MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 08 Manusia Tidak Punya Akhlak


__ADS_3

"Berlian," ujar Sabila kemudian dirinya langsung menaruh bayi mungil tersebut ke dalam box bayi, dan Sabila langsung memeluk tubuh Barlian dengan perut yang sudah membesar, saat Berlian sudah menghampirinya. 


"Mommy, lepaskan pelukanmu, kamu akan menyakiti baby kita yang berada di dalam perut kamu mommy," ujar Varo sambil menarik tangan Berlian agar melepas pelukannya dari Sabila. 


"Dasar posesif, ini bukan kali pertama Berlian mengandung Alvaro Waradhana," ucap Sabila setelah dirinya melepas pelukannya. 


"Tetap saja, mommy dan juga baby yang berada didalam tetap saja sangat berharga untukku," ujar Varo yang langsung memeluk pinggang Berlian sambil mencium pucuk kepala Berlian. 


"Dasar mesum," ujar Sabila sambil menarik tangan Berlian. "Aku pinjam istrimu sebentar," 


"Jangan lama-lama, aku tidak bisa jauh darinya," 


"Dasar lebay," ucap Sabila yang langsung membawa Berlian ke ruang tamu yang berada di dalam panti asuhan tersebut. Menyisakan dua laki-laki yang masih mempunyai hubungan darah, yang sedang menatap istri mereka masing-masing. 


"Bagaimana perkembangan istrimu?" tanya Varo penasaran tentang kondisi Sabila,membuat Malik langsung mengangkat kedua bahunya. "Sabar, kemarin ketika aku memeriksakan kandungan Berlian, dokter Fitri berkata kalau Sabila masih bisa mendapat kesempatan untuk mengandung, mudah-mudahan istri kamu segara mengandung," 


"Terima kasih," 


"Oh iya, mamah kemarin melihat bibi Rosa bersama Safira mantan tunangan kamu, apa yang sebenarnya terjadi?" 


"Ibu ingin aku menikah dengan Safira," 


"Terima saja tawarannya, bukannya ada lagunya tuh, senangnya dalam hati bila beristri dua, begitu lagunya," ucap Varo sambil tertawa. 


"Saudara macam apa kamu? Bukannya mendukung aku dengan Sabila agar cepat diberi momongan seperti dirimu, malah menyuruh aku untuk menikah dengan Safira," ucap Malik sambil memukul bahu Varo. 

__ADS_1


"Apa bibi masih menganggap Sabila mandul?" 


"Ya," jawab mailk singkat. 


"Makannya mulai sekarang kamu buktikan kepada bibi, kalau Sabila bisa mengandung, tapi aku tidak yakin seratus persen kalau Sabila saja yang bermasalah, mungkin juga kamu yang bermasalah, aku kasih tahu rahasia agar Sabila cepat hamil," 


"Sudahlah tidak penting, pasti kamu akan berkata bermain dengan variasi jangan monoton atas bawah, masih banyak cara lain dari gaya a sampai z," ujar Malik tahu apa yang akan dikata Varo. 


"Itu tahu, apa kamu sudah mempraktekannya?" 


"Kamu tidak perlu tahu, sudah aku bilang jangan mengumbar pembicaraan ranjang di tempat umum," 


"Kita kan hanya berdua saudara," 


"Kapan kamu akan berubah?" 


"Tapi mulut kamu itu belum berubah, karena setiap yang keluar dari mulut kamu itu penuh kemesuman," ujar Malik yang langsung pergi meninggalkan varo yang sedang nyengir kuda menuju ruang tamu dimana Sabila dan Berlian berada. 


"Bagaimana kabarmu? Aku sudah lama tidak bertemu denganmu setelah aku mengandung anak kedua ini, kamu tahu Varo sangat posesif," ucap Berlian pada Sabila saat keduanya sudah berada di ruang tamu panti asuhan tempat keduanya menjadi donatur tetap di panti asuhan tersebut. 


"Alhamdulillah aku baik-baik saja, hanya saja…" 


"Jangan jadikan beban, kamu tahu Allah sudah mengatur kehidupan kita, kamu tahu kamu baru dua tahun lebih menikah, banyak diluar sana pasangan yang dikaruniai keturunan hingga usia mereka tidak muda lagi," ucap Berlian memotong perkataan Sabila, karena Berlian tahu apa yang akan dikatakan oleh Sabila." Aku yakin tidak lama lagi kamu akan segera memiliki momongan," ucap Berlian lagi sambil tersenyum ke arah Sabila. 


" Terima kasih, selain Malik kamu yang selalu membuatku bersemangat," ucap Sabila sambil memeluk tubuh Berlian. 

__ADS_1


" Kenapa baby twins tidak kamu ajak?" tanya Sabila setelah melepas pelukannya. 


" Mamah tidak mengijinkannya tau sendiri mamah lebih posesif dibanding Varo, tadi saja aku tidak boleh pergi, takut terjadi apa-apa dengan aku dan juga bayi ini," ujar Berlian sambil mengelus perutnya yang sudah membesar saat usia kandungannya sudah menginjak tujuh bulan. 


" Aku iri kepadamu, mempunyai ibu mertua yang sayang dan perhatian kepadamu," ucap Sabila sambil menghembuskan nafasnya kasar dan Berlian langsung menggenggam tangan Sabila. 


"Kamu tidak boleh berkata seperti itu, suatu saat ibu mertuamu, juga akan menyayangimu, percaya itu," ucap Berlian beralih membelai wajah Sabila. 


"Kita lanjutkan lagi perbincangan kita lain kali ya, mamah sudah menghubungiku, tadi aku bilang pada mamah pergi hanya sebentar," ucap Berlian dan dirinya langsung berpamitan kepada Sabila dan juga Malik yang kebetulan sudah berada di ruang tamu. 


"Praktek yang benar gaya a sampai z, biar tokcer," teriak Varo sebelum meninggalkan panti asuhan tersebut membuat Malik hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. 


"Mas praktek apaan?" tanya Sabila penasaran setelah kepergian Berlian dan juga Varo. 


"Biasa, apa lagi kalau bukan urusan mesum yang keluar dari manusia tidak punya akhlak seperti Varo," 


"Begitu juga dia saudaramu mas," ucap Sabila langsung tertawa. 


"Oh ya, apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku tadi?" 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2