
__ADS_1
Dan...
"Sampaikan salam saya pada hantu tanpa wajah di hutan yang aku tinggal di sana selama ini."
Ujar Raymond pada Aunty Maria.
"Oh hantu itu, baiklah, akan aku sampaikan."
Kata Aunty.
"Dia telah banyak menolong selama ini, terutama memberikan informasi bila ada yang mencurigakan, meskipun tidak terlalu akurat, tapi cukup membantu."
Tutur Raymond.
Aunty Maria tertawa, ya pastinya, bagaimana bisa hantu itu memberikan informasi akurat, bicara dengan Aunty Maria saja menghadap ke pohon.
Raymond lantas melayang ke arah sebuah pintu yang tak terlihat dari satu lukisan yang ada di ruangan di mana mereka kini berkumpul, mengangkat kedua tangannya ke arah pintu itu.
Pintu itu pelahan terbuka, yang tampak kemudian memancarkan cahaya berkilauan.
Raymond lantas menyuruh Lori dan Ali mendekat, dan keduanya pun tanpa membantah langsung mengikuti permintaan Raymond.
"Tuan Muda Ali, saya hanya bisa mengantar sampai di sini saja, selanjutnya Lori yang akan menemani Tuan muda kembali ke dunia manusia, agar dipastikan bisa selamat."
Kata Raymond.
Ali mengangguk, Lori meraih tangan Ali, lalu dengan satu gerakan, ditariknya tangan Ali untuk melewati pintu yang kini terbuka itu.
Aunty Maria dan Marthinus pun menyusul Lori dan Ali, yang tentu saja setelah berpamitan dengan Ibunya Lori.
**------------**
__ADS_1