MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 10 Tegar


__ADS_3

"Apa boleh ibu meminta sesuatu kepada mu nak?" 


"Tidak boleh pasti ibu akan menyuruh istriku yang tidak-tidak," sambung Malik menjawab pertanyaan Rosa yang di tunjukan kepada Sabila. 


"Mas, dengarkan dulu apa yang ingin ibu katakan," ujar Sabila membuat Rosa langsung tersenyum senang. 


"Terima kasih nak, kamu memang menantu yang paling baik, ibu hanya ingin memintamu untuk mengantar ibu, ke toko buku, ada buku yang harus ibu beli," 


"Baik bu, kebetulan di salah satu toko buku ternama sedang mengadakan bazar buku," 


"Baiklah nak, sekarang mari kita makan terlebih dahulu," ujar Rosa membuat Malik langsung melahap makanan yang tersaji didepannya. 


"Aku akan mengantar kalian," ujar Malik setelah selesai menyantap makan yang ada dihadapannya. "Aku takut ibu berbuat macam-macam kepada Sabila," ujar Malik lagi beranjak dari duduknya sambil menguap. 


"Mas Malik istirahat saja dirumah, sepertinya mas Malik sangat mengantuk, aku dan ibu bisa menggunakan taxi online, lagian besok mas Malik akan ada rapat bukan?" tanya Sabila membuat Malik hanya mengangguk sambil terus mengucap. 


"Bu tunggu sebentar, aku ingin berganti pakaian terlebih dahulu," izin Sabila membuat Rosa langsung mengangguk sambil tersenyum senang. 


"Mas aku tidak akan lama, dan mas Malik jangan selalu berburuk sangka terhadap ibu, siapa tahu ibu sudah berubah, kita tidak pernah tahu bukan?" tanya Sabila pada Malik saat Sabila sedang mengganti pakaiannya, dan tidak ada tanggapan dari Malik membuat Sabila yang sibuk dengan pakaiannya langsung menatap ke arah Malik, dan Sabila langsung tersenyum saat mendapati kalau Malik sudah tertidur pulas diatas tempat tidurnya. 


"Aku pergi dulu mas," ucap Sabila sambil mencium singkat bibir Malik dan Sabila langsung keluar dari kamarnya setelah menyelimuti tubuh Malik. 


*

__ADS_1


Sabila tersenyum bahagia, mendapati ibu mertuanya selalu tersenyum kepada Sabila di sepanjang perjalanan menuju toko buku.


Begitupun saat sudah berada di toko buku, tidak hentinya senyum mengembang di kedua sudut bibir Rosa, membuat hati Sabila merasa damai. 


"Nak sepertinya hanya ini saja yang ingin ibu beli," ujar Rosa sambil memegang buku yang ingin Rosa beli.


"Baik bu sini biar aku bayar," ucap Sabila sambil mengambil buku yang berada di tangan Rosa dan Sabila langsung menuju ke kasir.


"Nak," 


"Iya bu?" tanya Sabila ketika keduanya sudah keluar dari toko buku tersebut. 


"Maafkan ibu, atas apa yang ibu lakukan selama ini kepadamu ya nak," ucap Rosa sambil menggenggam tangan Sabila membuat Sabila langsung memeluk tubuh Rosa. 


"Aku sudah memaafkan ibu, tanpa ibu harus meminta maaf kepadaku," ucap Sabila setelah melepas pelukannya sambil tersenyum ke arah Rosa yang juga sedang tersenyum kearah Sabila. 


*


Setelah sampai di rumahnya Sabila maupun Rosa langsung menuju kamarnya masing-masing. 


Sabila yang baru membuka pintu kamarnya, tidak bisa mengatakan apapun, pada apa yang dilihatnya, Sabila mengatur nafasnya mencoba untuk menenangkan dirinya, untuk tetap tegar melihat pemandangan yang tidak biasa di atas tempat tidurnya. 


"Mas bangun," ujar Sabila sambil menggoyang-goyangkan tubuh Malik, agar Malik terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Sabila, aku sangat mengantuk jangan mengganggu terus," 


"Mas bangunlah," ujar Sabila sudah kesekian kalinya saat Malik tidak juga terbangun,"


" Ada apa Sabila istriku," ucap Malik menguap sambil membuka matanya. 


" Astagfirullah hal azim, apa ini," ucap Malik saat sudah membuka matanya lebar mendapati dirinya hanya mengenakan celana boxer, sambil menatap seseorang yang tidur disampingnya yang  tidak menggunakan sehelai benang pun.


"Sialan, apa yang kamu lakukan dikamarku? Dasar wanita kurang ajar," ujar Malik kesal saat mendapati Safira tidur disampingnya. 


"Malik, kenapa kamu secepat ini melupakan apa yang telah kita lakukan?" ucap Safira ketika terjaga dari tidurnya, sambil menangis dan menutup tubuhnya yang polos menggunakan selimut. 


"Melakukan apa? Dasar wanita kurang ajar," 


"Mas Malik," ujar Sabila menahan tangan Malik ketika Malik ingin memeluk Safira. 


"Sabila ini tidak seperti apa yang kamu lihat, Sabila percaya padaku, aku mohon percaya padaku, ini pasti rencana ibu dan juga wanita licik ini," ujar Malik sambil menunjuk Safira yang masih berada di atas tempat tidurnya. 


"Ada apa ini kenapa berisik sekali?" Astagfirullah hal azim apa ini?" tanya Rosa saat sudah masuk kedalam kamar Sabila dan juga Malik. 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung..........


__ADS_2