MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 26 Kebenaran Akan Menemui Jalannya Sendiri


__ADS_3

"Modar, apa itu modar? Aku baru tahu mommy," 


"Maaf, maksud aku tidak ada yang meninggal dunia daddy Varo?"


"Tidak, untung tidak ada yang koit. Jadi pengacara masih bisa mengusahakan agar Malik bisa terbebas mommy," jelas Varo membuat Berlian langsung memicingkan matanya menatap Varo. "Mommy ada apa?" 


"Kamu tadi bilang tidak tahu modar giliran koit aja tahu, dasar gendeng maneh pisan," ujar Berlian membuat Varo langsung menggandeng tangan Berlian. 


"Lepas tidak, panas tahu, minggir," Berlian menyingkirkan tangan Varo yang sedang menggandeng lengan nya. 


"Tadi kamu bilang gandeng ya sudah aku gendeng terus kenapa kamu marah?" 


"Au ah gelap," 


"Ini masih terang mommy," ucap Varo sambil menyusul Berlian yang sudah keluar dari dalam ruang besuk untuk menghirup udara segar. 


Malik memeluk erat tubuh Sabila begitupun dengan Sabila yang tidak ingin melepas pelukannya.


"Sabila," 

__ADS_1


"Biarkan aku memeluk mas Malik sebentar saja, jangan melarangku mas," 


"Sabila aku mohon, udara disini tidak baik untuk calon anak kita, kamu harus segera pulang dan beristirahat ok," ucap Malik membuat Sabila langsung melepas pelukannya. 


"Tapi mas…" 


"Sabila istriku, aku mohon pulanglah," ucap Malik memotong perkataan Sabila sambil meraup wajah Sabila dengan kedua tangannya dan menghujami ciuman diseluruh wajah Sabila dan berakhir mel*mat bibir Sabila. "Sekarang pulanglah, jangan pernah memikirkan aku, doakan saja agar aku bisa cepat keluar dari sini dan bisa menemanimu dan juga calon anak kita," ucap Malik lagi diakhiri dengan mengelus dan juga menciumi perut Sabila yang masih rata. 


Sabila keluar dari ruang besuk dengan perasaan yang campur aduk, di sisi lain dirinya merasa bahagia dengan kehadiran buah hati, dan di sisi lainnya dirinya harus jauh dari Malik suaminya yang begitu dicintainya sepenuh hati. Lambaian tangan Malik dan juga Sabila mengakhiri pertemuan keduanya hari ini yang begitu menyakitkan untuk keduanya. 


*


Bukan hal sulit untuk Sabila menemukan dimana Hari dirawat, saat media elektronik maupun cetak memberitakan Hari yang notabennya anak dari petinggi di negara ini mendapat penganiayaan dan penembakan dari pengusaha yang cukup sukses negara ini. 


Sesampainya Sabila di ruang VVIP perawatan Hari, Sabila langsung dihadang penjaga yang menjaga ruang perawatan Hari. 


"Maaf bu tidak ada yang boleh masuk kemari," ucap salah seorang penjaga sambil merentangkan tangannya untuk menghalangi Sabila yang akan masuk ke ruang perawatan Hari. 


"Pak, aku sahabat Hari. Tolong ijinkan aku untuk masuk," ucap Sabila tapi tidak dihiraukan oleh kedua penjaga yang masih setia menghalangi Sabila.

__ADS_1


"Pak tolonglah, kalau bapak tidak percaya padaku, bapak bisa memberi tahu Hari aku ingin menjenguk nya," ucap Sabila membuat kedua penjaga tersebut langsung saling pandang dan satu penjaga langsung masuk ke dalam ruang perawatan Hari. 


"Bagaimana apa aku boleh masuk?" tanya Sabila saat penjaga tersebut baru keluar dari dalam ruang perawatan hari. 


"Silahkan bu," ucap penjaga tersebut sambil membuka kan pintu untuk Sabila masuk kedalam. 


Senyum Hari langsung merekah menyambut kedatangan Sabila kedalam ruang perawatannya. Tapi Sabila tidak membalas senyum Hari, Sabila langsung mendekat kearah Hari yang sedang duduk diatas ranjang rumah sakit. 


"Aku tahu kamu kesini untuk membuat kesepakatan denganku untuk membebaskan Malik, Sabila Rahman. Dan aku akan mengabulkannya asal kamu meninggalkan Malik dan kembali padaku," ucap Hari dengan tersenyum senang mendapati pujaan hati berada di hadapannya. 


"Kamu salah Hari, aku kemari hanya ingin mengingatkan kamu, aku tahu hukum bisa dibeli di negara kita ini, tapi kebenaran akan menemui jalannya sendiri. Harusnya kamu yang berada di tahanan bukan suamiku. Atas apa yang kamu lakukan kepadaku dan juga suamiku, aku hanya ingin mengingatkan kamu Hari, jodoh, maut, rezeki dan kehidupan kita sudah Allah tentukan jadi aku mohon jangan pernah mengganggu kehidupan aku dan juga mas Malik. Ubahlah sikap burukmu ini, tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan Hari. Karena Allah tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Belajarlah dari kesalahan, Semoga kedepannya kamu menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi semua orang. Dan aku mohon jangan ganggu lagi keluarga kecilku," ucap Sabila yang langsung beranjak keluar dari ruang perawatan Hari tanpa menghiraukan apa yang akan dikatakan oleh Hari. 


Hingga terdengar suara bantingngan gelas dan juga teriakan Hari menyebut nama Sabila saat Sabila sudah keluar dari ruang perawatan Hari. 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2