
Malik yang baru membuka matanya langsung terkejut saat tidak mendapati Sabila berada di atas tempat tidurnya, pasalnya jam dinding masih menunjukkan pukul lima pagi, dan ini juga akhir pekan. Dimana Malik tidak berangkat ke kantor. Dan Sabila tidak membuat sarapan untuk Malik, saat Malik sudah boleh mengijinkan Sabila untuk melakukan apa yang Sabila inginkan yang sebelumnya Malik melarang Sabila untuk melakukan apapun.
Malik langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk mencari Sabila. Tapi tidak mendapati Sabila kemudian Malik menuju kearah dapur, di dapur pun tidak ada Sabila hanya terdapat asisten rumah tangga yang yang sedang memasak.
"Mbak lihat istriku dimana tidak?" tanya Malik yang masih mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
"Maaf pak, dari tadi saya tidak melihat ibu Sabila, saya kira ibu Sabila masih berada di dalam kamar," jawab asisten rumah tangga nya. Membuat Malik langsung menuju ke taman yang berada di belakang rumah mewah nya, biasa Sabila bersantai dan menikmati waktu luangnya disana. Tapi tetap saja Malik tidak mendapati Sabila berada di sana membuat Malik menjadi begitu panik.
"Pasti ini semua ulah Hari, ahhkk sial kau Hari, akan aku buat perhitungan kamu," ucap Malik penuh emosi.
"Pak Malik," ucap asisten rumah tangga Malik menghampiri Malik sambil memberikan telepon rumah kepada Malik saat ada yang ingin bicara kepada Malik.
*
Malik melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, menuju ke rumah sakit setelah dirinya menerima panggilan telepon.
__ADS_1
Malik yang sudah sampai di rumah sakit langsung berlari masuk kedalam rumah sakit menuju ruang ICU dengan terburu-buru.
"Sabila!" teriak Malik dengan kencang saat sudah berada di depan ruang ICU. "Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau ibu mengalami kecelakaan Sabila?" tanya Malik yang langsung memeluk tubuh Sabila yang sedang menangis tepat di depan ruang ICU, di mana Sabila yang ingin berlari pagi di setiap akhir pekan, harus menyaksikan ibunya sengaja ditabrak mobil, saat ibu Leli akan melindungi Sabila ketika mobil tersebut ingin menabrak Sabila.
"Sial ini pasti ulah Hari," ujar Malik penuh emosi," setelah dirinya tahu apa yang terjadi kepada ibu mertuanya. "Hapus air mata kamu," ujar Malik saat sudah melepas pelukannya beralih meraup wajah Sabila dengan kedua tangan dan kedua ibu jarinya menghapus air mata Sabila yang terus membanjiri pipi mulusnya. "Kamu tenang lah ibu pasti akan segera membaik,"
"Tapi mas aku melihat sendiri ibu sudah tidak sadarkan diri dengan banyaknya darah di sekujur tubuh ibu mas," terang Sabila dengan tangis yang semakin menjadi.
"Sudahlah jangan menangis kamu akan menyakiti anak kita dengan kamu menangis seperti ini," ucap Malik yang langsung memeluk tubuh Sabila dan membawanya untuk duduk di bangku tunggu yang berada tepat di depan ruang ICU.
Sabila menangis histeris saat dokter sudah pergi meninggalkan Sabila dan Malik setelah menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menyelamatkan nyawa dari ibu Leli
"Mas ini tidak mungkin, dokter itu salah, ibu pasti baik-baik saja ini tidak benar!" teriak Sabila dengan tangis yang begitu kencang membuat Malik langsung memeluk tubuh Sabila untuk menenangkannya.
*
__ADS_1
Sabila yang masih berada di pemakaman setelah almarhum ibunya di kebumikan langsung mencium nisan ibunya. Mengingat kembali ibunya, ibu yang sangat tangguh membesarkan Sabila seorang diri tanpa seorang ayah yang telah meninggal saat usia Sabila masih kanak-kanak.
"Nak ikhlas adalah satu kata untuk kita berserah diri kepada Allah, semua makhluk hidup pasti akan meninggalkan dunia ini, hanya waktunya saja yang berbeda dan dengan cara apa dia meninggal," ujar pak Sofyan sambil memegang bahu Sabila.
"Dan juga ada alasannya kenapa dia meninggal," sambung seseorang.
*
*
*
Bersambung...............
Di harap untuk komen walaupun hanya komen lanjut, UP, nex. Tak apa2😆😆😆😆😆😆😆😆😆😘
__ADS_1