Magic In Love

Magic In Love
53. Perjanjian Jaman Dulu


__ADS_3

Flashback,


Raymond terlihat menyusuri hutan terlarang mengikuti seekor kunang-kunang yang tiba-tiba saja mendatanginya.


"Ikutlah denganku Raymond..."


Suara itu terdengar sayup-sayup membangunkannya, dan ketika Raymond terjaga, tampaklah seekor kunang-kunang terbang di depan wajahnya.


"Kau ingin menyingkirkan peri Merry dari istana bukan? Jika benar, maka ikutilah aku, ada yang ingin bertemu denganmu."


Kata si kunang-kunang.


Raymond pun mengikuti si kunang-kunang menuju hutan terlarang.


Di tengah malam yang dingin, gelap dan tampak begitu hening, Raymond melayang menembus hutan yang nyaris tak pernah dijamah para peri peri bunga.


Hutan terlarang yang merupakan kawasan paling ditakuti para peri karena keberadaan danau kematian yang konon dihuni seorang Dewi yang memiliki kutukan kematian dan selalu menginginkan tumbal.


Namun...


Malam ini, Raymond seolah tak ingin peduli dengan apa yang menjadi mitos dari hutan dan danau tersebut, untuk Raymond yang terpenting adalah apa yang dikatakan kunang-kunang, bahwa ia bisa membantu Raymond menyingkirkan peri Merry.


Peri sok cantik yang mulai banyak tingkah sejak mendapat perlakuan istimewa oleh baginda Raja, ayahanda Raymond.


"Kemarilah Raymond, kemarilah..."


Kunang-kunang yang diikuti Raymond kini tampak menuju ke arah danau kematian.


Meskipun Raymond sebetulnya mulai ragu dan ingin cepat berbalik sebelum ada hal buruk terjadi, tapi rasanya keinginannya untuk menyingkirkan Peri Merry jauh lebih besar, maka karena itu, Raymond pun akhirnya memutuskan untuk tidak peduli dengan rasa ragu-ragunya.


Raymond melesat menyusul si kunang-kunang, namun si kunang-kunang begitu sampai di dekat danau kematian, tiba-tiba saja ia menghilang tanpa jejak.


Raymond yang merasa telah dijebak jelas saja menjadi marah.


Kemarahannya yang memuncak, mendorongnya untuk ingin memporak-porandakan semua ya dijumpainya.


Raymond terbang ke arah danau kematian dan hendak mengamuk manakala seorang perempuan muncul dari dalam danau.


Perempuan itu memakai gaun yang sangatlah panjang berwarna hitam.


Tangannya membawa setangkai bunga mawar berwarna merah darah.


"Raymond..."


Panggil perempuan bergaun hitam itu.


Tatapan matanya tajam menatap Raymond yang tertegun dengan kemunculan perempuan dari danau kematian tersebut.


Sungguh, ternyata apa yang dikatakan banyak peri adalah nyata, jika danau kematian benar ada penguasanya, dan kini penguasa itu berada di hadapan Raymond.


"Anak muda..."

__ADS_1


Perempuan itu ke arah Raymond seraya meminta Raymond mendekat,


Raymond pun mendekat, perempuan dengan wajah mengerikan itu lantas berkata lagi,


"Kau... bukankah kau ingin menyingkirkan seorang peri yang kini hidup di dalam istana?"


Tanya si perempuan bergaun hitam panjang serta wajah mengerikan.


Tampak kemudian Raymond mengangguk mengiyakan. Perempuan dengan gaun hitam itupun tampak tersenyum misterius,


Tapi...


"Aku akan membantumu."


Kata si perempuan kemudian.


Raymond lantas terbang mendekati si perempuan dengan gaun hitam panjang tersebut,


"Benarkah kau akan membantuku?"


Tanya Raymond, si perempuan bergaun hitam panjang itupun mengangguk.


Raymond menatap perempuan aneh itu,


"Apa yang akan kau lakukan untuk membantuku? Dan apa yang harus aku lakukan untuk membayarnya?"


Raymond bertanya,


Tampak kemudian perempuan bergaun hitam panjang itu tersenyum yang lebih mirip dengan seringaian.


Perempuan itu menyeringai, yang tampak langsung membuat Raymond sedikit curiga, khawatir jika perempuan itu hanya akan menjebaknya.


Namun...


Tiba-tiba, perempuan bergaun hitam panjang itu melemparkan setangkai bunga yang ada di tangannya.


Setangkai bunga itu dilemparkan pada Raymond,


"Tumbuk dan masaklah hingga menjadi ramuan, jadikan peri itu memakainya pada wajah, bunga itu telah aku isi dengan kutukan untuk siapapun yang memakainya akan berwajah sama sepertiku."


Raymond menatap perempuan berwajah mengerikan tersebut,


"Sebetulnya, siapa kau?"


Tanya Raymond.


"Peri banyak menyebutku sebagai Dewi kematian. Dulu aku adalah keturunan dari Raja penguasa wilayah para peri bunga, yang di mana salah satu saudara ku yang laki-laki adalah kakek moyangmu Raymond."


"Kakek moyangku? Maksudnya kau adalah bagian dari istana kami?"


Tanya Raymond terkejut.

__ADS_1


Perempuan bergaun hitam yang mengaku jika ia disebut sebagai Dewi kematian itupun mengangguk.


"Ya Raymond, dulu aku adalah bagian dari istana, lalu aku ditenggelamkan di sini dengan alasan sebagai tumbal, namun aku akhirnya hidup kembali dengan misi yang berbeda."


Ujar Dewi kematian.


Raymond tampak menatap Dewi kematian,


"Siapa yang menenggelamkanmu? Siapa yang melakukan hal seburuk itu padamu? Kenapa?"


Tanya Raymond.


Dewi kematian tersebut tipis,


"Karena aku cantik, lalu aku dianggap mengganggu saudara lainnya mendapatkan perhatian dari baginda raja."


'Hanya karena itu kau ditenggelamkan di danau kematian ini?"


Tanya Raymond heran,


Bagaimana bisa ada saudara yang begitu jahat hingga tega mencelakai saudara sendiri.


"Aku ingin kembali ke istana Raymond."


Kata Dewi kematian.


"Kembali ke istana? Bagaimana caranya?"


Tanya Raymond.


Dewi kematian tersenyum,


"Dengan menitiskan sebagian dari diriku melalui kau, hingga saatnya nanti tiba, aku dan dia bisa menyatu lalu bisa kembali ke istana."


Mendengarnya Raymond mengerutkan kening,


"Ba... Bagaimana bisa?"


Tanya Raymond yang sungguh masih tak bisa mengerti kenapa dan atas alasan apa


"Tak perlu kau banyak bicara, lakukanlah apa yang sudah menjadi keinginanmu untuk menyingkirkan Peri Merry, dan aku juga akan melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan."


Kata Dewi kematian pada Raymond.


Raymond tampak masih memilih diam, saat kemudian si Dewi kematian menghampiri Raymond, mengulurkan tangannya ke atas kepala Raymond dan mengeluarkan energi yang luar biasa besar.


Raymond merasakan ada sesuatu yang masuk dari atas kepalanya, hingga sampai ujung jari kaki,


Hingga kemudian Raymond tak sadarkan diri, yang lantas tiba-tiba begitu ia sadar sudah ada di atas tempat tidurnya seraya memeluk setangkai bunga yang sama persis seperti apa yang Raymond dapatkan dari Dewi kematian.


Ya perjalanan yang seperti mimpi itu seakan benar-benar terjadi dan baru saja Raymond alami.

__ADS_1


Di mana ia memang sungguh butuh cara paling mudah membuat Peri Merry hengkang dari istana.


**----------------**


__ADS_2