Magic In Love

Magic In Love
66. Zizi Hilang


__ADS_3

"Jadi sebetulnya mereka di mana!!"


Brak!!


Ziyan menggebrak meja, para pengawal tertunduk di depannya, mereka tampak pucat, berbeda jika menghadapi Zion, bagi mereka Ziyan sangat mengerikan jika marah.


"Kami benar-benar tidak tahu Tuan, semenjak datang, Nona Zizi dan suami memerintahkan seluruh pengawal berada di halaman luar, dan yang berada di dalam hanya Mister Marthinus."


Kata kepala Pengawal Alpha Centauri yang ditugaskan berada di kediaman keluarga yang ada di Hokkaido.


Ziyan wajahnya memerah, jelas emosinya sedang tidak baik-baik saja.


Ziyan baru akan bicara lagi, saat tiba-tiba,


GUBRAK!!


BUKGG!!


Terdengar sangat keras seperti sesuatu yang jatuh dari langit di atas atap bangunan rumah.


Ziyan langsung melompat dengan cepat dan berlari mendahului para pengawalnya.


Gerakan Ziyan yang masih begitu gesit memang karena di sela kesibukannya mengurus perusahaan, Ziyan masih rutin bela diri.


Para pengawal ikut berlari menyusul di belakang Tuannya, termasuk para pengawal yang ikut dari Malaysia, yang tadi hanya berjaga di luar ruangan, tempat Ziyan memarahi pengawal yang bertugas di rumah Hokkaido.


Ziyan tampak berlari dengan cepat menuju arah sumber suara, di mana kemudian terlihat bangunan dekat gudang yang semula sudah ditutup ternyata dibongkar, dan kini sebagian atapnya terlihat ambruk.


Uhuk uhuk...


Terdengar suara orang batuk.


Ziyan tanpa ragu langsung menuju ke tempat asal suara yang letaknya di lokasi yang atapnya ambruk.


Dan...


"Astaga!"

__ADS_1


Ziyan sempat mundur dan langsung bersikap siaga, manakala dilihatnya orang bertubuh tinggi besar berdiri dengan tubuh penuh debu yang dihasilkan dari ambruknya atap.


Sosok itu lantas bergaya macam trio macan, yang menggoyang kepalanya dengan cepat, hingga rambutnya yang panjang sebahu itu berkibar-kibar ke sana ke mari.


Uhuk uhuk...


Kali ini semua akhirnya terbatuk, termasuk sosok hantu dan peri yang ada di belakangnya.


"Dasar bodoh, sudah bau apek, malah bikin debu."


Kata Aunty Maria kesal.


Ziyan yang gerakannya selalu sigap, begitu melihat sosok itu bergaya trio macan untuk mengusir debu dari tubuhnya, Ziyan langsung menutup hidung dan mulutnya dengan lengan kanannya.


Ziyan mengawasi sosok aneh yang begitu debu di sekujur tubuhnya berkurang baru nampak jika itu adalah Mister Marthinus.


"Mister."


Ziyan jelas tampak lega.


Dan semakin lega lagi, manakala di bawah dan di belakang Paman Marthinus terlihat Ali yang tampak berusaha bangun.


Gadis cantik itu cepat meraih tubuh Ali, dan menahannya agar tak sampai jatuh.


Ziyan terperangah tak percaya melihat Ali ternyata sudah punya pacar.


Dan...


Ah tunggu,


Apa karena ini tidak ada pengawal yang boleh masuk ke wilayah dalam kediaman utama?


"Ayah?"


Ali menatap Ziyan yang kini memandangi dirinya.


Ali dan Lori tampak berjalan mendekati Ziyan.

__ADS_1


Kaki Ali yang agak terkilir membuat langkahnya sedikit sulit, hingga Marthinus harus mendampingi dari belakang.


Aunty Maria melayang mendahului semuanya, ia jelas ingin menemui Zizi untuk melaporkan bahwa misi telah selesai.


"Dari mana kamu?!"


Tanya Ziyan pada Ali dengan nada suara cukup keras.


"Maaf Yah,"


Ali sedikit takut menatap mata Ayahnya.


"Kalian pergi ke dunia lain lagi?"


Tanya Ziyan.


Ali terdiam.


Akhirnya Marthinus yang mewakilkan bicara.


"Tuan Muda Ali masih terhubung dengan dunia peri yang pernah ia kunjungi, ia ditarik ke sana dan saya diminta Nona Zizi untuk menjemput. Sekarang Tuan Muda Ali sudah terbebas, dan Tuan Muda sudah berhasil pulang, jadi anda tidak perlu lagi terlalu cemas Tuan."


Ujar Paman Marthinus..


Tampak Ziyan menghela nafas, lalu...


"Kak Zizi ke mana dia? Katanya dia sedang hamil, di mana dia?".


Tanya Ziyan kali ini mengkhawatirkan keponakannya.


Ali dan Lori saling berpandangan, lalu kemudian dengan Marthinus.


"Zizi hilaaaaang."


Teriak Aunty Maria dari dalam bangunan rumah utama.


Hah?

__ADS_1


Hilang?


**-------------**


__ADS_2