
"Fillea, Hijo?" teriak Sabila sambil berlari menghampiri Hijo yang sedang mendekap Fillea di pelukannya.
"Sabila! Jangan berlari!" teriak Malik yang langsung menyusul Sabila.
"Hijo apa yang terjadi dengan Fillea? Hijo katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Sabila yang begitu panik tapi tidak dihiraukan oleh Hijo yang langsung membawa Fillea ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Malik dan juga Sabila langsung menghampiri Hijo, saat Hijo disuruh keluar dari ruang UGD saat Fillea sedang mendapat perawatan.
"Hijo apa yang terjadi?" tanya Malik membuat Hijo langsung meraup wajahnya dengan kedua tanganya sambil mengumpat tidak jelas. "Tenangkan dirimu Hijo, katakan kepada kami apa yang terjadi," ucap Malik sambil menepuk punggung Hijo.
"Ini semua gara-gara Astrid, wanita biadab yang tega menelantarkan Fillea saat aku mengijinkan dia untuk bermain dengan Lea,"
"Apa yang terjadi dengan Lea?" tanya Sabila dengan penuh kuatir.
"Lea terjatuh dari stroler saat Astrid meninggalkan Lea sendiri, dan dia malah pergi bersama laki-laki. Ini juga semua karena kebodohanku yang percaya pada Astrid," ucap Hijo sambil memukul kepalanya sendiri.
Hingga terdengar suara Pintu UGD yang dibuka membuat Hijo, Malik dan juga Sabila langsung menghampiri dokter tersebut untuk mengetahui keadaan Fillea.
__ADS_1
Sabila terus berada di samping Fillea begitupun dengan Hijo saat Fillea sudah di pindah ke ruang perawatan, ketika dokter mengatakan tidak ada yang perlu dikuatirkan hanya saja Fillea yang belum genap enam bulan harus mendapat perhatian khusus.
"Nak, kenapa Sabila begitu dekat dengan sekretaris kamu?" tanya Rosa pada Malik saat kedauanya sedang berada di luar ruang perawatan Fillea. "Tidak seharusnya Sabila dekat begitu dengan laki-laki lain selain kamu nak,"
"Tidak apa bu, tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan aku tahu Hijo dan juga Sabila istriku,"
"Kamu tahu banyak perselingkuhan itu, karena kita memberi kesempatan pada pasangan kita untuk lebih dekat dengan orang lain. Tapi tenang saja ibu yakin Sabila tidak akan melakukan itu," ucap Rosa membuat Malik langsung menatap kearah Rosa yang duduk disampingnya. "Ini sudah malam, sebaiknya kita pulang,
"Baik bu," ujar Malik yang langsung beranjak dari duduknya untuk mengajak Sabila yang masih berada di dalam ruang perawatan Fillea.
Malik menautkan kedua alisnya saat dirinya membuka pintu ruang perawatan Fillea. Dan mendapati Sabila dan juga Hijo sedang tertawa lepas saat keduanya berada di samping kanan dan kiri Fillea yang masih membuka matanya. Disaat itu juga Malik teringat lagi pesan ibunya. Membuat Malik langsung menghampiri Sabila.
*
Sabila merasa heran dengan tingkah laku Malik, ketika didalam mobil yang tidak menjawab apapun pertanyaan yang Sabila lontar kan kepadanya, begitupun ketika dirinya sudah sampai di rumahnya. Malik langsung menuju kamarnya tanpa mengajak Sabila seperti biasanya.
"Bu ada apa dengan mas Malik? Tidak seperti biasanya dia seperti itu bu?" tanya Sabila pada ibu mertuanya membuat Rosa langsung mengajak Sabila untuk menuju ruang keluarga.
__ADS_1
"Mungkin Malik cemburu nak melihat kedekatan kamu dengan Hijo saat tadi berada di rumah sakit,"
"Tapi biasanya mas Malik tidak seperti itu bu,"
"Mungkin dia sedang sensitif, kamu juga harus menjaga jarak dengan laki-laki lain Sabila, termasuk dengan Hijo, jaga perasaan Malik nak," nasihat Rosa sambil membelai wajah Sabila.
"Baik bu, kalau begitu aku masuk kedalam kamar ya bu," ujar Sabila yang langsung beranjak dari duduknya menuju ke kamar.
"Mas," ucap Sabila sambil menghampiri Malik yang sudah berada di atas tempat tidurnya.
"Jangan mengganggu aku Sabila, pergilah urus saja Lea dan juga Hijo,"
"Apa itu yang mas Malik mau?"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.........