MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 14 Kurang Beruntung


__ADS_3

"Bibi Veronica?" ucap Malik saat sudah  membuka pintu dan mendapati Veronica dan juga empat babysitter di belakang Veronica. 


"Apa kabar sayang," 


"Alhamdulillah baik bi, silahkan masuk," ujar Malik sambil mempersilahkan Veronica untuk masuk kedalam rumahnya. 


"Oh ya Malik, apa Varo dan juga Berlian berada disini? Tadi mereka bilang ingin berkunjung kerumahmu," 


"Iya bi, baby twins ada didalam," ucap Malik membuat Veronica langsung masuk kedalam diikuti empat babysitter dari belakangnya. 


"Sabila," 


"Tante Veronica, selamat datang," sapa Sabila sambil berjabat tangan diakhiri mencium pipi kiri dan kanan Veronica. 


Dan Veronica langsung mengambil alih baby boy yang sudah selesai menyusu ke dalam gendongannya dan duduk di sofa yang berada di ruang keluarga, diikuti Sabila dan Malik yang membawa nampan yang berisi air minum untuk Veronica dan untuk keempat babysitter baby twins. 


"Sayang bagaimana keadaanmu?" tanya Veronica pada Sabila sambil menggenggam tangan Sabila membuat Sabila hanya tersenyum ke arah Veronica. "Sabar sayang, pasti Allah segera memberi momongan untuk kalian, kalian juga belum lama menikah, sabar saja, bibi doakan kalian cepat diberi momongan, seperti baby twins. Yang terpenting kalian harus sering menanam. Kalian menanam berapa kali sehari? Bibi beritahu kepada kalian kalau mau menanam tuh jangan sering-sering, kalian tahu kan kalau…" 


"Bibi kami bukan anak kecil lagi," ucap Malik memotong perkataan Veronica. Dan Veronica langsung tersenyum merasa tidak enak. 


"Bibi dengar setelah kejadian seminggu lalu yang menimpa kalian, Sofyan langsung pergi mengantar Rosa pulang kerumah orang tuanya. Apa itu benar Malik?" tanya Veronica membuat Malik dan juga Sabila saling pandang mendengar pertanyaan dari Veronica. 


"Apa bi?" tanya balik keduanya terkejut mendengar pertanyaan Veronica. 

__ADS_1


"Apa kalian belum mengetahuinya?" tanya Rosa membuat keduanya langsung menggelengkan kepalanya. "Sudahlah jangan dibahas mungkin Sofyan ingin menjauhkan Rosa dari kalian," ucap Veronica sambil mengedarkan pandangannya seluruh penjuru ruangan yang berada di rumah Malik. 


"Varo dan juga Berlian ada dimana, dari tadi bibi tidak melihatnya?" tanya Veronica saat dirinya tidak melihat Varo dan juga Berlian. 


"Bibi pasti tahu sedang apa dan dimana mereka berada,"


"Astagfirullah hal azim, benar-benar ya dua makhluk itu," ujar Veronica sambil beranjak dari duduknya dan menaruh baby boy di pangkuan Sabila. Kemudian Veronica langsung pergi menuju kamar tamu yang berada di rumah Malik dan Sabila karena bukan sekali saja keduanya melakukanya. 


"Mas kenapa mas Malik…"


"Siapa suruh mereka mengganggu akhir pekan kita," ucap Malik memotong perkataan Sabila sambil mencium singkat bibir Sabila. 


"Barlian Varo keluar tidak!" ucap Veronica sambil menggedor pintu kamar dimana Varo dan juga Berlian berada. "Kalau tidak keluar mamah dobrak nih pintu, memalukan sekali. Kerumah Malik hanya ingin menumpang main pacuan kuda dasar…" 


"Bagaimana mamah tidak marah-marah, kalian selalu membuat jiwa mamah meronta-ronta, tidak dimana-mana kalian selalu bermain pacuan kuda. Kamu tahu papah sudah satu bulan di Inggris. Mamah kan jadi tidak bisa bermain pacuan kuda. Cepat kalian turun, awas saja kalau kalian tidak cepat turun," ujar Veronica yang langsung meninggalkan Varo yang masih di tempatnya yang sedang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 


"Daddy siapa?" tanya Berlian yang baru keluar dari kamar mandi. 


"Mamah," 


"Ya Allah kita sudah hampir satu jam meninggalkan baby twin di bawah," ujar Berlian yang langsung mengenakan pakaiannya kembali, membuat Varo langsung memeluk tubuh Berlian dari belakang. 


"Mommy biarkan saja, aku ingin melakukanya lagi, ah mommy apa yang kamu lakukan kenapa…"

__ADS_1


"Diam atau tidak ada jatah selama satu minggu," ucap Berlian memotong perkataan Varo sambil menyentil junior Varo yang masih berdiri tegak keluar dari jubah mandi yang Varo kenakan. 


"Baiklah mommy," ujar Varo yang langsung mengenakan pakaiannya juga. 


Malik menatap kesal Varo yang baru turun dari kamar tamu dan langsung menghampiri Varo. Berbeda dengan Berlian yang langsung menggendong baby girl yang juga sudah bangun, meskipun Berlian tidak pernah lama menggendong baby twins, saat Veronica selalu melarang Berlian, untuk menggendong baby twins takut Berlian kelelahan. 


"Kurang ajar harusnya aku tadi yang bermain, bukannya kamu, saudara tidak pengertian," ujar Malik ketika sudah menghampiri Varo. 


"Maaf anda kurang beruntung," ucap Varo yang langsung berlari meninggalkan Malik yang sedang menggelengkan kepalanya. 


Malik dan juga Sabila menatap kepergian baby twins saat Veronica menyuruh semuanya untuk pulang kerumah. 


Dan Malik langsung membopong Sabila masuk kedalam rumah. 


"Kita teruskan lagi, setelah banyak iklan yang mengganggu," 


"Mas," 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2