
"Apa aku tidak salah dengar dengan apa yang kamu katakan Sabila?" tanya Malik sambil menyatukan dahinya di dahi Sabila. Membuat Sabila langsung mencium singkat bibir Malik. "Jangan menggoda masih lama aku puasanya jangan membuat aku harus bermain solo, katakan lagi apa yang kamu katakan tadi,"
"Aku tidak mengatakan apapun mas, mas Malik salah dengar mungkin," ucap Sabila sambil tersenyum dan Malik langsung mel*mat bibir Sabila. Hingga terdengar pintu kamar keduanya di ketuk oleh seseorang membuat Malik langsung melepas tautan bibirnya dan beranjak untuk membuka pintu kamarnya. Dan memperlihatkan kedua pasangan paruh baya dengan senyum di kedua sudut bibirnya.
"Apa kami mengganggu?" tanya dokter Fitri.
"Tidak bu,"
"Apa ibu boleh masuk?"
"Boleh tapi tidak dengan bapak, Sabila sedang memberi asi," jelas Malik membuat dokter Fitri langsung masuk kedalam kamar berbeda dengan Malik dan juga pak Sofyan yang langsung menuju ruang tamu.
"Nak, apa tidak sebaiknya kamu tunda dulu hingga Vier berusia satu tahun untuk membawa dia ke Dubai," ucap pak Sofyan saat keduanya sudah berada di ruang tamu. "Kasihan kalau harus membawa Vier dalam penerbangan jauh nak, bapak tidak ingin terjadi sesuatu kepada cucu bapak nak,"
"Tak tahu pak, kakek sudah menyuruhku untuk segera menemuinya, bapak tahu sendiri kakek baru terkena stroke. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan kakek terakhir aku bertemu kakek, di acara pernikahan aku dengan Sabila,"
"Biar bapak dan juga ibu Fitri yang menemui kakek kamu nak,"
"Apa bapak juga sudah memastikan akan tinggal di Dubai?"
"Tentu, ibu Fitri tidak keberatan nak, dan ada hal yang harus bapak urus di sana," terang pak Sofyan.
__ADS_1
"Baiklah aku akan memikirkan kembali usul bapak agar membawa Vier ke Dubai kalau usianya sudah menginjak satu tahun," ucap Malik yang langsung beranjak dari duduknya.
"Kamu mau kemana nak?"
"Ke kantor pak aku sudah lama tidak ke kantor," terang Malik yang langsung meninggalkan pak Sofyan.
*
Sesampainya di kantor Malik langsung memanggil Hijo untuk ke ruangannya padahal Hijo sedang memimpin rapat bulanan yang rutin dilakukan.
"Selamat siang pak Malik, ada hal penting apa yang harus segera saya kerjakan sehingga pak Malik memanggil saya dari ruang rapat?" tanya Hijo saat sudah berada di ruang kerja Malik. Membuat Malik langsung menyuruh Hijo untuk duduk.
"Ini sangat penting Hijo, ini tentang kamu dan juga Jasmin,"
"Hijo, Hijo dan Hijo kamu masih normal kan? Tidak ada satupun laki-laki normal bisa hidup tanpa wanita di sampingnya kamu harus tahu itu Hijo,"
"Tapi aku bisa pak," ucap Hijo sambil beranjak dari duduknya. "Kalau tidak ada hal penting yang ingin bapak bicarakan, aku akan kembali ke ruang rapat lagi pak, aku tidak akan menunda rapat bulanan hanya untuk membahas hal tidak penting seperti ini,"
"Kamu bilang tidak penting?" tanya Malik tapi tidak dihiraukan oleh Hijo yang langsung keluar dari ruang kerja Malik. Dan tidak lama Hijo pergi, pintu ruang kerja Malik diketuk oleh seseorang dan Malik langsung menyuruhnya untuk masuk. Membuat Malik langsung menghembuskan nafasnya kasar mengetahui siapa yang datang.
"Kamu terlihat tidak senang melihatku datang Malik Adi Barata?" tanya Jasmin yang langsung duduk di kursi tepat di hadapan Malik. "Bagaimana apa kamu sudah membujuk Hijo mau menerima aku?"
__ADS_1
"Tidak,"
"Apa?"
"Sudahlah cari laki-laki lain saja Jasmin, Hijo lain dari laki-laki lain. Pendirian dia kuat bagaikan batu karang, percuma saja membujuknya membuang buang tenaga," jelas Malik membuat Jasmin langsung menghembuskan nafasnya kasar. "Sudahlah kembali lagi saja ke Dubai siapa tahu nanti kamu akan mendapat jodoh di negara asalmu,"
"Aku tidak tahu, aku lebih nyaman di sini, apa kamu akan kembali ke Dubai sungguhan?" tanya Jasmin membuat Malik langsung menganggukan kepalanya.
"Aku akan kembali ke kandang,"
"Bisa banget kau sudah dapat apa yang kamu inginkan kamu kembali lagi ke kandang, lihat tuh Varo yang terus setia dengan negara istrinya,"
"Kamu tahu sendiri Varo dari lulus sekolah dia juga sudah pergi ke Inggris, Lagian Sabila tidak keberatan,"
"Baiklah doa terbaik untuk kamu dan juga Sabila dan terutama si kecil Vier,"
"Terima kasih, mudah mudahan kamu segera mendapat pengganti Hijo," ujar Malik membuat Jasmin hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.................