
"Kambing akhirnya kamu sekarang mempunyai julukan baru sebagai mak comblang," bisik Malik di telinga Varo saat Hijo dan juga Jasmin baru masuk ke dalam ruang perawatan Sabila membuat Varo langsung membusungkan dadanya bangga.
"Tenang saja sebentar lagi kita akan menghadiri acara pernikahan mereka," ucap Varo penuh percaya diri.
"Siapa yang akan menikah?" tanya Veronica penasaran saat mendengar percakapan antara Malik dan juga Varo.
"Itu bi," tunjuk Malik menggunakan dagunya ke arah Hijo dan juga Jasmin yang sedang memberi selamat kepada Sabila membuat Veronica langsung menghampiri keduanya sambil tersenyum senang.
"Selamat untuk kalian berdua, kapan tanggal pernikahan kalian? Jangan lupa undang bibi ya Jasmin," ucap Veronica membuat Jasmin dan juga Hijo saling pandang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Veronica. "Kalian tidak usah menutupi semuanya bibi sudah tahu kalau kalian akan segera menikah, bibi juga kaget saat Malik dan juga Varo baru mengatakannya," jelas Veronica membuat Jasmin langsung menuju sofa di mana Malik dan juga Varo sedang duduk.
"Ada apa dengan Jasmin bukannya senang malah terlihat kesal?" tanya Veronica setelah Jasmin pergi meninggalkan nya, dan Hijo langsung menggelengkan kepalanya dan langsung berpamitan kepada Sabila.
Hijo langsung menghembuskan nafasnya lega setelah keluar dari ruang perawatan Sabila karena dirinya baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Sementara itu Jasmin langsung duduk disofa diantara Malik dan juga Varo dengan muka ditekuk.
__ADS_1
"Cie cie cie, yang datang berduaan dengan sekretaris wedus, gimana hubungan kalian? Kapan kita akan mendengar kabar baik dari kalian, kamu bilang hubungan kamu dan juga Hijo mulai serius?" tanya Varo penasaran tapi tidak di hiraukan oleh Jasmin yang langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil menghembuskan nafasnya kasar membuat Malik dan juga Varo langsung saling menatap.
"Aku ditolak dia menganggapku hanya sebagai teman," terang Jasmin membuat Varo dan juga Malik langsung tertawa kencang. "Jangan menertawakan aku,"
"Makanya jadi perempuan jual mahal sedikit jangan mengungkapkan perasaan mu terlebih dahulu," ucap Malik membuat Jasmin langsung menegakkan kepalanya.
"Aku tidak tahan untuk mengungkapkan perasaanku terlebih dahulu aku baru mengenal sosok laki-laki yang penyayang seperti Hijo dan begitu perhatian kepada anaknya, aku juga ingin mendapatkan kasih sayang dan perhatian, eh dia malah menganggapku sebagai teman, ambyar sudah hatiku," jelas Jasmin sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Rejeki, maut termasuk jodoh sudah ada yang mengatur nak, kalau kamu berjodoh dengan Hijo maka Allah akan mendekatkan kalian, kalau Hijo bukan jodoh kamu Allah akan mengirim jodoh yang sudah Allah tentukan untuk kamu nak," ucap pak Sofyan yang duduk tidak jauh dari ketiganya membuat Jasmin hanya nyengir kuda ke arah pak Sofyan.
*
Dua minggu kemudian.
Sudah dua minggu Malik menjalani seorang ayah yang siaga yang begitu telaten merawat Xavier tanpa kendala karena dirinya sudah mengikuti kelas cara merawat bayi yang baru lahir. Sabila langsung tersenyum saat Malik menaruh Xavier di pangkuannya saat Malik sudah selesai memakaikan pakaian pada Xavier setelah sebelumnya Malik juga memandikan Xavier dengan telaten.
__ADS_1
"Mas,"
"Diamlah jangan bicara Vier sudah sangat lapar kamu berikan asi saja, jangan banyak bicara," ucap Malik sambil mengacak-acak rambut Sabila tahu apa yang akan Sabila katakan yang sudah pasti Sabila akan melarang Malik untuk tidak melakukan semuanya sendiri dan Sabila tidak melakukan apapun kecuali memberi asi untuk Xavier.
"Mas Malik aku ini ibunya biarkan aku yang mengurus Vier mas, aku juga ingin memandikan nya dan mengganti popok Vier mas,"
"Tidak perlu, aku bisa melakukannya, dan stop jangan bicara lagi," ujar Malik sambil mengelus elus pipi Xavier yang sedang lahap minum asi dalam dekapan Sabila dan diakhiri menciumi singkat bibir Sabila. "Aku ingin ke kantor imigrasi untuk mengurus visa kamu dan juga Vier, kebetulan akte kelahiran Vier sudah jadi, jadi sekalian. Jaga Vier kalau menangis langsung hubungi aku ok,"
"Tidak!"
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...............