Magic In Love

Magic In Love
23. Musuh Nyata


__ADS_3

"Apa kalian bilang? Dua peri penjagaku dibunuh Merry?"


Oracle tampak sangat murka mendapat laporan dari salah satu peri yang menyelinap dan melihat dengan kedua matanya sendiri Merry membunuh dua peri penjaga.


"Benar Ratu, ternyata desas-desus jika Merry sebetulnya bukan bagian dari kita akhirnya terbukti, dia bukan peri, dia monster."


Ujar si peri yang melapor pada ratunya itu.


Oracle tampak berdiri dari singgasananya.


"Merry, tak kusangka kau adalah musuh juga."


Oracle geram luar biasa, beberapa peri penjaga yang merasa sangat kehilangan dua anggota mereka lantas meminta ijin untuk menyerbu kediaman Merry pada Oracle.


"Biar kami yang hadapi tua bangka itu Ratu, kami akan bawa dia ke hadapan anda dalam keadaan hidup ataupun mati."


Kata pemimpin peri penjaga.


Tampak ia wajahnya bahkan sampai merah karena marah, sangat marah bahkan.


Oracle menatap para peri abdi setianya, terutama pemimpin peri penjaga tersebut.


"Ya baiklah, tangkap Merry dan kedua cucunya karena pembangkangan dan pembunuhan yang mereka lakukan pada anggota istana. Jika mereka melawan, maka bunuh dan seret mayatnya ke hadapanku!!"


Kata Oracle murka.


Para peri penjaga pun lantas berterbangan keluar dari istana Oracle, mereka membawa kemarahan dan dendam kesumat yang menyala-nyala.


Mereka sangat menginginkan membunuh Merry dengan kedua tangan mereka untuk membalas apa yang Merry lakukan pada kedua anggota mereka.


Peri-peri penjaga itu terbang dengan sangat cepat, mereka membawa senjata-senjata mereka yang siap menghancurkan Merry dan siapapun yang berusaha membela Merry.


Oracle sepeninggal para peri penjaga mengamuk, ia merasa sangat bodoh karena sempat membiarkan Merry begitu dekat dengannya.


Merry yang dulu ia pikir hanya buruk rupa saja tapi tetap adalah sosok peri baik yang jelas berbeda dengan Shilba Dolores.


Oracle bahkan sangat mempercayai Merry, bahkan tongkat Aquamarine stone miliknya sempat ia berikan pada Merry ketika digunakan Lori membebaskan istana dari Shilba Dolores.


Ah untunglah, Oracle bisa membuat Belle sakit parah hingga Lori mau tidak mau menemuinya dan mengembalikan tongkatnya demi obat untuk Belle.


Untunglah banyak peri hutan yang masih setia pada Oracle dan bersedia meracuni Belle.


Sayangnya, Oracle tak mampu mengambil Aquamarine stone yang ada pada Lori begitu saja.


Oracle tak memiliki alasan untuk mengambilnya secara baik-baik, hingga kini ia merasa harus mengambilnya secara paksa saja.


Ia sudah mendapatkan berulangkali kabar buruk bahwa akan ada sesuatu yang terjadi pada wilayahnya.


Tak banyak waktu lagi yang tersisa untuk Oracle mempertahankan kekuasaannya dengan menjemput Noel dari kerajaan bawah laut yang di bawah kekuasaan Raja Neptunus.


Oracle mengamuk dan pergi ke ruangan di mana banyak pecahan cermin ajaib milik Shilba Dolores yang dulu hanya dipakai untuk bertanya siapa mahluk Tuhan yang paling cantik.


Kini Oracle tentu tak memerlukan itu, karena semua peri dan semua mahluk yang hidup di wilayah kekuasaan Oracle sudah sangat mengerti jika Oracle adalah peri tercantik, setelah Lori...

__ADS_1


Ah yeah...


Lori, dia mendapatkan kecantikannya dari Ibunya.


Peri tercantik itu, yang begitu dicintai Raja Neptunus, yang bahkan diberikan batu Aquamarine dengan alasan hatinya yang semulia permata.


Oracle menatap pecahan-pecahan cermin ajaib yang di tata di dinding laksana puzzle.


Tampak di sana wajah cantik seorang peri yang tak lain adalah Ibunya Lori.


Oracle mencengkram tongkatnya.


"Kau... bahkan saat kau tak ada, aku masih saja tak bisa bahagia, kenapa??!!! Kenapa?!!!"


Oracle histeris.


**--------------**


"Hah..."


Lori terduduk tiba-tiba, wajahnya terlihat seperti panik, matanya nanar menatap lurus ke depan.


"Lori..."


Panggil Zizi yang masih duduk dan bicara serius dengan Ali.


Lori yang mendengar suara Zizi langsung menoleh ke arah Zizi.


"Nona."


"Ada apa?"


Tanya Zizi.


"Belle."


Lori menyebut nama adik laki-lakinya.


"Kenapa Belle?"


Tanya Zizi lagi.


Lori matanya meremang,


"Aku merasakan sesuatu atas Belle, aku merasa dia sedang dalam bahaya Nona, aku merasakan Belle sedang dalam bahaya."


Ujar Lori.


Zizi baru akan bicara, saat dari luar terdengar suara Aunty Maria memanggil dirinya,


"Zizi... Zizi..."


Panggil Aunty Maria.

__ADS_1


Zizi, Ali dan Lori menatap pintu ruangan tempat Ali tinggal, yang tentu saja Aunty Maria tak masuk lewat sana, melainkan menembus dinding di belakang Ali duduk.


"Set dah, kagetin."


Keluh Ali.


Lori yang semula wajahnya begitu gelisah, jadi tampak tersebut manakala melihat ekspresi lucu Ali yang kaget Aunty Maria muncul begitu saja dari dinding belakangnya.


"Di gudang, ada suara perempuan."


Kata Aunty Maria.


"Siapa?"


Zizi dan Ali langsung berdiri dari duduk mereka, begitu juga dengan Lori.


"Aromanya sama dengan Lori."


Aunty Maria menunjuk Lori yang mengedip-ngedipkan matanya.


"Di mana perempuan itu?"


Tanya Zizi.


"Sepertinya dia terjebak di satu tempat yang gudang adalah pintu ke sana."


Jawab Aunty Maria.


"Cermin milik Nenek lagi kah?"


Tanya Zizi.


Aunty Maria menggeleng.


"Shane sedang mencari, tapi aroma mint dan suaranya jelas terdengar di sana."


"Kita ke sana sekarang."


Kata Zizi, Ali mengangguk.


Mereka lantas bersama keluar dari ruangan tempat Ali tinggal.


Lori berusaha menjajari langkah Ali, ia masih sedikit sempoyongan karena mabuk, membuat Ali terpaksa meraih tangannya dan menggandengnya agar Lori tak sampai jatuh.


Lori yang diperlakukan semanis itu wajahnya jadi berseri-seri. Lupa ia akan firasat yang baru saja ia dapatkan atas bahaya yang tengah mengancam Belle.


Peri cantik itu menatap Ali yang cool saja mengikuti langkah Zizi di depannya.


Hantu Aunty Maria bahkan sudah lebih dulu mendahului mereka kembali ke gudang di mana Shane tengah mencari sumber suara dan aroma mint yang mereka dapatkan begitu pembongkaran gudang berhasil.


Zizi menghela nafas, ia sebetulnya tak berharap ada kasus berat ketika ia sedang ingin berlibur.


Tapi tampaknya, kekhawatirannya atas Ali yang bisa saja kapan waktunya akan terhubung lagi dengan dunia peri di mana Lori tinggal kini telah ada di hadapan mereka, yang mau tak mau mereka harus hadapi dengan berani dan sebuah keharusan tentu saja untuk Zizi sebagai saudara dengan usia yang lebih tua harus menemani Ali menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2