
Oracle membuka pintu istana selebar-lebarnya untuk kembalinya Raymond yang sejatinya adalah pangeran mahkota kerajaan para peri bunga.
Para abdi istana dan peri penjaga yang tersisa pun langsung bersorak menyabut begitu Oracle mengumumkan tentang sosok Raymond.
Raymond sekeluarga masuk ke dalam istana dan juga Ali beserta Aunty Maria dan Paman Marthinus.
Raymond, Ayah Lori menatap sekeliling istana yang telah begitu lama ia tinggalkan.
Sebuah tempat yang Raymond pikir tak akan pernah ia datangi lagi, yang ia sudah berniat tak akan kembali lagi.
Tapi...
Ternyata takdir menulis hal yang berbeda. Raymond akhirnya seperti dipaksa untuk masuk kembali ke lingkup istana.
Apalagi...
Raymond kemudian menatap dinding istana yang terlihat kosong,
Raymond mengarahkan tangannya ke dinding dan tampak muncul cahaya berkilauan dari tangannya itu.
Dan dinding istana tiba-tiba saja seperti sebuah kertas yang dimakan api, yang ketika seluruhnya sudah ditelan bara api, tiba-tiba saja muncul seperti ukiran di dinding tersebut.
Ukiran timbul yang bercorak warna begitu indah, yang menyajikan gambaran sebuah kehidupan para peri bunga.
__ADS_1
Raymond kembali melakukan hal yang sama pada setiap dinding di dalam istana, terutama ketika ia berada di tengah ruangan yang luar biasa luas, yang seperti digunakan untuk berpesta, atasnya juga terlihat ukiran-ukiran dari emas tentang Raymond dan Noel kecil.
Oracle yang selama ini tinggal di sana bahkan tak pernah tahu jika istana yang ia tempati ternyata seindah itu.
"Ada banyak yang berusaha berkuasa, istana ini merasakan banyak energi jahat, hingga ia seperti membunuh dirinya sendiri karena tak ingin dikuasai para peri dengan energi jahat."
Kata Raymond.
Ibunya Lori lantas berdiri di samping suaminya, ia tampak menengadahkan kepalanya ke atas, di mana kini cahaya bulan tepat ada di atas atap istana.
"Aquamarine..."
Lirih Ibunya Lori.
Ibunya Lori menerimanya, diletakkannya Aquamarine stone di atas tangannya, dan tampak langsung terpancar cahaya biru kehijauan seperti warna jamrud yang sangat indah.
Cahaya itu menyorot langsung ke atas, dan seolah menyatu dengan cahaya bulan.
Semua menatap kedua cahaya tersebut menyatu dan kini berpendar terang menyelimuti istana, dan lantas meluas ke seluruh wilayah kekuasaan kerajaan para peri bunga.
"Seluruh energi jahat dibersihkan, seluruh energi jahat disingkirkan, seluruh energi jahat dibinasakan."
Ibunya Lori komat-kamit.
__ADS_1
Lori tiba-tiba tubuhnya terangkat dengan sendirinya, melayang-layang di tengah sorot cahaya Aquamarine stone.
"Lori..."
Ali terlihat akan mengejar karena takut Lori dalam bahaya, namun Aunty Maria segera menahan Ali.
Di pegangnya lengan Ali dengan kuat.
"Biarkan Tuan Muda, ada yang harus keluar dari Lori."
Dan benar saja...
Tampak terpental sosok mirip Lori yang keluar dari tubuh Lori, sosok bergaun hitam itu kini yang melayang-layang, sementara Lori sendiri tubuhnya limbung ke bawah.
Kali ini Ali sigap menangkapnya, membuat Raymond dan Belle yang semula juga akan menolong akhirnya terlihat saling berpandangan begitu Ali justeru yang lebih cepat meraih tubuh Lori hingga tak sampai jatuh.
Aunty Maria yang merasa ia telah melakukan sesuatu yang tepat dengan menahan Ali agar tak mengganggu proses saat tubuh Lori mengeluarkan energi negatif, dan kemudian membiarkan ketika Ali menyelamatkan Lori.
Oracle terbang ke arah Ibunya Lori dan Raymond, ia kemudian membuka mahkota di atas kepalanya dan memindahkannya di atas kepala Ibunya Lori, dan kemudian memberikan tongkat emas yang semula ada batu Aquamarine juga di sana kepada Raymond.
"Dengan ini, kalian adalah penguasa kerajaan para peri bunga, berikanlah kami titah untuk melaksanakan penobatan resmi, kapan waktunya Pangeran Raymond dan isteri bersedia."
Ujar Oracle.
__ADS_1
**-------------**