
"Surprise," ucap Varo, mamah Veronica, papah Iskandar, bibi Ami, pak Cul dan tak lupa empat pengasuh baby twin yang sedang menggendong baby twin berbarengan. Begitu pun juga Sabila dan juga Malik yang berada di belakang Berlian tak lupa mengatakannya.
Berlian yang terkejut langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sambil menatap tulisan dari balon yang tertempel di dinding rumah mewah tersebut. Pasalnya dirinya tidak mengingat hari ini hari apa. Tatapan Berlian langsung tertuju kepada Varo yang sudah merentangkan tangannya menuju kearahnya.
"Happy anniversary mommy untuk yang ketiga tahun, terima kasih sudah berada disampingku menemani diriku dan juga memberikan aku kebahagiaan yang tiada tara dengan kehadiran anak kita," ucap Varo sambil memeluk tubuh Berlian diakhiri mencium singkat kening Berlian. "Maaf mommy, untuk menyiapkan kejutan ini aku harus membuatmu menangis. Sekali lagi maaf," dan Varo langsung mel*mat bibir Berlian. Dengan diiringi tepuk tangan semua yang berada di ruangan tersebut.
"Maafkan aku yang tidak pernah mengingat hari ulang tahun pernikahan kita daddy," Berlian balik memeluk tubuh Varo dengan erat dan seketika langsung mendorong tubuh Varo.
"Mommy kenapa?"
"Terus siapa wanita yang selalu kamu temui akhir-akhir ini jawab?"
"Maksud kamu dia," tunjuk Varo pada wanita yang berjalan mendekat ke arah Berlian.
"Perkenalkan saya Jihan developer dan juga sahabat Varo. Yang disuruh Varo untuk mencarikan rumah mewah ini untuk anda Berlian Ayunda, dan happy anniversary untuk kalian," ucap Jihan sambil mengulurkan tangannya ke arah Berlian membuat Berlian langsung menjabat tangan Jihan.
"Terima kasih,"
"Kalau begitu saya permisi dulu, semoga kalian selalu bahagia dan selalu romantis seperti ini," ucap Jihan yang langsung mendekatkan wajahnya ke telinga Berlian.
"Terima kasih juga sudah merubah sahabatku dari cassanova yang tidak mengenal cinta menjadi bucin akut," bisik Jihan ditelinga Berlian membuat Berlian langsung tersenyum begitupun dengan Jihan yang langsung keluar dari rumah megah tersebut.
__ADS_1
"Daddy maksudnya rumah ini…"
"Ini rumah kita dan juga anak-anak kita, setelah anak kita yang ini lahir kita langsung tinggal disini," ujar Varo memotong perkataan Berlian sambil mengelus perut Berlian.
"Tapi rumah ini sangat besar daddy,"
"Tidak masalah kita membuat pasukan yang banyak agar rumah ini ramai nantinya,"
"Kamu kira tentara ada pasukannya,"
"Bukan hanya tentara kita juga bisa membuat pasukan, setelah anak kita ini lahir kita bisa memproduksinya lagi,"
"Enak dong," ucap Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian.
"Sudah dong bermesraannya," ucap Sabila yang menghampiri Berlian dan juga Varo membuat keduanya langsung melepas pelukannya. "Selamat untuk kalian berdua semoga rumah tangga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan," ucap Sabila sambil memeluk tubuh Berlian.
"Jadi…?"
"Aku Dan juga mas Malik sudah mengetahui nya dari awal, maaf ya karena kita sudah ikut bersandiwara membuat wanita hamil yang cantik ini menangis seperti anak kecil," ujar Sabila memotong perkataan Berlian sambil menggenggam erat kedua tangan Berlian.
"Pantas saja kalian tadi menertawakanku, kalian tidak asik,"
__ADS_1
"Maaf," ucap Sabila yang langsung ikut bergabung dan menghampiri baby twin yang sedang digendong oleh pengasuhnya.
"Selamat sayang, semoga pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek dan selalu dipenuhi dengan kebahagian amin," ujar Veronica yang menghampiri Berlian dan juga Varo sambil memeluk keduanya diikuti oleh Iskandar, bibi Ami dan juga pak Cul yang juga memberi selamat kepada Berlian dan juga Varo.
Varo langsung memeluk tubuh Berlian saat semua orang sudah berkumpul di ruang tamu menyisakan Berlian dan juga Varo yang masih berada ditempat.
"Maaf mommy aku sudah membuat kamu menangis, dan jangan pernah berfikir sedikitpun kalau aku akan menduakanmu. Karena kamu adalah nafasku mommy,"
"Dan maafkan aku daddy, karena aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak," ujar Berlian yang langsung mel*mat bibir Varo dan Varo pun langsung membalasnya.
*
*
*
Bersambung.............
R\= Dikit amat thor UP nya?
O\= biar kalian komen 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂Wkwkwkwkwkwk
__ADS_1