MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 36 Cemburu


__ADS_3

"Iya mas Malik tunggu sebentar. Setengah jam lagi," 


"Sabila ini sudah malam ayolah. Ayahnya ingin menemani Fillea kita bisa berkunjung dan menemui Fillea kapanpun kamu mau," 


"Baiklah mas," ujar Sabila yang masih terus mencium seluruh wajah Fillea. 


"Hijo jaga Fillea baik-baik," 


"Baik bu, aku ayahnya. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Terima kasih kepada ibu Sabila yang sudah perhatian kepada Fillea," ucap Hijo sebelum Malik dan juga Sabila keluar dari dalam kamarnya. 


*


Malik yang sudah sampai di rumahnya setelah mengantar Fillea dan juga Hijo. Langsung menatap heran ke arah Sabila yang sekarang sudah berada diatas tempat tidur. Pasalnya Sabila begitu tidak tenang, karena bukanya memejamkan matanya Sabila malah membolak balik badannya tidak jelas. 


"Sabila kamu kenapa?" tanya Malik penasaran. 


"Aku merindukan Fillea mas," 


"Astagfirullah kamu baru saja menemuinya. Yang benar saja, jangan mengada-ada,"


"Mas aku tidak mengada-ada aku serius rasanya aku tidak dapat memejamkan mataku mas, dan selalu terbayang wajah Fillea,"

__ADS_1


"Jangan bilang kamu hanya bisa tidur disamping Fillea," 


"Ko mas Malik tahu,"


"Sudahlah aku juga bisa membuatmu tidur  tanpa adanya Fillea disampingmu," ujar Malik yang langsung mengungkung tubuh Sabila di bawahnya. 


"Mas…" ucapan Sabila terhenti saat Malik menciumnya, dan ciuman itu begitu menuntut membuat Sabila membalas ciuman Malik dan melupakan tentang Fillea. 


"Maaf anakku, papah akan mengajak mamah kamu melakukan senam malam dulu. Kamu diam-diam di dalam," ujar Malik sambil mengelus perut Sabila diakhiri mencium perut Sabila. "Baiklah aku tidak akan menunggu lebih lama lagi," ujar Malik lagi dengan menanggalkan pakaian yang Sabila gunakan dan beralih menanggalkan pakaiannya sendiri. 


"Mas pelan-pelan," ujar Sabila saat Malik menghentak-hentakan tubuhnya dengan kencang. 


*


Satu bulan kemudian. 


Malik menepuk punggung Hijo untuk menyemangati nya. Pasalnya selama sebulan setiap hari setelah Hijo pulang dari kantor pasti dirinya pulang kerumah Malik terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya. Pasalnya selama satu bulan ini Fillea selalu berada dirumah Malik bila di siang hari. Tentu saja ini semua kemauan sabila yang mengalami ngidam yang begitu aneh. Karena dirinya akan merasa tenang jika berada di samping Fillea. 


"Selamat datang papah Malik, papah Hijo,"  ucap Sabila sambil menggendong Fillea ketika akan menghampiri Malik dan juga Hijo yang sedang berdiri didepan pintu. "Salim dulu dong dengan Fillea yang cantik ini," ucap Sabila lagi sambil mengajak Hijo untuk masuk kedalam rumah tapi tidak dengan Malik. Yang membuat Malik akhir-akhir ini merasa begitu cemburu. "Oh iya papah Malik kesal, kita ajak juga papah Malik masuk ya sayang," ucap Sabila lagi sambil menarik tangan Malik.


"Oh iya bu Sabila aku ingin membawa Fillea pulang hari sudah petang. Saya takut nanti kemalaman dan Fillea menjadi cengeng," ujar Hijo yang sekarang mengambil alih Fillea. 

__ADS_1


"Kalau begitu menginap lagi saja Fillea di sini," ujar Sabila penuh harapan tapi tidak dengan Malik yang memasang muka masam pasalnya sudah dua malam dirinya tidak bisa tidur memeluk Sabila saat Fillea menginap dirumahnya.


"Hijo bagaimanapun juga kamu harus mengajak Fillea pulang ok sudah dua malam aku tidur kedinginan," bisik Malik di telinga Hijo membuat Hijo langsung tersenyum. 


"Tenang pak untuk malam ini aku akan berhasil membawa Fillea pulang dan pak Malik akan mendapatkan kehangatan kembali," 


"Bagus," ucap Malik sambil menepuk punggung Hijo. 


Setelah kepulangan Fillea yang begitu penuh drama dari rumahnya Sabila langsung memeluk tubuh Malik. 


"Aku masih merindukan Fillea dan aku ingin tidur bersama Fillea mas," 


"Jangan mengada-ada, aku juga merindukanmu, tepatnya kehangatan darimu," ujar Malik sambil mencium singkat bibir Sabila dan Malik langsung menuju pintu saat ada yang menekan bel rumahnya. 


*


*


*


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2