
"Apa yang kalian lakukan!!"
Tiba-tiba terdengar suara Merry yang menggelegar marah.
Dua peri penjaga yang sedang berusaha mencari tahu apa yang ada di balik dinding di dekat perapian tampak terkejut begitu mendengar suara Merry.
Sorot mata tajam Merry tampak sangat menakutkan ke arah keduanya, membuat kedua peri penjaga itu langsung mensiagakan diri karena takut Merry akan melakukan serangan terhadap mereka.
"Berani-beraninya kalian menghancurkan rumahku!"
Merry berteriak keras, tongkat di tangannya seolah bersiap diayunkan kepada kedua peri penjaga tersebut.
"Merry, ikutpah dengan kami dan serahkan Lori serta batu Aquamarine sekarang, ratu Oracle memintanya hari ini!"
Kata si peri satu,
Merry semakin menajamkan tatapan matanya.
"Berani sekali kalian meminta itu padaku setelah semua yang kalian lakukan!!"
Kata Merry.
"Ini adalah perintah ratu Oracle!"
Kata peri dua yang ketus.
"Apa hanya karena ini perintah Ratu Oracle lalu kalian bisa dengan seenaknya masuk ke dalam rumah seseorang dan menghancurkan isinya!!"
Bentak Merry.
"Ini karena cucu laki-laki mu mencurigakan, ia pasti menyembunyikan Lori."
Kata si peri dua lagi, ia tentu saja tak mau disalahkan,
"Kalian juga yang mengikatnya!!"
Merry semakin marah,
__ADS_1
"Kami harus menemukan Lori dan batu Aquamarine, tugas kami adalah melaksanakan perintah ratu pemimpin kami."
Kata kedua peri penjaga pada Merry.
Merry yang merasa sangat marah rumahnya diacak-acak seenak mereka, tak tahan lagi dengan alasan kedua peri yang ada di hadapannya itu.
"Diamlah kalian! Aku tak mau dengar alasan pembenaran diri kalian!!"
Merry lantas mengarahkan tongkatnya dan dari tongkat itu keluar seperti energi yang begitu besar hingga membuat kedua peri itu terpental ke belakang.
Merry menghantam mereka lagi dengan tongkat yang ada di tangannya, seolah tak mau memberi ampun dengan apa yang mereka lakukan.
Kedua peri penjaga itu tak tinggal diam, keduanya melakukan perlawanan dengan mengembalikan serangan Merry lagi.
Merry yang meski telah tua itu nyatanya cukup tangguh dan sangat gesit menghindari serangan kedua peri yang jauh lebih muda dari dirinya.
Merry menghantam kedua peri itu lagi dengan tongkatnya, serangannya kali inipun mampu membuat peri satu terpental hingga keluar dari pondok dan tubuhnya menabrak pohon di mana ia mengikat unicorn milik Belle.
"Dasar tua bangka!"
Peri dua menggeram marah.
Merry juga tak kalah marah, kedua energi mereka bertemu di udara, menimbulkan suara seperti ledakan besar.
Keduanya sama terpental.
Belle bergerak berusaha sekuat tenaga untuk bisa terlepas dari ikatan tali peri penjaga tersebut,
Merry melayang sambil mengayunkan tongkatnya kembali, ia menyerang kedua peri penjaga yang telah lancang mengobrak-abrik rumah Merry.
Pertarungan mereka pun terus berlanjut, yang lantas akhirnya berakhir dengan terlukanya peri satu yang setelah menerima serangan Merry hingga terpental ke pohon, maka sekali lagi peri satu itupun mendapatkan hantaman tongkat Merry hingga peri satu ambruk ke tanah.
Peri dua melihat peri satu yang ambruk tentu saja marah luar biasa, ia hendak menyerang Merry, tapi peri satu segera menghalangi,
"No... sudahi, sudahi!"
Teriakan peri satu itupun seolah memaksa Peri dua untuk menahan serangannya pada Merry,
__ADS_1
Peri dua bersiap melayang melesat membantu peri satu, namun ia justeru dihantam dengan keras oleh kekuatan tongkat Merry.
Peri dua yang wajahnya ketus itupun seketika memuntahkan darah segar, ia terpental dan tubuhnya mengenai pohon besar yang kemudian tumbang, yang lantas pohon itu juga tumbang menindih peri dua.
Merry mengacungkan tongkat yang ada di tangannya lagi, seperti tak puas hanya dengan melukai peri dua, ia menginginkan kematian peri itu.
"Tidaaaak!!"
Peri satu berteriak histeris seraya memaksakan dirinya untuk terbang dan melindungi si peri dua dari serangan Merry, yang tentu saja serangan itu langsung membuat tubuh si peri satu menggelepar kesakitan.
Peri dua yang tertindih pohon tak bisa melakukan apapun melihat peri satu yang sekarat dan kemudian dipukul dengan keras oleh Merry dengan tongkatnya.
"Keterlaluan kau Merry!! Sudah kuduga kau bukan peri, kau adalah monster yang berpura-pura jadi bagian dari peri!!"
Teriak peri dua di bawah pohon yang menindihnya.
Kedua mata cekung Merry mengarah kepada peri dua yang ada di bawah pohon yang tumbang,
"Akan kubuat kalian tetap bersama, rasakan ini!!"
Merry menghajar peri dua dan lantas peri dua itupun sama menggelepar kesakitan.
Semua yang ada di sana tampak melongo, Belle, Unicorn dan para kurcaci yang ada di dekat pondok Merry, pun juga termasuk para peri dari istana Oracle yang menyadari keributan dua peri penjaga dengan Merry.
Merry mata cekungnya tampak merah, ia celingak-celinguk seperti binatang liar yang lapar.
Belle belum pernah melihat Merry seperti itu menjadi sedikit takut,
Merry, sungguhkah ia adalah peri jadi-jadian di mana sebetulnya benar ia sesosok monster?
Siapa dia sebetulnya?
Inikah alasan kenapa ia dan Lori disuruh bersembunyi dari Merry dengan meninggalkan hutan bunga?
Inikah alasannya?
Belle yang terikat tubuhnya oleh tali keemasan peri satu yang mati tergeletak itupun tampak ketakutan saat akhirnya mata cekung Merry menatapnya.
__ADS_1
Dan...
**-----------**