MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 64 Dodol


__ADS_3

Satu tahun kemudian. 


Di mana hari ini hari ulang tahun Xavier yang pertama yang akan dirayakan sebelum Malik ingin membawa  Xavier dan juga Sabila untuk ke Dubai dan menetap di sana. Acara begitu meriah karena Malik mengundang semua koleganya untuk memberi tahu siapa yang akan memegang perusahan Malik yang berada di Indonesia saat Malik menetap di Dubai. Malik langsung menepuk punggung Hijo saat Malik menyerahkan perusahan miliki nya untuk Hijo kelola saat Malik yakin dan percaya kepada Hijo yang tidak pernah mengecewakan dirinya selama Hijo bekerja dengannya. 


"Aku yakin kamu dapat dipercaya Hijo jangan pernah kecewakan aku,"


"Dan aku akan berjanji kepada pak Malik aku tidak akan pernah mengecewakan pak Malik ini janjiku kepada pak Malik," ucap Hijo membuat Malik langsung memeluk tubuh Hijo. 


"Papah tenapa peyuk peyuk maman Alik?" tanya Fillea yang tiba-tiba menghampiri keduanya, membuat Hijo langsung menggendong Fillea. 


"Apa Lea tidak ingin memeluk paman Malik?" tanya Malik membuat Fillea yang berada di gendongan Hijo langsung merentangkan tangan nya ke arah Malik dan Malik langsung menggendong Fillea. 


"Tata bibi Tabila, Viieer, maman Alik dan duga bibi Tabila mahu dindah? Apa itu benal?"


"Iya sayang tapi tenang saja, paman, bibi dan juga Vier akan sesekali mengunjungi Lea dan kami akan selalu melakukan video call kapanpun Lea inginkan ok," ucap Malik membuat Fillea langsung memeluk Malik begitu pun Malik yang langsung mengeratkan pelukannya, saat Malik dan juga Sabila sudah menganggap Fillea sebagai anak sendiri. 


"Sekarang Lea kembali ke adik Vier, dan berkumpul dengan yang lain paman masih ada urusan dengan papah Lea," ucap Malik saat Fillea melepas pelukannya membuat Fillea langsung menggelengkan kepalanya. "Kenapa? Nanti malam Lea masih bisa menginap di rumah seperti biasa. 

__ADS_1


"Dukan itu, atu dak mau talau baleng baleng tama tata adik Viieer yang towo itu tuh," ucap Fillea sambil menunjuk Valeno anak Varo dan juga Berlian yang sedang bermain main dengan yang lainya. 


"Memangnya kenapa?" tanya Malik penasaran. 


"Atu dak tuka dia edek edek atu paman," jelas Fillea sambil memonyongkan bibir nya. Membuat Malik langsung tertawa dan menggendong Fillea menuju dimana Sabila berada yang sedang mengawasi anaknya bersama dengan Berlian yang juga sedang mengawasi ketiga anaknya. 


"Leno apa yang kamu lakukan kepada Lea?" tanya Malik sambil tersenyum ketika sudah ikut bergabung sambil menggendong Fillea. 


"Aku tidak melakukan apapun paman pada dia, aneh aja rambutnya keriting, jadi jelek,"


"Tuh maman dia edek atu," sambung Fillea yang langsung turun dari gendongan Malik dan langsung memukul Valeno dengan sendok kue yang Fillea ambil dari atas meja yang terdapat kue ulang tahun Xavier, hingga pertikaian antara Valeno dan Fillea tidak bisa dihindari membuat semuanya yang berada di dekat keduanya langsung tertawa dan Hijo langsung menggendong dan menasehati Fillea begitupun dengan Varo yang langsung menjewer telinga Valeno dan menasehatinya. 


"Pak Malik jangan bercanda, dan pak Varo maafkan atas perilaku anak saya, sekali lagi saya minta maaf," ucap Hijo. 


"Dan maafkan anakku Hijo, ini semua juga karena anakku, benar apa yang Malik katakan kita…"


"Maaf pak, aku permisi dulu," ucap Hijo memotong perkataan Varo dan langsung pergi meninggalkan semuanya. 

__ADS_1


"Jangan suka menjodohkan anak-anak, biarkan mereka mencari pasanganya masing-masing," sambung Berlian. 


"Iya mommy, tadi aku hanya terpancing oleh perkataan wedus,"


"Hei kambing, suatu saat kamu akan datang padaku untuk mencarikan jodoh bagi Leno, iya tidak Leno?" tanya Malik sambil mengusap rambut Valeno. 


"Jodoh itu apa paman?" tanya Valeno polos. 


"Itu makanan yang terbuat dari gula merah, santan dan tepung beras yang dimasak," terang Varo. 


"Itu dodol kambing!" sambung Malik sambil menoyor kepala Varo. 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2