Magic In Love

Magic In Love
47. Unicorn


__ADS_3

"Tuan, apakah anda teman Lori anakku?"


Tanya Ibunda Lori.


Marthinus membungkuk dengan sopan.


"Perkenalkan, saya Marthinus, saya diutus oleh Nona Zizi sebagai saudara Tuan Muda Ali, saya ditugaskan untuk membawa pulang dengan selamat Tuan Muda Ali yang membantu Nona Lori menemukan seluruh serpihan Aquamarine stone dan juga menyelamatkan anda."


Setelah memperkenalkan diri, Marthinus kemudian berdiri.


"Silahkan anda memberi saya perintah, selama saya bisa membantu dan bisa segera dapat membawa pulang Tuan Muda Ali, saya akan lakukan perintah itu Nyonya."


Kata Marthinus.


Ibunda Lori tersenyum, ia melayang dengan gaun putihnya yang indah.


Berbeda dengan hantu yang menyeramkan, para peri begitu cantik dan elok ketika terbang.


"Ikutlah dengan saya, kita cari mereka bersama. Lori, aku juga tak akan membiarkan ia dalam bahaya, dan jika benar suamiku masih hidup, aku juga ingin menemukannya."


Kata Ibunda Lori.


Marthinus mengangguk.


Keduanya kemudian melesat pergi meninggalkan puri di mana Ibunda Lori telah bertahun-tahun dikurung di sana.


Tujuan mereka tentu saja wilayah kekuasaan Istana keluarga Raymond, di mana sekarang Oracle lah yang berkuasa.


"Noel, aku harus menemui Noel."


Kata Ibunda Lori.


"Noel? Siapa dia Nyonya? Apa dia superhero di dunia peri?"


Tanya Marthinus.


Ibunda Lori menggeleng,


"Dia Pangeran bangsa peri yang menggantikan kakaknya menduduki singgasana Raja."


"Pangeran bangsa peri?"


Marthinus langsung membayangkan pangeran kodok oi oi tuan di mana...


Oh bukan, itu lagu jaman Othor kecil.


Marthinus langsung membayangkan Ruthven, raja vampir yang tak lain adalah kakeknya, hanya sayangnya, ia adalah cucu yang tak dianggap. Cucu yang tak diinginkan. Cucu yang terbuang, terhempas, tersisih, dan ter ter ter lainnya.


"Baiklah, kita ke sana Nyonya,"


Kata Marthinus,

__ADS_1


Marthinus dan Ibunda Lori pun tampak melesat menuju wilayah kerajaan para peri bunga.


Mereka harus segera tiba sebelum langit gelap, dan bisa saja mereka nanti akan bertemu banyak musuh di sana.


Apalagi, Ibunda Lori sudah lama sekali jauh dari wilayah itu, tak banyak yang ia ketahui dengan perubahan yang ada di wilayah tersebut.


Ibunda Lori dan Marthinus tentu dengan ini harus jauh lebih hati-hati, terutama dalam memutuskan memilih jalur mana yang akan mereka tempuh.


Jalur yang paling minim bertemu para pengikut Merry, dan juga yang paling tak memakan waktu banyak karena hari hampir gelap.


Sementara itu, di saat Ibunda Lori dan Marthinus tengah menuju wilayah para peri bunga, Lori dan sang Ayah serta Ali dan Aunty Maria justeru sedang berusaha mencari keberadaan Belle.


Mereka sudah mencari ke seluruh hutan bunga dan tak menemukan Belle di sana, maka Lori pun memutuskan menuju hutan coklat dan jika di hutan coklat tak ada, maka mereka akan meneruskan ke tanah rawa.


Meskipun...


Kecil kemungkinan pastinya Belle ada di sana.


Belle sangat takut dengan ular, sedangkan di tanah rawa, banyak sekali ular berkeliaran.


"Hari akan segera gelap, jika kita tak menemukan Belle, kita teruskan ke bukit Puri lebih dulu saja, kita juga harus selamatkan Ibumu kan Lori?"


Ali menatap Lori.


Lori yang ditanya tampak menoleh ke arah Ayah.


"Bagaimana Ayah? Apa saran Ali bisa diterima."


Rencana awal yang harusnya mereka menjemput Raymond untuk menyelamatkan Ibunda Lori memang jadi berbeda karena tiba-tiba mereka tersedot pusaran dan terlempar ke wilayah para peri bunga.


Khawatir dengan keadaan Belle juga, mengharuskan mereka mendahulukan mencari Belle yang tidak jelas keberadaannya dan keadaannya.


"Ya, biar nanti Ayah yang akan ke bukit puri, jika sampai tengah malam Belle tak ketemu."


Putus sang Ayah.


Lori pun mengangguk setuju, begitu juga Ali.


Aunty Maria yang tak terlalu peduli mau bagaimana urusannya yang penting judulnya semua kelar itupun lebih memilih sibuk memutar-mutar kepalanya untuk mengawasi setiap sudut bilamana ada Belle.


Hingga...


Tuing...


Tuing...


Tuing...


Terlihat gerakan aneh dan suara serta kerlip kecil di antara semak yang ada di hutan coklat.


Aunty Maria yang lebih dulu menyadari ketika kepalanya berputar ke belakang langsung memberitahukan pada rombongannya.

__ADS_1


"Ada yang bergerak-gerak di semak sana."


Kata Aunty Maria, ia tampak menunjuk ke arah di mana ia melihat sesuatu yang bergerak-gerak itu.


Semak yang ditunjuk Aunty Maria bergoyang-goyang, terlihat seperti ada yang bersembunyi di sana.


Ali, Lori dan Raymond yang langsung melihat ke arah di mana Aunty Maria menunjuk, langsung tampak menatap curiga.


"Hey siapa itu?!"


Ali tegas, tangannya sudah langsung bersiap menghajar bilamana itu adalah mahluk yang berniat jahat pada Lori.


Namun...


Lori tiba-tiba melihat tanduk putih yang muncul di antara semak,


Nguk...


Nguk...


Nguk...


Terdengar pula suara seperti binatang.


Lori lantas menahan Ali dan juga Ayahnya yang seolah tak sabar untuk menyerang ke arah semak.


Aunty Maria yang juga penasaran akhirnya memutuskan untuk lebih dulu melayang ke arah semak, ia ingin memastikan apa sebetulnya yang ada di sana.


Jika itu mahluk yang berbahaya, toh di belakangnya ada Ali dan Ayah Lori, jadi Aunty Maria merasa ia akan aman, sama seperti ada Zizi dan Shane.


Namun...


Baru saja Aunty Maria melayang mendekat, tiba-tiba sesuatu melompat dari balik semak.


Seekor unicorn putih kemudian terbang melesat menjauh.


"Ah itu unicorn Belle..."


Kata Lori.


Lori tanpa pikir panjang lagi, langsung saja terbang mengejar unicorn Belle.


"Heeeey tungguuuuuu... Ini akuuuuu... Ini Akuuuuu... Loriiiii..."


Lori berteriak sambil terus mengejar unicorn milik Belle yang kabur ketakutan.


Aunty Maria mengikuti Lore untuk membantu mengejar unicorn Belle.


Ali dan Raymond juga akan ikut membantu mengejar, tapi tiba-tiba...


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2