MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 38 Lahar


__ADS_3

"Tentu saja tidak, enak saja kalau ngomong. Hantu itu tidak ada itu hanya halusinasi saja. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu, kamu pasti akan terkejut mengetahui ini," ujar Varo yang langsung menuju sofa yang berada di ruang keluarga diikuti Malik dari belakang. 


Varo langsung mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celana dan mengotak atik sebentar kemudian memberikannya pada Malik. Malik langsung menautkan kedua alisnya tidak percaya pada apa yang dilihatnya. 


"Jadi?" 


"Iya, Hari bebas tanpa syarat setelah pengacara kita menjebloskan dia ke penjara. Setelah kamu murni bebas," terang Varo saat dirinya mengetahui kebebasan Hari dari media online yang sedang menjadi trending topik di media elektronik. "Aku harap kamu harus hati-hati dengan Hari mulai sekarang. Aku takut dia akan menghancurkan rumah tangga kamu nantinya, sabar lah aku akan ada di sampingmu dan mendukungmu," ucap Varo sambil menepuk punggung Malik yang duduk di sebelahnya. 


"Apa aku harus menetap saja di Dubai? Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sabila. 


"Itu terserah kepadamu, tapi apa Sabila mau?" 


"Entahlah aku sudah sering mengajaknya tapi jawaban dia tetap saja tidak mau," 


"Sabar mungkin belum saatnya," ucap Varo tapi tidak dihiraukan oleh Malik yang beranjak dari duduknya menuju kamar tamu. 


"Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Malik saat Varo sudah mengikuti di belakangnya. 


"Aku mengantuk ingin tidur," 


"disana masih ada kamar tamu kamu tidur disana," 


"Takut,"

__ADS_1


"Dasar kambing, tadi bilang tidak takut itu hanya halusinasi saja. Nyatanya kamu masih saja penakut. Dasar cassanova cemen," 


"Hai wedus tarik ucapanmu itu, aku sudah bertobat dan hanya satu lubang paralon yang sekarang aku masuki,"


"Bodo amat," ujar Malik yang langsung masuk kedalam kamar tamu. 


Malik menghembuskan nafasnya kasar pasalnya, Varo tertidur sambil memeluk dirinya. 


"Kambing lepaskan tidak! Kamu masih saja tidak berubah," ucap Malik tahu kebiasaan Varo sejak kecil, jika Varo tidur Varo harus memeluk teman tidurnya.


"Aku sudah mengantuk, dan aku tidak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu, biarkan aku memelukmu," 


"Itu ada guling, kamu bisa memeluk guling," 


"Aku jijay kali tidur dipeluk kambing," 


"Kita sealiran wedus, sudah diam,"


Dua jam sudah Malik berada di atas tempat tidur tapi Malik sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya dipenuhi dengan kebebasan Hari yang tentu saja menjadi bumerang bagi rumah tangganya. Pasalnya belum lama Malik menemui Hari di kantor polisi, Hari langsung mengancam dirinya. 


"Sial kenapa menjadi rumit seperti ini," ujar Malik sambil mengacak-acak rambutnya membuat Varo semakin kencang mengeratkan pelukannya sambil mengigau tidak jelas. 


"Sial, Varo!" teriak Malik untuk kesekian kali nya sambil melepas pelukannya, pasalnya sedari tadi Malik membangunkan Varo yang terus saja mengigau tapi Varo tidak juga bangun. 

__ADS_1


"Sudahlah mommy, kita teruskan saja jangan hiraukan suara tak kasat mata ini," ucap Varo yang masih terus mengigau membuat Malik langsung mengambil air minum yang berada di atas nakas yang selalu tersedia lalu menyiramnya ke muka Varo.


"Mommy apa yang kamu lakukan?" tanya Varo sambil membuka matanya. 


"Moma mommy, lihat lah juniormu, mengigau sambil memuntahkan lahar, menjijikan sekali kamu bukan anak abg lagi dasar kambing," ucap Malik yang langsung beranjak dari tempat tidurnya membuat Varo hanya nyengir kuda sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. 


"Ini sudah kedaluwarsa jadi keluar sendiri," 


"Najis," ucap singkat Malik. "Kamu tidur sendiri dasar kambing jangan ganggu aku," ujar Malik yang langsung keluar dari dalam kamar. 


*


Dua minggu kemudian. 


*


*


*


Bersambung........


Maaf UP dikit, otor lagi dalam masa masa maju salah mundur juga salah apa lagi belok kanan kiri sudah pasti salah 😊😊😊😊😊😂😂😂😂😂😂😂 Becanda otor lagi stuck ide, maafkan kalau UP suka-suka otor ya😂😂😂😂😂😂😂 mudah-mudahan kalian memahami terima kasih sebelumnya 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2