
Sabila langsung tertawa saat Malik langsung menyadarkan kepalanya, bukannya membuka pintu saat ada yang menekan bel rumahnya.
"Mas buka saja pintunya siapa tahu tamu penting,"
"Tamu penting dari mana, itu pasti kambing yang ingin mengganggu akhir pekan kita saja, sudah bisa aku tebak, sudah jangan dihiraukan,"
"Mas Malik satu spesies dengan kambing mas Malik wedus kan?"
"Sabila!" teriak Malik yang langsung menegakkan kepala. "Mulut kamu ini harus di kasih pelajaran masa suami sendiri dibilang wedus," ujar Malik yang langsung mencium bibir Sabila,"
"Mas Malik mencari kesempatan dalam kesempitan," ucap Sabila setelah Malik melepas tautan bibirnya dan beranjak dari duduknya. "Biar aku saja yang membuka,"
"Jangan biar aku saja," ujar Malik yang langsung mendudukkan kembali Sabila ketempat semula dan Malik langsung menuju pintu rumahnya dan membukanya.
"Assalamu'alaikum nak, apa bapak mengganggu?" tanya pak Sofyan setelah memberi salam.
"Waalaikumussalam pak, oh tentu saja tidak pak, silahkan masuk," ucap Malik setelah bersalaman dan menyuruh pak Sofyan untuk masuk.
Malik, Sabila dan juga pak Sofyan saling bercengkrama, semenjak Rosa masuk ke dalam penjara pak Sofyan selalu rutin mengunjungi Malik dan Sabila dan kadang pak Sofyan juga menginap di rumah anaknya tersebut yang tidak pernah pak Sofyan lakukan selama ini.
Setelah makan siang bersama pak Sofyan langsung mengajak Malik dan juga Sabila ke ruang tamu saat pak Sofyan ingin berbicara serius dengan keduanya.
__ADS_1
"Apa yang ingin bapak bicarakan kepada kita pak? Sepertinya sangat penting?" tanya Malik penasaran saat semuanya sudah berkumpul di ruang tamu.
"Apa kalian tetap akan pindah ke Dubai?" tanya pak Sofyan balik tidak menjawab pertanyaan Malik yang ditujukan kepada dirinya.
"Iya pak, setelah anakku lahir kami bakan pindah ke Dubai, apa bapak juga ingin ikut pindah bersama kami?"
"Mungkin, tapi tidak tahu nanti aku akan berbicara dulu pada seseorang, apa dia mau diajak pindah ke Dubai atau tidak," terang pak Sofyan membuat Malik dan juga Sabila langsung saling pandang mendengar perkataan pak Sofyan.
"Seseorang?" tanya Malik dan juga Sabila berbarengan.
"Oh iya maaf, itu yang ingin bapak bicarakan dengan kalian," ujar pak Sofyan. "Bapak akan menikah satu minggu lagi,"
"Apa!" Malik dan juga Sabila terkejut mendengar pernyataan dari pak Sofyan.
"Kenapa bapak tidak memberi tahu kami pak?"
"Bukannya bapak tidak ingin memberitahu kalian nak, tapi bapak kemarin-kemarin masih ragu dengan pilihan bapak, tapi sekarang bapak yakin jika seseorang tersebut pantas bersanding dengan bapak nak, dan bapak akan mengenalkan seseorang tersebut kepada kalian. Apa kalian bersedia bapak kenalkan kepadanya?"
"Kami bersedia pak, kalau itu sudah menjadi keinginan bapak dan menurut bapak itu yang terbaik untuk bapak, kami akan selalu mendukung bapak," ucap Malik.
"Benar apa yang dikatakan oleh mas Malik pak, aku selalu mendukung keputusan bapak," sambung Sabila sambil tersenyum ke arah pak Sofyan yang duduk tepat di hadapan Malik dan juga Sabila.
__ADS_1
"Terima kasih atas dukungan kalian nak, dan sekarang kalian bersiaplah kita akan pergi ke rumah calon istri bapak," ujar pak Sofyan dan langsung mendapat anggukan dari Malik dan juga Sabila.
*
Malik, Sabila dan juga pak Sofyan turun dari mobil Malik yang dikemudikan oleh supir pribadi Malik, ketika sudah sampai di halaman rumah yang begitu mewah dengan ornamen klasik yang elegan menghiasi setiap sudut rumah tersebut, yang menunjukkan pemilik rumah mewah tersebut bukan orang biasa.
"Pak apa bapak ingin menikahi asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mewah ini?" tanya Malik saat sudah mendekat kearah pak Sofyan. "Karena tidak mungkin pemilik rumah ini mau menikah dengan bapak yang tidak memiliki pekerjaan tetap,"
"Enak saja kamu bilang, bapak lebih kaya dibanding dengan pemilik rumah mewah ini,"
"Aku percaya Sofyan Adi Barata pengusaha urutan ketiga di Dubai yang tidak seorangpun tahu," ucap Malik membuat Sofyan langsung menepuk punggung Malik.
"Dan bapak akan menyerahkan itu semua padamu dan juga cucu bapak nanti," ujar Sofyan dan langsung menekan bel rumah mewah tersebut.
*
*
*
Bersambung.................
__ADS_1
Hayoo tebak siap dia calon istri pak Sofyan, pasti semua reader tahu.
dan komen siapa calon istri Pak Sofyan Ok ☺☺☺☺☺☺☺☺😘😘😘😘😘