Mahkota Dewi Dijual Sahabatnya 100 Juta

Mahkota Dewi Dijual Sahabatnya 100 Juta
Bab 78


__ADS_3

"Eemm... sudah sampai ya Mas," Dewi merenggangkan otot, setelah bangun dari pangkuan Bram.


"Sudah... turun yuk, mau aku gendong?" Tanya Bram terkekeh. Dengan cepat Dewi turun dari mobil. Jika tidak cepat-cepat, Bram sudah pasti membuktikan ucapanya. Dewi malu pada om Hasan dan tante Ela, jika sampai digendong.


Dewi mengucap salam ketika tiba di teras, melihat Nurlela sedang bermain dengan Calvin menggelar karpet di lantai. Rumah lahan luas itu adalah peninggalan Andro, lalu di tempati om Hasan.


"Bunda pulang... Bunda pulang..." Seru Ela setelah menjawab salam menatap Dewi yang berjalan ke arahnya.


"Terimakasih Tan... Calvin pasti rewel." Dewi tidak enak hati, karena dia berpikir telah merepotkan adik dari mertua perempuan itu.


"Sama-sama Wi, tante tuh seneng banget bisa mengurus Calvin," Tulus Tante Ela, lalu menceritakan selama kepergian Dewi, Calvin hanya menangis sekali, itupun hanya sebentar.


"Mam... Mam..." Calvin yang sedang tengkurap menatap bundanya. Jika sudah bisa berbicara pasti akan minta gendong.


"Sebentar sayang... bunda bersih-bersih badan dulu," Ucap Dewi sambil berlalu.


"Oeekk... Oeeeekkk..." Calvin menjerit-jerit, rupanya anak itu sudah paham siapa wanita yang melahirkan dirinya, dan tidak mau ditinggal lagi.

__ADS_1


"Sayang... sayang... kok menangis..." Ucap Bram yang baru masuk mendekati Calvin dalam gendongan Ela, tanganya terlulur hendak mengambil alih Calvin.


"Stop!" Cegah Dewi, rupanya ia sudah kembali. Baju yang ia kenakan pun sudah dia ganti. "Sudah aku bilang kan Mas. Kalau dari mana-mana itu jangan langsung megang Calvin," Omelnya.


"Cup" Bibir Bram langsung menyambar kening Dewi, tanpa sungkan di depan Ela. Ela tersenyum menatap Dewi yang melempar tatapan tajam ke arah Bram. Bram pun tertawa lepas sambil berlalu hendak mandi. Pria itu rupanya sangat bahagia karena Dewi tidak terpancing dengan ucapan Karin.


Sementara Dewi sambil menyusui mendengarkan cerita Ela tentang Bramanstya, ketika Dewi memuji keahlian Ela mengasuh Calvin.


"Waktu Bram kecil itu, aku sering membantu Kak Anindya mengasuh suami kamu itu Wi, jadi... walaupun tidak punya anak, aku sudah terbiasa." Tutur Ela. Obrolan berhenti karena Dewi ke kamar hendak menidurkan Calvin.


************


Walaupun awalnya Dewi menolak rencana ini, karena alasannya hanya buang-buang uang, tetapi tentu Bram ingin istrinya diketahui publik. Lagi pula tidak akan membuat Bram merugi jika hanya mengeluarkan dana untuk pesta.


Pasutri yang sudah mempunyai putra kecil itu sedang menjadi pusat perhatian. Sorot kamera dari para wartawan sedang memberi arahan agar Dewi dan Bram mengikutinya. Tentu agar mendapatkan gambar yang benar-benar sempurna.


"Dewiii..." Seru seorang gadis mengangkat gaun panjangnya dari sisi kiri dan kanan sedang di gandeng seoarang pria.

__ADS_1


"Jesi... Kak Dandi..." Dewi menyambut hangat Jesi teman kerjanya dulu bersama Dandi pria yang pernah membantu Arga membebaskan dirinya dari sekapan Arinta.


Jesi memeluk tubuh Dewi, sementara Dandi berjabat tangan dengan Bram. Bram bersama Dandi hanya berbasa basi karena mereka belum saling mengenal.


"Mas... ini Jesi anak Mami Arinta, terus ini Dandi yang aku ceritakan itu loh," Dewi mengenalkan.


"Oh... terimakasih Bro, Anda saat ini bekerja dimana?" Tanya Bram.


"Saya bekerja di perusahaan Daniswara grup," Jawab Dandi. Mengatakan bahwa saat ini menjadi asisten Daniswara, pengganti Arga. Dua pria itu pun akhirnya berbincang-bincang.


"Eh, Wi... aku nggak nyangka loh, kalau kamu akan menjadi suami Tuan Bramanstya," Jesi berbisik di telinga Dewi, yang Jesi tahu bahwa Dewi menikah dengan Firmansyah.


"Hihihi... begitulah Jesi... Jodoh rahasia Allah. Kamu tahu nggak? Pria ini loh... yang dulu sering mengirimkan kado untuk aku." Dewi melirik Bram. Sementara Jesi menutup mulutnya karena terkejut.


Setelah beberapa menit, Jesi pun pamit pulang, karena tamu yang lain sudah naik ke panggung. Dani bersama Jesi segera turun dari pelaminan, setelah mengatakan bahwa mereka pun akan menikah dalam waktu dekat.


Dewi mengalihkan pandanganya dari Jesi, hendak menyambut tamu yang lain. Namun, mata Dewi melebar ketika dikejutkan dengan kehadiran wanita yang tidak asing, dan anehnya Bram mengundang nya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2