Mahkota Dewi Dijual Sahabatnya 100 Juta

Mahkota Dewi Dijual Sahabatnya 100 Juta
Bab 73


__ADS_3

Di salah satu rumah yang sederhana, dua sahabat sedang berbincang-bincang. Selama dua tahun tidak bertemu, membuat keduanya saling tukar cerita.


"Eh, anakmu kok tidak mirip Kak firman sih Wi, malah kebule-bulean gitu?" Seorang Gadis remaja menatap lekat wajah Calvin.


"Hihihi... ya jelas nggak mirip Firman, Mir... kan suami aku memang bukan Firman," Dewi terkikik. Pertemuannya dengan Mira sahabat SMK nya itu merasa terhibur, sedikit melupakan kekesalan hati nya kepada Bram.


Ya, saat ini Dewi berada di rumah temanya, ketika sedang mendorong putranya jalan-jalan ke taman yang tidak jauh dari rumahnya. Di tengah jalan, Dewi bertemu dengan Mira yang baru pulang belanja sayuran, kemudian Dewi diajak mampir. Tentu Dewi merasa senang, walaupun Surtini sudah tiada, kini datang Mira yang baru 3 hari ini pulang dari negeri Upin Ipin.


"Lah, serius Wi? Kamu tidak jadi menikah dengan Kak Firman, lalu suami kamu orang mana?" Cecar Mira terkejut. Selama dua tahun menjadi tkw, Mira tidak pernah tahu kabar Dewi. Tetapi Mira tahu, sejak masih sekolah hingga lulus, Dewi adalah kekasih Firmansyah.


Sejak saat itu, Mira pergi bekerja ke negara tetangga, dan tidak pernah tahu lagi kabar sahabatnya. Lagi pula orang tuanya belum bercerita mengenai Dewi.


"Bukan lah, suami aku orang Amsterdam," Jawab Dewi sambil mengusap dahi putranya yang sedang ia beri asi.


"What!" Mira terperangah. "Jauh amat Wi? Darimana kamu bisa kenal cowok bule?" Mira geleng-geleng kepala.


"Ceritanya panjang Mir," Dewi tersenyum kecut. Tentu tidak mau bercerita tentang bagaimana pertemuannya dengan Bramanstya. Lagi pula, Dewi tidak mau mengungkit lagi tentang Surti yang sudah tenang di peristirahatan terakhirnya.


"Serius Wi, kamu bisa bertemu bule darimana?" Mira tidak puas dengan jawaban Dewi.

__ADS_1


"Di Jakarta Mir, aku kan sempat merantau tiga bulan. Terus... ketemu sama bapaknya bocil," Bohong Dewi mengangkat Calvin, lalu menciumnya setelah kenyang menyusu. Bocah itu terlelap dalam pangkuan Dewi.


"Suami aku bukan bule Mir, tapi biasa saja seperti kebanyakan orang Indonesia," Dewi menceritakan bahwa ibunya Bram orang Indonesia.


"Waah... pasti ganteng. Boleh juga Wi, kalau ada stok pria yang seperti itu. Hihihi..." Mira tertawa, lalu mengajak Dewi agar menidurkan Calvin di kamarnya.


"Kita masak yuk." Ajak Mira. Sebelum ibunya pergi, sudah berpesan agar Mira menyiapkan makan siang.


"Boleh-boleh, mau memasak apa?" Dewi bersemangat, apa salahnya menghibur diri. Toh, Bramanstya juga tidak ada di rumah.


"Aku tadi sudah belanja , mau memasak soto ayam," Mira membuka kulkas, sambil ngobrol mereka memasak.


"Selama menikah, aku nggak boleh memasak Mir." Jujur Dewi.


"Kok bisa?" Lagi-lagi Mira terkejut.


"Yaa... begitulah Mir, aku tuh nggak dibolehin masak sama suami aku," Dewi bercerita, saking sayangnya kepada Dewi, suami nya itu tidak membiarkan dirinya bekerja ini itu oleh Bram.


"Alaaah... enak banget kamu Wi, ternyata begitu ya punya suami, Sultan," Mira kagum dibuatnya.

__ADS_1


Dewi hanya tersenyum saja, ia benar-benar terhibur lupa jika ada masalah dengan Bram. Dua jam sudah, Dewi di tempat itu hingga masakan matang.


"Ya Allah... sudah jam 11 Mir, aku pulang dulu ya," Dewi segera mencuci tangan hendak menggendong Calvin.


"Oh No! Kamu harus makan siang bersamaku dulu." Cegah Mira.


"Lain kali ya Mir, aku janji deh. Sudah dua jam loh aku disini."


Dewi pun akhirnya pulang, menggendong Calvin yang masih pulas, sambil mendorong stroller kosong. Hanya dalam waktu 10 menit berjalan kaki, Dewi tiba di rumah.


"Kok sudah ada mobil, apa pria itu sudah pulang?" Dewi bermonolog, saat melihat mobil suami nya sudah berada di halaman. Namun, belum di masukan ke dalam garasi.


Dewi masuk begitu saja karena pintu depan tidak dikunci. Ketika hendak ke kamar Calvin, melewati suaminya yang sedang termenung di sofa seorang diri, tanpa menyadari kehadiran Dewi.


Dewi melewati Bram begitu saja, tanpa berniat salim tangan seperti biasa. Ia masih ingat ketika tanganya di epis kasar oleh Bram.


"Dewi..." Panggil Bam, menghentikan langkah Dewi ketika hendak masuk ke kamar.


.

__ADS_1


.


__ADS_2