
"Bu Laras..." Sapa Dewi ketika wanita dan pria yang gagal menjadi mertuanya itu baru turun dari lift. Dewi tersenyum, menyambut Laras seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Kendati Laras sempat menghasut semua warga agar mengusir Dewi dari tanah kelahirannya sendiri. Namun, Dewi wanita pemaaf sepertinya tidak ada dendam sedikitpun.
"Ibu sehat?" Dewi mengulurkan tangan hendak memberi salam kepada wanita yang dulu sangat menyayanginya itu. Namun, jangankan menyambut, memandang wajah Dewi pun tak mau.
Bu Laras menunduk, tatapan matanya tidak sengaja menangkap tangan kiri Dewi yang sedang merangkul pinggang Bram. Ia menarik kedua ujung bibir mencemooh. Kemudian mengangkat kepala beralih memandangi bayi dalam gendongan pria blasteran itu.
Dewi menarik tanganya kembali, mengurungkan niat untuk bersalaman. Dewi menahan rasa sedih jika dipikir apa salahnya hingga bu Larasati segitu benci kepadanya. Sementara Bram yang tidak tahu menahu tentang masalalu istrinya dengan wanita di depanya, mencoba menelaah.
"Dewi..." Pak Gatot tersenyum ramah, sontak Dewi menoleh.
"Bapak..." Dewi membalas senyum ramah itu lalu menangkupkan kedua tangan. Keramahan pak Gatot sedikit memgurangi rasa sedih di hati Dewi.
"Kenalkan, ini suami saya Pak," Kata Dewi. Pandangan pak Gatot beralih kepada Bram lalu mendekat. Kedua pria itupun saling berjabat tangan.
"Selamat ya Nak, saya mendengar dari warga kalau kalian sudah menikah ternyata benar" Ujar pak Gatot serius. Sebab saat pak rt mengumpulkan warga, pak Gatot bersama Firmansyah sedang tidak ada di tempat. Sementara bu Laras senganja tidak datang.
"Jadi benar kamu suami Dewi?" Sambar Laras. Membuat ketiganya beralih menatap Laras.
__ADS_1
"Benar Bu," Dewi yang menjawab.
"Saya tanya kepada pria ini, kenapa kamu yang nyambar Wi" Bu Laras melirik Dewi penuh rencana jahat.
"Walaupun yang menjawab Dewi, jawabanya akan sama Bu, karena saya memang suami Dewi" Bram kali ini mulai mengerti kemana arah pembicaraan bu Larasati. Namun, Bram mencoba untuk mengendalikan emosi. Jika tidak, Dewi pasti akan marah kepadanya.
"Haha... kamu pintar sekali Wi! Gagal mendapatkan Firmansyah anakku untuk menutup aib kamu! Tetapi kamu berhasil menggait pria ini agar mengakui sebagai Ayah bayi kamu ini!" Sinis Laras. Ia merasa puas telah mengatakan itu.
"Bu!" Sentak pak Gatot. Beliau malu pada Bram yang sedang menahan marah, dilihat dari matanya yang berwarna merah itu.
"Loh, apa aku salah jika bicara begitu Yah. Ayah kan tahu bagaimana Dewi dulu, walaupun sudah jelas mengandung, tetapi masih mau menerima ketika anak kita melamar nya!" Tuding bu Laras tanpa perasaan.
"Hiks hiks" Dewi kali ini menangis tergugu sambil menunduk.
"Honey... kita pergi dari sini" Tidak ada pilihan lain bagi Bram selain pergi dari tempat itu. Jika bukan karena bu Laras itu orang tua, Bram rasanya ingin menampar mulut lemes wanita itu.
Bram memeluk pundak istrinya melangkah ke luar menuju mobil. Tanpa Dewi cerita, siapa kedua orang tua tadi otak cerdas Bram langsung berpikir bahwa kedua orang tua tadi adalah kedua orang tua Firman.
__ADS_1
"Hiks... hiks hiks" Dewi tidak bisa menyudahi tangisnya, sambil berjalan ambil lembar demi lembar tisue untuk menyusut air matanya.
"Honey... sudahlah, ini alasan aku melarang kamu cepat pulang ke Indonesia," Nasehat Bram. Ia sengaja mengulur waktu agar Dewi tidak cepat pulang. Bram setidaknya menunggu rumahnya jadi dulu agar hal seperti ini tidak terjadi, karena jarak rumah barunya dengan Dewi masih agak jauh, tetapi rupanya Dewi tetap ngotot.
Dewi tidak sepatah kata pun menjawab kecuali isak tangis, air matanya luruh.
Ketika keduanya tiba di tempat parkir, Dewi di kejutan oleh kedatangan Firmansyah. Dewi dengan cepat menghilangkan jejak air mata agar jangan terlihat oleh Firmansyah. Jika bisa Dewi ingin menghindar, tetapi tidak ada waktu lagi karena Firman sudah di depan nya.
"Dewi, kamu kenapa?" Tanya Firman menatap Dewi dan Bram bergantian. Sementara Bram mendelik gusar melihat kedatangan pria itu.
"Kamu apakan Dewi?" Tanya Firman skiptis.
"Tanyakan saja kepada kedua orang tua kamu!" Jawab Bram mengintimidasi.
.
.
__ADS_1