
Satu minggu kemudian.
Halaman rumah Malik dan juga Sabila di sulap menjadi tempat prasmanan dengan bangku yang sudah tertata rapi, untuk menyambut tamu undangan saat hari ini, hari dimana Sabila akan mengadakan tujuh bulanan untuk anak yang sedang dikandung Sabila.
Sabila yang masih berada di ruang ganti untuk mengganti pakaiannya saat sebentar lagi acara akan segera dimulai, merasa terkejut saat Malik tiba-tiba memeluknya dari belakang dan menciumi ceruk leher Sabila. Diakhiri dengan mengelus perut Sabila yang sudah terlihat membesar.
"Mas apa yang kamu lakukan, aku ingin mengenakan pakaian mas, lepas tidak!"
"Tidak! Aku ingin terus seperti ini Sabila biarkan aku memeluk kamu dan juga anak kita seperti ini," ucap Malik yang masih setia memeluk tubuh Sabila dari belakang dengan memegangi perut Sabila.
"Sebentar lagi acaranya akan segera dimulai mas, tidak enak kalau kita tidak menemui mereka,"
"Baiklah," ucap Malik singkat sambil melepas pelukannya beralih membalik tubuh Sabila untuk menghadap ke arahnya. "Aku akan membantu kamu mengenakan pakaian, ok. Jangan menolak," ujar Malik yang langsung mengambil pakaian yang sedari tadi sudah berada di tangan Sabila dan langsung memakaikan nya membuat Sabila langsung tersenyum, dan pasrah.
"Sudah selesai," ucap Malik saat dirinya sudah selesai memakaikan baju Sabila.
"Terima kasih mas Malik,"
"Hanya itu?"
__ADS_1
"Terus?" tanya singkat Sabila membuat Malik langsung mencium bibir Sabila membuat Sabila langsung membalas ciuman Malik yang begitu menuntut membuat Sabila langsung melepas tautan bibirnya.
"Ah, mas Malik nanti keterusan," ucap Sabila yang langsung keluar dari ruang ganti membuat Malik langsung tersenyum dan keluar dari ruang ganti mengikuti Sabila.
"Mas, kamu dengar itu?" tanya Sabila saat Sabila sedang duduk di kursi meja rias saat dirinya sedang merias diri. Mendengar keributan dari ruang tamu membuat Malik langsung keluar dari kamarnya dan Sabila pun juga mengikuti Malik keluar dari dalam kamar ingin mengetahui apa yang terjadi di ruang tamu.
Plak
Pak Sofyan menampar pipi Rosa dengan kencang membuat Rosa langsung menampar balik tapi sayang tangan Rosa langsung di cekal oleh pak Sofyan.
"Perempuan macam apa kamu Rosa? Aku sama sekali tidak mengenal dirimu yang pernah aku kenal dulu, yang aku kagumi dengan kelembutanmu. Kamu tahu apa yang kamu lakukan ini salah, astagfirullah hal azim," ucap pak Sofyan yang langsung melepas tangan Rosa.
"Tidak benar?"
"Iya, mana buktinya hingga kamu bisa menuduhku seperti apa yang kamu katakan Sofyan mantan suamiku yang begitu terhormat," ujar Rosa dengan senyum sinis dari sudut bibirnya.
"Buktinya ada disini," ucap pak Sofyan sambil menunjukan ponsel milik ibu Sabila yang selama ini Sabila cari.
"Mantan suami?" tanya Sabila yang yang baru turun dari dalam kamarnya tapi tidak dengan Malik yang tidak terkejut sama sekali karena Malik sudah mengetahuinya semuanya. "Dan ponsel itu, ponsel milik ibu yang aku cari selama ini," ujar Sabila sambil menunjuk ponsel yang berada di tangan pak Sofyan. "Mas ada apa ini kenapa mas Malik diam saja? Apa ada yang tidak aku tahu selama ini?"
__ADS_1
"Sabila tenangkan dirimu aku akan menjelaskan nanti,"
"Tapi mas,"
"Ini nih anak dari wanita yang tidak tahu diri yang sudah merebut kebahagianku, untung lah wanita itu sudah masuk neraka. Dan tidak lama lagi anaknya akan menyusul," sambung Rosa yang langsung mendekat kearah Sabila. "Dan sekarang giliran kamu yang akan menyusul ibu kamu menantu tersayang," ucap Rosa yang langsung memeluk Sabila dari belakang dan menodongkan pistol di kepala Sabila.
"Ibu!"
"Rosa!"
*
*
*
Bersambung..........
Maaf ya semuanya kemarin tidak UP, dan ini baru UP, udah bagitu UP sedikit maafkan otor 😊😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏 mungkin untuk beberapa hari otor UP g menentu ya, karena ada RL yang tidak bisa di tinggal, sekali lagi maaf kan otor ini, terima kasih untuk kalian yang sudah mau mengerti.
__ADS_1