
Jedar... oh oh jedar jeder der der dor... ya begitulah suara serangan yang tiba-tiba terdengar membahana di seantero istana yang kini dihuni oleh Oracle.
"Oracle, apa kae son? Suara apa kae?"
Belle tiba-tiba jadi ngapak karena saking kagetnya.
"Walah, kamu kenapa bicaranya seperti itu?"
Oracle ketakutan mendengar Belle bertanya dengan suara ngapak.
Tapi, Belle tentu tak sempat menjelaskan bagaimana duduk perkara, apalagi berdiri perkara kenapa ia jadi bisa berubah.
Serangan yang begitu ramai kini telah masuk ke wilayah istana, ini jelas sudah sangat genting.
Belle tampak sigap melompat ke arah Oracle yang merupakan Bibinya itu, menarik Oracle menjauh dari dekat jendela istana dan membawanya bersembunyi.
"Kau harus selamat Ora,"
"Hah Ora? Ora apa?"
Oracle celingak-celinguk,
Belle garuk kepala.
"Habis namamu susah, udah pokoknya kamu harus selamat, karena istana ini harus dipertahankan."
Ujar Belle.
"Lho, tidak bisa Belle, justeru kamu lah yang harus selamat, kamulah keturunan laki-laki dari istana ini yang tersisa. Kamu ini adalah sisa-sisa daripada silsilah raja istana para peri bunga."
Oracle ganti berdiri dan mendorong Belle agar anak itu biasa bersembunyi di dalam lukisan.
"Tapi..."
__ADS_1
Belle akan melompat lagi, tapi Oracle langsung memukul kepala Belle dengan tongkatnya.
Namun sayangnya pukulannya terlalu keras, hingga membuat Belle jadi hilang kesadaran.
Towweng...
Aduh, sial!
Oracle tepuk jidat sampai mahkotanya menceng.
"Ratu... Ratuuuu, kamu di mana? Dengan siapa? Dan berbuat apa?"
Beberapa peri penjaga tiba-tiba muncul dalam keadaan begitu panik.
Mereka terlihat membawa senjata-senjata di tangan.
"Para penyihir tua dan sekelompok Dark Joe menyerang."
Lapor para peri penjaga yang kini masuk ke dalam ruangan di mana Oracle berada.
Oracle terlihat semakin panik, ia sejenak melihat ke arah lukisan, di mana Belle kini tak sadarkan diri di dalam lukisan puluhan kupu-kupu dalam aneka warna yang terlihat berterbangan dengan indah.
"Anda harus sembunyi Ratu, mereka pasti menginginkan kematianmu."
Kata salah satu peri penjaga yang tampak membawa sebilah pedang emas.
Oracle terlihat menatap jendela di mana kini di luar sana langit yang semula sudah mulai hitam kini diliputi warna merah.
Peperangan para peri penjaga dan juga abdi istana dengan para penyihir tua serta mahluk-mahluk peliharaan mereka yang masih sedikit tersisa itu berlangsung sangat sengit.
"Tidak! Pemimpin pantang sembunyi, semua sudah terlanjur terjadi, ada ataupun tanpa Noel, aku akan hadapi ini semua, aku tak akan melakukan kesalahan lagi seperti pengecut. Aku tidak mau mengulang sejarah menjadi pecundang seperti saat aku lari dari peperangan melawan Shilba Dolores."
"Tapi... Tapi Ratu, istana ini membutuhkan anda."
__ADS_1
Para peri penjaga tentu saja tak bisa membiarkan Oracle dalam bahaya.
"Tidak. Aku bukanlah keturunan asli istana ini, aku hanyalah peri biasa yang menjadi ratu karena menikah dengan pangeran Noel. Saat ini, yang berhak atas istana ini adalah Belle."
Kata Oracle pada para peri penjaga.
"Belle? Kenapa Belle?"
Mereka tampak saling berpandangan satu sama lain karena tak mengerti dengan apa yang dimaksud Oracle dengan Belle yang berhak atas istana para peri bunga.
"Ketahuilah para peri penjaga, Belle itu adalah anak Pangeran Raymond,"
Kata Oracle.
"Bagaimana bisa?"
"Ya kenapa begitu?"
"Apa maksudnya?"
Semua pertanyaan muncul di tengah para peri penjaga istana.
Oracle mengacungkan tongkatnya ke arah lukisan kupu-kupu di mana Belle di sembunyikan.
"Pangeran Raymond, dia dan keluarganya tercerai berai karena ulah Merry dan para penyihir tua, kalian bantulah istana ini mendapatkan ahli waris yang sebenarnya, dan Belle adalah salah satu kandidat yang berhak duduk di singgasana kekuasaan Istana ini bila Ayah dan Pamannya Noel tak bisa kembali."
Kata Oracle.
Para peri penjaga tampak melongo, mereka tak menyangka jika Belle adalah pangeran istana tersebut,
"Aku lindungi dia dengan kekuatan Aquamarine, ia baru akan bisa keluar jika yang mengeluarkannya juga memiliki Aquamarine. Jagakan lukisan ini."
Ujar Oracle, lalu...
__ADS_1
**--------------**