
"Astagfirullah hal azim nak, apa yang kamu katakan?" ujar Rosa setelah menampar pipi Malik.
"Sudahlah, ibu jangan bersandiwara lagi aku sudah tahu pasti ini akan terjadi,"
"Nak percaya kepada ibu, dan maafkan ibu sudah menampar pipi mu," ujar Rosa sambil mengelus pipi Malik yang baru saja dirinya tampar. "Ibu tidak sejahat yang kamu kira nak, ini semua rencana Safira ibu hanya mengikutinya,"
"Kenapa ibu menuduhku seolah-olah hanya aku yang bersalah, bukannya ibu juga ikut didalamnya," bela Safira mendengar pernyataan dari Rosa.
"Kalian berdua yang salah, dan untuk ibu, biarkan aku jadi anak durhaka daripada aku harus memiliki ibu seperti ibu,"
"Mas Malik apa yang mas malik katakan? Ini tidak…"
"Diam Sabila," ujar Malik memotong perkataan Sabila yang sudah berada tepat di belakang Malik. Kemudian Malik langsung menutup pintu rumahnya dan menarik tangan Sabila untuk masuk kedalam kamarnya.
"Percuma saja aku masih berada disini, dasar nenek lampir, mau-maunya aku mengikuti rencanamu yang menjijikan seperti ini, cih," ucap Safira sambil meludah kearah Rosa dan langsung pergi meninggalkan Rosa.
"Sialan, beraninya kamu," ucap Rosa tapi tidak dihiraukan oleh Safira yang sudah pergi jauh meninggalkan Rosa.
Sementara itu Malik yang sudah masuk kedalam kamarnya langsung mengganti seprei dan juga selimut, tidak ingin ada bekas orang yang menempel di atas tempat tidurnya.
"Mas jangan berlebihan,"
"Sabila kamu diam saja dan duduk diam disini," ujar Malik sambil mendudukan Sabila di sofa yang berada di kamar tidurnya, tidak ingin Sabila ikut membantunya.
"Sudah siap," ujar Malik saat Malik sudah selesai merapikan tempat tidurnya.
"Mas…"
"Sabila jangan membicarakan apa yang tidak perlu kita bahas," ujar Malik tahu apa yang akan dikatakan oleh istrinya.
__ADS_1
"Tapi mas…"
"Sabila," ucap Malik yang langsung mengambil baju tidur untuk Sabila, kemudian memakaikannya.
"Mas aku bisa…" ucapan Sabila langsung berhenti saat Malik mel*mat bibi Sabila.
"Jangan katakan apapun lagi, ini dunia kita, hanya aku dan kamu yang perlu kamu bahas tidak ada yang lain," ucap Malik setelah melepas tautan bibirnya, dan langsung menggendong Sabila ke atas tempat tidurnya.
"Sampai kapanpun, hanya kamu yang berada di hatiku dan juga hidupku tidak ada yang lain Sabila,"
"Terima kasih mas," ucap Sabila yang langsung memeluk tubuh Malik saat keduanya sudah berada di atas tempat tidur.
*
Satu minggu kemudian.
"Ach mas Malik aku sudah tidak tahan,"
"Keluarkan saja," ucap Malik sambil menghentak-hentakan tubuh bagian bawahnya dengan cepat saat telah menyatu dengan pusat inti Sabila.
Hingga suara lenguhan panjang dari keduanya mengakhiri aktivitas pagi keduanya saat sudah mencapai puncak kenikmatan.
"Sabila,"
"Mas ini sudah yang ketiga kalinya,"
"Aku masih menginginkanya, sudah satu minggu lebih aku tidak melakukannya, boleh yah?" tanya Malik membuat Sabila langsung tersenyum dan Malik langsung menyatukan juniornya ke pusat inti Sabila untuk yang keempat kalinya.
Hanya suara kenikmatan yang terdengar di ruangan tersebut, yang keluar dari mulut kedua anak manusia yang sedang menikmati surga dunia untuk mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
"Mas Malik biar aku bantu," ucap Sabila saat keduanya sudah berada di dapur, ketika keduanya sudah selesai dengan aktivitasnya.
"Biar aku saja, pasti kamu sangat lelah, kamu tinggal duduk aku yang akan menyiapkan makanan," ujar Malik sambil mendorong tubuh Sabila untuk duduk di kursi meja makan. Tidak ingin Sabila ikut membantu Malik yang sedang memasak.
"Mas…" ucapan Sabila berhenti saat Malik mel*mat bibir Sabila. Membuat Sabila langsung mengikuti apa yang Malik perintahkan.
"Bagaimana rasanya enak bukan?" tanya Malik saat keduanya sedang menikmati makanan yang Malik masak.
"Tentu," ucap Sabila singkat sambil menerima suapan yang diberikan oleh Malik.
"Kamu harus makan yang banyak, agar kamu mempunyai energi untuk kita bisa melakukanya lagi,"
"Mas jangan bercanda,"
"Aku tidak bercanda ini akhir pekan bukan? Aku ingin akhir pekan kita. Kita lakukan hanya di dalam kamar ok,"
"Terserah mas Malik saja,"
Ting tong ting tong
"Assalamualaikum?
*
*
*
Bersambung...........
__ADS_1