Magic In Love

Magic In Love
40. Masuk Ke Dunia Peri


__ADS_3

Kembali ke tempat dan saat Ali dan Lori di dalam hutan berhadapan dengan para Dark Joe.


Ali berlari dan melompat dengan cepat, memukul dengan pukulannya yang kuat dan mengeluarkan energi yang membakar.


Gesit gerakan Ali sebagai pemuda yang tentu saja di latih bela diri dengan baik sejak kecil.


Ziyan, Ayah Ali menuntut Ali menjadi laki-laki yang sempurna pastinya. Yang bukan hanya cerdas, namun juga tangkas, kuat, ahli bela diri namun rendah hati dan baik.


Ali melepaskan pukulan dan tinju dengan teknik bela diri yang berkelas, dibalut dengan sebuah kekuatan alam yang entah ia dapatkan dari mana, beberapa Dark Joe berhasil terpental dan roboh dihajar Ali.


Lori dan Raymond yang kembali bangkit juga tak tinggal diam, mereka melawan Dark Joe dengan kemampuan mereka.


Tak juga terkecuali Aunty Maria, ia juga sama, ia berusaha untuk bisa membantu Ali dan Lori, ia tentu saja berusaha tidak akan mengecewakan Zizi yang telah memberikan dia amanah agar mendampingi serta membantu Ali menggantikan posisi Zizi yang sedang mulai berbadan dua.


Satu persatu para anggota monster Dark Joe pun tumbang, bersamaan dengan itu langit yang semula cerah tiba-tiba saja menjadi gelap.


Suasana menjadi terasa mencekam, manakala sebuah pusaran angin yang entah datang dari mana menyedot mereka semua.


Aunty Maria dalam kondisi yang begitu kacau itu berusaha menemukan Ali dan meraih tangannya.


Ia harus memastikan Ali tak akan jauh dari dirinya, Aunty Maria tak mau nanti Zizi murka jika Ali akan kenapa-kenapa dan ia selamat sendirian.


Dan...


Brak!!


Mereka semua tiba-tiba jatuh di atas pondok kayu yang telah rapuh hingga begitu kejatuhan sesuatu di atasnya, pondok itupun roboh.


Raymond yang pertama bangun lantas menarik Lori membantu anaknya berdiri, sedangkan Ali dan Aunty Maria masing-masing berusaha bangun sendiri.

__ADS_1


"Ayah."


Lori memekik sedih, ia memeluk Ayahnya dengan tangisan haru.


Raymond juga tak bisa menahan kesedihan hatinya, terakhir kali ia melihat Lori masih sangat kecil, dan kini ia telah tumbuh menjadi seorang gadis.


Sungguh Raymond telah kehilangan banyak sekali waktu untuk mendampingi anak-anaknya.


"Ayah... Ayah, syukurlah Ayah masih hidup."


kata Lori.


"Ya Ayah juga senang melihatmu selamat Lori, terimakasih kamu masih bertahan hingga hari ini anakku."


Lirih Raymond.


Kata Lori.


"Be...benarkah?"


Raymond merasa langsung memiliki kekuatan dan harapan lagi,


Lori menganggukkan kepalanya.


"Ibu berada di sebuah puri yang terpencil di puncak bukit Ayah, ia terkurung dengan mantera jahat Merry."


Raymond mendengar itu tentu saja langsung terlihat murka.


"Peri itu lagi? Jelas saja dia yang membuatnya semuanya menjadi kacau."

__ADS_1


Geram Raymond.


Lori menganggukkan kepalanya lagi,


"Ya Ayah, sekarang aku ingat semuanya, aku ingat jika aku sempat melihat Merry membawa Ibu entah ke mana hari itu, sampai kemudian aku didatangi seorang peri yang memberikan aku pecahan batu Aquamarine dan setelah itu entah kenapa aku tidak ingat apa-apa lagi."


Raymond mengangguk mengerti.


"Tidak apa-apa Lori, tidak apa-apa jika kamu tidak mampu mengingat semuanya."


Kata Raymond.


"Kamu dan Belle, apa kalian terpisah?"


Tanya Raymond.


"Ya Ayah, saat ini aku terpisah dengan Belle. Aku semula di paksa pergi ke dunia manusia, diminta untuk mencari Aquamarine yang lain."


Ujar Lori.


"Siapa? Siapa yang memaksamu?"


"Merry. Dia selama ini menjadi nenek kami, Merry menampung kami di pondoknya di dekat hutan bunga,"


Mendengar itu tentu saja Raymond jadi merasa heran,


Kenapa Merry bukannya membunuh kedua anaknya dan malah membawanya pulang untuk dibesarkan?


**-----------------**

__ADS_1


__ADS_2