Magic In Love

Magic In Love
31. Misi Penyelamatan


__ADS_3

Ali dan Lori bergegas masuk ke dalam puri di mana Ibunda Lori dikurung, aroma mint dan juga suara sendu Ibu yang menyebut nama Lori terdengar dari arah atas puri.


Aunty Maria melesat terbang lebih dulu ke atas puri untuk melihat dan memastikan bahwa memang ada seseorang di sana.


Sementara Lori dan Ali yang akan menyusup lewat bawah tiba-tiba dihadang sejumlah mahluk berbentuk aneh seperti musang.


Mereka berlari dan menerjang dengan beringas ke arah Lori dan Ali.


Ali dengan kekuatannya, tanpa pikir panjang lagi langsung memutuskan berdiri menghadang mereka dan melindungi Lori.


Ali yang sejak kecil juga belajar bela diri, dari Karate dan juga wushu, dalam gerakan yang sangat cepat menangkis setiap serangan mereka.


Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, di mana tinju dan pukulan Ali sangat tepat di titik lemah lawan, Ali juga menambahkan kekuatan di atas rata-ratanya sebagai manusia ketika menghancurkan mereka.


Satu persatu dari mereka menggelepar sekarat, dan begitu mereka dalam posisi tak berdaya itu, Lori mengambil alih dengan menusuk mereka dengan jarum kecil yang keluar dari cincinnya.


Mahluk-mahluk itupun binasa dan berubah sebagaimana debu yang kemudian hilang tertiup angin.


"Haaai, di sini, ada yang terkuruuung..."


Aunty Maria berteriak dari atas,


Ali dan Lori saling berpandangan dan kemudian saling menganggukkan kepala.


Beberapa mahluk seperti musang kembali berdatangan, Lori dan Ali menghadapi mereka sambil berlari masuk ke dalam puri besar tersebut.

__ADS_1


"Kekuatanku seperti tersedot di sini, aku tak punya banyak energi Al, kita harus cepat."


Ujar Lori sambil berlari mengiringi Ali.


Aunty Maria di atas, di jendela yang di mana kini Ibunda Lori berdiri dan meminta tolong, tampak berusaha memecahkan kaca jendelanya.


"Menjauhlah dari jendelah Nyonya!"


Kata Aunty Maria.


Mendengar suara hantu yang kini tengah berusaha memecahkan kaca jendela ruangan ia terkurung, Ibunda Lori tampak panik mundur ke belakang.


"Siapa hantu itu!"


Seekor cicak penghianat terdengar bersuara, Ibunda lori yang mendengar Cicak bicara lalu akan pergi keluar dari ruangan segera mengejarnya.


Ibunda Lori mengambil seperti sapu untuk memukul cicak itu, tapi sang cicak dengan sigap langsung masuk ke dalam celah kecil di atap ruangan.


"Binatang menyebalkan!"


Kesal ibunda Lori.


Darr!!


Darr!!

__ADS_1


Darr!!!


Terdengar suara Aunty Maria yang masih berusaha memecahkan kaca jendela ruangan di mana Ibunda Lori dikurung.


Nyatanya, pagar gaib itu bukan hanya mengitari bangunan puri, namun di ruangan yang untuk mengurung Ibunda Lori juga dimantrai dengan mantra yang lebih kuat.


"Haiiish sial!!"


Aunty Maria kesal bukan main, rasanya ia sungguh-sungguh sudah mengeluarkan seluruh energinya, tapi tetap tak bisa menghancurkan mantera yang menghalangi kaca jendela dan dinding tempat Ibunda Lori di kurung.


"Nyonya, apa yang harus aku lakukan? Berikan aku perintah!"


Kata Aunty Maria lagi,


Setidaknya ia harus diberikan ide untuk melakukan sesuatu, sebagai hantu, tentu saja otaknya sudah kurang berfungsi dengan baik.


Ibunda Lori tampak celingak-celinguk, ia harus memikirkan sesuatu agar hantu yang tengah berusaha menolongnya itu berhasil.


Aah yah benar...


Tiba-tiba saja Ibunda Lori seperti mengingat sesuatu. Perempuan cantik itu mendekati kaca jendela di mana Aunty Maria menunggu di sana, dan tampak kemudian Ibunda Lori berkata...


"Suamiku... dia bisa mematahkan sihir ini, suamiku, Raymond..."


Kata Ibunda Lori.

__ADS_1


Hah? apa? Suami? Harus aku cari ke mana suaminya? Masa harus buat spanduk dulu? Haiiish... Aunty Maria menggelengkan kepalanya tak mengerti.


**------------**


__ADS_2