
Sementara itu, di hutan coklat, tampak kini Raymond dan Ali yang akhirnya bertemu Marthinus dan Ibunya Lori tampak berhadapan.
Raymond dengan mata berkaca-kaca kemudian melayang ke arah isterinya yang menatapnya penuh haru.
Sungguh untuk keduanya, ini seperti sebuah keajaiban. Sesuatu yang terasa sulit untuk dipercaya mereka bisa kembali dipertemukan kembali setelah sekian lama terpisah tanpa tahu keberadaan masing-masing.
"Benarkah ini kau... Benarkah?"
Ibunya Lori menangis dalam pelukan suaminya,
Raymond memeluk istrinya dengan erat, memastikan bahwa ini memang dirinya.
Marthinus sendiri membungkuk dengan sopan pada Ali, ia memberitahu jika Nona Zizi lah yang mengutusnya untuk menjemput Tuan muda Ali untuk pulang.
Aku mengangguk mengerti.
"Kita selesaikan dulu masalah dunia peri ini, setelah itu aku akan pulang denganmu Paman, lagipula Aunty Maria kini bersama Lori mengejar Unicorn milik Belle."
Ujar Ali, yang demi mendengar nama Lori dan Belle disebut, seketika Raymond dan isterinya langsung tersadar akan nasib kedua anak mereka.
"Ah yah benar, Lori dan Belle, kita harus menemukan mereka."
Kata Raymond.
Dan saat itulah, mereka kemudian melihat sinar sangat terang yang seperti berasal dari arah hutan terlarang.
Sinar terang berwarna biru kehijauan itu seolah memancar ke atas, menembus langit dunia peri.
"Aquamarine stone."
Gumam Ibunya Lori.
Dan begitu menggumamkan nama Aquamarine stone, tiba-tiba saja, pecahan batu permata yang sebelumnya diberikan oleh Marthinus kepadanya setelah bisa menghancurkan kutukan yang membuat Ibunya Lori terkurung dalam waktu yang lama itupun ikut mengeluarkan sinarnya.
Pecahan Aquamarine stone di tangan Ibunya Lori memancarkan cahaya yang persis sama dengan cahaya yang kini mereka lihat seolah berasal dari arau hutan terlarang.
Cahaya hijau kebiruan itu lantas seperti melesat ke arah cahaya yang kini menembus langit.
__ADS_1
Saat ketika cahaya itu menuju ke tempat yang sama, energinya seperti menarik tubuh Ibunya Lori, hal itu tentu saja langsung membuat Raymond panik.
Ia jelas tak mau dipisahkan lagi dengan sang isteri.
Raymond mengejar isterinya yang kini seperti ditarik paksa ke arah cahaya terang yang ada di hutan larangan itu.
Ali serta Marthinus juga cepat mengikuti Raymond yang terbang melesat menyusul isterinya.
Ali yang tentu saja tak bisa terbang akhirnya di angkat Marthinus dan dibawa melesat begitu cepat.
Tak berbeda dengan apa yang dialami Ibunya Lori, di istana pun Oracle juga mengalami hal yang sama.
Pecahan Aquamarine stone di tongkatnya kini bersinar sangat terang begitu Oracle melihat pendar terang cahaya biru kehijauan dari arah hutan terlarang.
"Apa ini?"
Oracle merasa begitu heran, begitupun juga dengan para peri penjaga yang mendampinginya untuk melindungi oracle sebagai ratu.
Dan belum lagi tanyanya terjawab, Oracle tiba-tiba tubuhnya seolah ditarik dengan cepat, oleh energi dari pecahan Aquamarine stone tersebut.
Khawatir terjadi sesuatu pada Ratu mereka, para peri penjaga yang mendampingi Oracle pun melesat mengikuti Oracle yang berusaha melawan energi itu namun tak bisa.
Energi Aquamarine stone itu seperti energi air yang sangat deras, sulit dilawan dan sepertinya hanya akan menghabiskan energi saja.
Oracle tampak berulangkali melihat ke belakang seperti masih tetap berusaha lepas dari tarikan energi yang akan membawanya ke dalam hutan terlarang.
Oracle tentu saja tak bisa meninggalkan istana yang kini tengah diserang habis-habisan, sementara peri penjaga hanya tinggal sedikit yang tersisa.
Tapi...
Oracle, Ibunya Lori, tiba-tiba seolah ditarik semakin kuat manakala keduanya sudah semakin dekat.
Sinar terang dari pecahan batu Aquamarine di tangan Ibunya Lori dan Oracle yang kini mulai bertemu dengan sinar di hutan terlarang itu membuat energi yang ada pada batu itu semakin dahsyat.
Sampai kemudian cahaya itu seolah memenuhi alam semesta, Ibunya Lori dan Oracle, serasa ditarik begitu kuat, lalu terpental jatuh tersungkur di sekitar danau kematian.
Pecahan Aquamarine stone di tangan kedua peri itu terlempar, namun kedua pecahan batu itu lantas melayang ke udara dengan tetap memancarkan cahaya yang justeru semakin terang.
__ADS_1
Ibunya Lori dan Oracle sama-sama melihat pecahan Aquamarine itu kini mengitari seorang gadis cantik luar biasa yang berdiri mengambang di atas danau kematian.
Rambutnya yang panjang meriap-riap sebagaimana gaunnya yang berwarna putih mutiara, mata gadis itu terpejam, ia merentangkan kedua tangannya seperti sayap.
"Lori..."
Gumam Oracle,
"Lori..."
Gumam Ibunya Lori juga.
Saat itu pula Ali dan Marthinus sampai di lokasi yang langsung disambut Aunty Maria.
"Ada apa ini Aunty? Ada apa dengan Lori?"
Tanya Ali pada Aunty Maria.
"Dia dan Dewi kematian adalah satu."
Kata Aunty Maria,
"Hah?"
Ali tampak terperangah tak percaya,
Bagaimana mungkin Lori tiba-tiba adalah seorang dewi kematian?
Aunty Maria lantas menunjukkan jari telunjuknya ke satu arah yang ada di belakang Ali.
Ali pun menoleh, dan tampak Raymond yang baru datang dan kini juga sama seperti yang lain, ia menatap anaknya yang kini berada di tengah pusaran cahaya Aquamarine stone.
"Dia yang membuat perjanjian dengan Dewi kematian jaman dulu, Dewi kematian ingin kembali ke istana, itu sebabnya ia menitis menjadi anaknya Raymond dan isterinya, dan anak itu adalah Lori."
Kata Aunty Maria menjelaskan.
**---------------**
__ADS_1