MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 58 Hijrah


__ADS_3

Sabila dan juga Malik langsung saling menatap saat pintu rumah mewah tersebut dibuka oleh seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi keduanya, hanya pakaian yang dikenakannya berbeda yang begitu menyejukan mata dan menambah luwes perempuan paruh baya yang berada di hadapan keduanya saat pakaian yang dikenakan menutupi seluruh tubuhnya dengan kepala yang tertutup hijab. 


"Kalian pasti sudah mengenalnya bukan?" tanya pak Sofyan membuat Malik dan juga Sabila langsung menatap pak Sofyan. 


"Apa bapak tidak salah?" tanya Malik penasaran dengan pilihan pak Sofyan. 


"Bapak tidak salah nak, bapak sudah yakin dengan pilihan bapak yang akan menikah dengan dokter Fitri, bukannya setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, begitupun dengan dokter Fitri pilihan bapak nak," Jelas pak Sofyan sambil tersenyum. 


"Apa kalian tidak ingin masuk?" tanya dokter Fitri membuat Sabila dan juga Malik langsung menatap dokter Fitri yang tidak seperti biasanya dalam berbicara. Dan semuanya langsung masuk kedalam rumah dokter Fitri dan duduk di ruang tamu dan keempatnya tidak ada yang berbicara masih diam dalam pikirannya masing-masing hingga asisten rumah tangga dokter Fitri datang menyuguhkan minuman dan juga makanan ringan, dan dokter Fitri langsung mempersilahkan semuanya untuk menikmati suguhan tersebut. 


"Sejak kapan dokter Fitri mengenal bapak?" tanya Malik yang sudah tidak bisa lagi menahan keingin tahuannya. 


"Biar bapak yang menjawab nak," sambung pak Sofyan dan langsung menceritakan semuanya kepada Malik dan juga Sabila dimana keduanya bertemu dan memutuskan untuk ta'aruf dan menikah. Membuat dokter Fitri langsung mengiyakan semua yang dikatakan oleh pak Sofyan. 


"Dan maaf Bu Sabila…"

__ADS_1


"Panggil saja Sabila dokter Fitri," sambung Sabila memotong perkataan dokter Fitri. Dan dokter Fitri langsung tersenyum dan mengiyakan perkataan Sabila sambil mendekat dan duduk di samping Sabila. 


"Bagaimana dengan kandunganmu? Semua baik-baik saja bukan? Maaf saya sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia kedokteran atas usul dari pak Sofyan dan hanya fokus untuk berhijrah bersama dengan pak Sofyan," jelas dokter Fitri sambil mengelus perut Sabila. 


"Pantas saja, aku dan juga mas Malik tidak pernah mendapati dokter Fitri di rumah sakit dan dokter lain yang selalu memeriksa kandungan aku, aku tanya kemana dokter Fitri mereka hanya bilang sedang cuti, ternyata dokter Fitri akan segera menjadi ibu mertua aku, aku terkejut dan juga senang sekali apalagi dengan dokter Fitri berpakaian seperti ini membuat aku tambah senang dan bahagia," ucap Sabila sambil menepuk punggung tangan dokter Fitri. "Apa aku boleh memeluk dokter Fitri?" tanya Sabila membuat dokter Fitri langsung merentangkan tangannya dan langsung memeluk tubuh Sabila. 


"Dan mulai sekarang panggil aku ibu," bisik dokter Fitri di telinga Sabila saat keduanya masih berpelukan. 


"Baik ibu," ujar Sabila sambil mengeratkan pelukannya membuat pak Sofyan langsung menepuk punggung Malik dan keduanya langsung tersenyum senang melihat pemandangan di depannya. 


"Itulah kehidupan tidak ada satupun orang yang tahu isi hati dan pikiran orang lain kecuali Allah SWT nak," sambung pak Sofyan yang duduk tidak jauh dari Malik dan juga Sabila di ruang tamu yang juga sedang mengamati dokter Fitri bakal calon istrinya. 


"Aku selalu berdoa untuk kebahagian bapak, mudah mudahan bapak dan juga dokter Fitri akan selalu bahagia didunia dan akhirat," sambung Malik dan langsung diamini oleh ketiganya yang berada di ruang tamu. 


*

__ADS_1


Satu Minggu kemudian. 


Dimana hari ini hari pernikahan pak Sofyan dan juga dokter Fitri yang dilaksanakan di sebuah masjid terbesar di pusat kota dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat dari keduanya. 


Semua yang menghadiri acara pernikahan pak Sofyan dan juga dokter Fitri langsung mengucap alhamdulillah, ketika pak Sofyan baru selesai mengucap ijab kabul. Dan keduanya langsung berdiri setelah penghulu meninggalkan tempat acara saat tugasnya sudah selesai, dilanjut dengan kedua pasang pengantin berjabat tangan dengan semua kerabat yang menghadiri acara tersebut. 


"Akhirnya sah juga, kapan aku akan mengucap ijab kabul untuk yang kedua kalinya?"


*


*


*


Bersambung...............

__ADS_1


__ADS_2