Magic In Love

Magic In Love
72. Peri Yang Polos


__ADS_3

"Waaaaaw..."


Para pelayan rumah Hokkaido menatap takjub saat Lori menjentikkan jarinya dan tiba-tiba sayuran berubah jadi bunga.


Lori cekikikan melihat para pelayan takjub pada apa yang ia lakukan.


Di dunia peri, mana ada yang melihatnya dengan takjub, semua bisa melakukannya. Jika ia merubah semua pohon jadi bunga pun, yang ada ia akan kena marah, bukan dikagumi.


Lori yang diminta Ali membawa nasi untuk Ali makan malah jadi heboh melakukan pertunjukkan sulap.


Para pelayan senang melihat Lori melakukannya karena mereka pikir Lori memang sama saja seperti para pesulap, yang biasa mereka lihat di TV.


Sampai setengah jam lebih Lori tak juga kembali, akhirnya Ali yang sudah sangat lapar menghubungi dapur dari kamarnya menggunakan alat khusus yang memang dihubungkan dari setiap ruangan ke ruangan lain.


"Bawakan saya makanan ke tempat, saya lapar."


Kata Ali.


Mendengar suara Ali menggema di dapur, Lori dan para pelayan pun tampak terkejut, dan seketika pagelaran sulap ala Lori pun bubar.


"Aku lupa aku harusnya membawakan Ali makanan."


Pekik Lori.


"Aduh gawat, kenapa kau sampai lupa Nona."


Semua pelayan langsung panik, mereka pun cepat menyajikan makanan yang untungnya mereka memang sudah memasak.


"Apa ini nasi?"


Tanya Lori menunjuk tempura.


"Bukan, ini tempura."


"Jadi ini?"


Tanya Lori lagi menunjuk sayur."


Lori sangat penasaran bentuk nasi karena di dunia peri tidak ada.


Mereka selama ini hanya makan kue madu dan coklat, tidak ada nasi, dan semua makanan di dunia manusia itu tampaknya enak-enak.


"Nah, kami sediakan dua mangkuk nasi, untuk Tuan Muda Ali dan Nona Lori, kami bantu bawakan saja Nona."


Kata kepala pelayan.


Lori mantuk-mantuk senang.

__ADS_1


Manusia sangat baik, Lori menyukai mereka.


Hmm, apakah Lori boleh tinggal di sini?


Batin Lori sambil kemudian akan melayang keluar dapur, saat ia ingat Ali melarangnya melayang seperti hantu.


Lori akhirnya kembali berjalan seperti manusia, mengikuti langkah dua pelayan yang kini membawakan nampan berisi makanan untuk Ali dan Lori.


Sampai di tempat tinggal Ali yang terpisah dari bangunan utama rumah, tampak Lori langsung membukakan pintu tanpa mengetuk, sudah macam ruangan pribadinya sendiri juga.


Hal ini tentu membuat para pelayan jadi senyum-senyum.


Sudah jelas Ali dan Lori memiliki hubungan tak biasa, bahkan sepertinya mereka sudah sangat jauh.


Ah pelayan gadis siap-siap patah hati, karena Tuan mudanya yang sangat tampan itu kini telah memiliki seorang kekasih yang memang cantiknya tiada banding tiada tanding.


Mungkin dia operasi plastik di Korea Selatan, hingga wajahnya bisa secantik itu.


Pikir dua pelayan yang kini masuk ke ruangan Ali membawakan makanan.


Ali berdiri sambil melipat tangannya dan sedikit bersandar di dinding karena lemas.


Ia menatap Lori yang senyum-senyum padanya.


Sebetulnya Ali semula ingin memarahi Lori, karena harusnya ia pergi ke dapur untuk minta pelayan membawakan makanan malah dia sendiri juga tak kunjung kembali.


Ah sudahlah, Ali yang semula kesal kini tak jadi bisa marah karena melihat Lori senyum-senyum begitu.


"Kami letakkan di meja biasa ya Tuan?"


Pelayan yang mengantar makanan membuyarkan pikiran Ali.


Tampak Ali pun mengangguk.


"Ya baiklah."


Kata Ali akhirnya.


Ali akan berdiri untuk berjalan menuju meja makan lesehan depan TV tempat tinggalnya, tapi ia tiba-tiba kunang-kunang, jelas ia belum makan berhari-hari dan energinya terkuras habis untuk melawan banyak musuh membantu Raymond.


Melihatnya Lori langsung sigap menolong, ia merangkul Ali, dan membantunya berdiri.


Wajah mereka dalam posisi seperti itupun jadi terlihat sangat dekat, kedua mata mereka saling bertatapan satu sama lain.


Dalam sekian detik, dunia tiba-tiba terasa kosong, para pelayan tiba-tiba seperti tidak ada, bahkan othor juga tidak ada, kan apa banget dah.


Tapi...

__ADS_1


Hanya sekian detik, saat kemudian Ali sadar dan memutuskan mengalihkan pandangan matanya.


Ia yang seperti Ayahnya, yang cool tapi begitu berurusan dengan gadis yang ia sukai jadi suka gugup setengah mati kini berusaha melepaskan rangkulan Lori.


Tapi, Lori malah bukannya melepas rangkulannya, justeru memeluk Ali.


"Aku menyukai mu Ali, bolehkah aku tinggal di sini? Bersamamu? Bolehkah?"


Tanya Lori sambil memeluk Ali yang langsung jantungnya mau melompat keluar.


"Aku bosan tinggal di dunia peri, di sana tidak menyenangkan, apalagi aku yakin Ayah dan Ibu akan tinggal di istana, aku tidak suka."


Kata Lori lagi.


"Ta... Ta... Tapi..."


Ali gugup luar biasa, dadanya berdegup sangat kencang, apalagi kini Lori yang semula menenggelamkan wajahnya di dada Ali mulai menengadahkan wajahnya lagi hingga matanya bisa menatap Ali lebih dekat lagi.


Lori menatap wajah Ali yang memerah, membuat Lori jadi tertawa geli.


"Ap... Apa... Kamu tertawa apa?"


Tanya Ali pura-pura kesal.


Lori mengusap wajah Ali, lalu mencubit hidungnya yang bangir.


"Ali sangat tampan, sangat sangat sangat tampaaaaan..."


Puji Lori tanpa malu-malu, tentu sesuatu yang tak akan dilakukan manusia biasa, dan Lori melakukannya karena ia memang bukan manusia.


Dan...


Cup...


Tiba-tiba Lori mencium bibir Ali, membuat Ali terhuyung saking kagetnya.


"Ka... Kamu."


Tapi belum lagi Ali bisa mengatakan sesuatu lagi, Lori kembali mencium Ali.


Dua pelayan yang semula masih baru akan keluar dari ruangan Ali tampak terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Dan...


Tentu saja mereka langsung lari pergi dari tempat Ali takut nanti bisa dikurangi gajiannya karena sudah melihat salah satu ahli waris Alpha Centauri pacaran.


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2