MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 53 Cemburu?


__ADS_3

"Apa? Luar dalam?" tanya Sabila penasaran. 


"Maksud nya sudah mengenal satu sama lain, meraka dulu sepasang kekasih Sabila istriku," terang Malik yang langsung menarik Sabila untuk duduk di sampingnya. 


"Oh kirain, pantas saja, aku merasa heran sejak pertama melihat Jasmin. Mana ada asisten rumah tangga yang cantik dan seelegan Jasmin, apa lagi dulu yang membawa Jasmin mas Malik, aku saja berfikir kalau Jasmin selingkuhan nya mas Malik,"


"Sabila kamu tega sekali berfikiran seperti itu?"


"Maaf mas Malik," ujar Sabila sambil tersenyum membuat Malik langsung merangkul bahu Sabila. 


"Aku membawa Jasmin ke rumah itu juga atas rekomendasi Varo, Sabila,"


"Oh ya? Apa Berlian mengetahuinya?"


"Mengetahui apa? Apa ada yang tidak aku tahu?" tanya Berlian yang tiba-tiba muncul dengan menggendong baby Viyoza dan juga twin yang berada di stroller yang didorong oleh pengasuhnya. Membuat Varo langsung beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Berlian dan langsung mengambil alih baby Viyoza dari gendongan Berlian. 


"Tidak ada apa-apa mommy," ujar Varo sambil mencium singkat kening Berlian. 


"Kamu tahu tidak, wanita ini adalah mantan kekasih Varo, kamu tahu itu tidak Berlian," sambung Malik membuat Varo langsung menepuk jidatnya sendiri, berbeda dengan Berlian yang langsung mendekat ke arah Jasmin. 


"Oh benarkah, aku kira suamiku tidak pernah mempunyai kekasih," ujar Berlian dengan antusias. "Jasmin bagaimana kamu bisa mencintai orang edan itu?" tanya Berlian sambil menunjuk ke arah Varo, membuat Jasmin langsung menahan tawanya. 


"Mommy aku suamimu, kenapa kamu malah mengatai aku?" tanya Varo sambil mendekat ke arah Berlian. 


"Oh iya, aku lupa, maaf ya daddy," ucap Berlian sambil nyengir kuda kehadapan Varo. 


Varo tersenyum senang, berbeda dengan Malik yang langsung menghembuskan nafasnya kasar mendapati tiga wanita yang sedang asik mengobrol sambil tertawa kencan dan tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan saat Sabila dan juga Berlian menyuruh suami mereka masing-masing untuk meninggalkan ketiganya. 

__ADS_1


"Dasar wedus kamu tidak akan berhasil membuat Berlian cemburu, dan satu lagi kamu belum beruntung mendapatkan mobil BMW keluaran terbaru dariku ahay," ucap Varo sambil menyenggol bahu Malik dengan bahunya saat keduanya sedang berdiri sambil menatap istri mereka masing-masing. 


"Aku kira…"


"Tidak usah berkhayal ingin membuat aku bertengkar dengan Berlian wedus, itu tidak akan mungkin, asalkan kamu tahu Berlian itu cinta mati kepadaku," Ujar Varo penuh percaya diri memotong perkataan Malik. 


"Bukannya kamu yang cinta mati kepada Berlian?"


"Itu kamu tahu, Oh iya wedus aku ada ide,"


"Ide apaan?"


"Kenapa kita tidak jodohkan saja Jasmin dengan sekretaris kamu siapa itu namanya?"


"Hijo,"


"Boleh juga, tumben otak kamu lagi benar ini kambing,"


"Sialan kamu wedus," ucap Varo tapi tidak dihiraukan oleh Malik yang langsung menghampiri ketiga wanita yang berada di ruang tamu panti asuhan tersebut. 


*


Varo dan juga Berlian memutuskan pulang terlebih dahulu dari panti asuhan saat tripel V harus beristirahat ketika di panti asuhan begitu ramai dengan anak-anak panti asuhan yang tidak hentinya ingin bermain dengan tripel V. 


Setelah memandikan triple V, Berlian langsung menuju kamarnya yang hanya bersebelahan dengan kamar triple V. Varo langsung memeluk tubuh Berlian dari belakang saat Berlian ingin masuk kedalam kamar mandi. 


"Daddy lepaskan tidak?"

__ADS_1


"Tidak, sebelum kamu memberi tahu apa saja yang kalian bicarakan tadi di panti asuhan,"


"Dasar kepo," ucap Berlian singkat membuat Varo langsung melepas pelukannya beralih membalik tubuh Berlian. 


"Mommy,"


"Apaan?"


"Apa kamu tidak merasa cemburu?"


"Untuk?" tanya Berlian sambil menyingkirkan kedua tangan Varo yang masih memegangi kedua bahunya, dan Berlian langsung beralih melipat kedua tangannya di perut. 


"Karena aku dulu pernah memiliki hubungan khusus dengan Jasmin,"


"Untuk apa aku harus cemburu itu masa lalu kamu bukan? Kalau kamu ingin memiliki hubungan khusus dengan orang lain sekarang, juga aku tidak akan pernah cemburu dan tidak akan mempermasalahkan nya,"


"Benarkah mommy?"


"Tapi ada satu syaratnya," ujar Berlian sambil tersenyum ke arah Varo. 


*


*


*


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2