MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 06 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


__ADS_3

Brak… 


Pak Sofyan membanting gelas yang berada di atas meja hingga pecah.


"Banting saja semua gelas dan juga piring, biar bapak puas," 


"Ibu, rubahlah sifat ibu ini, Malik dan juga Sabila belum lama menikah, banyak pasangan diluar sana baru diberi momongan ketika usia pernikahan meraka lebih jauh dibanding usia pernikahan Malik dan Sabila sekarang," 


"Biarkan saja mereka, yang terpenting tidak dengan Malik, yang akan segera menikah dengan Safira bagaimana pun caranya, agar Malik mempunyai keturunan, mengerti!" ujar Rosa yang langsung pergi meninggalkan Sofyan yang masih menggeleng-gelengkan kepalanya, karena semakin kesini istrinya semakin susah diatur. 


*


Sudah menjadi rutinitas Malik dan juga Sabila di pagi hari, di akhir pekan adalah bersama-sama membersihkan seluruh rumah, tidak terkecuali pagi ini keduanya saling bahu membahu, membersihkan seisi rumah. 


"Minumlah terlebih dahulu," ujar Malik sambil menyodorkan segelas air dingin kehadapan Sabila saat Sabila sedang beristirahat setelah selesai melakukan pekerjaannya. 


"Terima kasih mas," ujar Sabila sambil tersenyum kemudian dirinya langsung mengambil gelas yang berada ditangan Malik, dan Sabila langsung meminumnya. "Oh ya mas, aku belum membuat sarapan, aku buatkan sarapan terlebih dahulu ya?" 


"Tidak usah, aku sudah memesan makanan untuk sarapan kita hari ini, dan jangan bilang itu tidak higienis," ujar Malik tahu apa yang ingin dikatakan oleh Sabila. 

__ADS_1


"Tidak, aku tidak ingin mengatakan itu mas, tidak masalah sekali dua kali, kita memesan makanan di luar, kita juga harus membantu perekonomian para penjual bukan?" 


"Pantas saja kamu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, otak istriku satu ini memang pintar," ucap Malik sambil mencium pucuk kepala Sabila. 


"Oh ya mas, hari ini kita mengunjungi panti asuhan Kasih ya, aku sudah lama tidak kesana, bagaimana menurut mas Malik?"


"Boleh, apa sih yang tidak untuk kamu," ucap Malik, sambil mencubit hidung Sabila. "Oh ya mungkin itu pesanan makanan kita sudah datang," ucap Malik lagi dan Malik langsung menuju pintu saat ada seseorang yang menekan bel rumahnya. 


"Assalamualaikum anak ibu," ucap Rosa sambil tersenyum manis, saat Malik sudah membuka pintu.


"Waalaikumussalam bu," Malik menjawab salam dari Rosa, diakhiri menghembuskan nafasnya kasar, karena Malik tahu tujuan ibunya datang ke rumah miliknya, terlebih lagi Rosa datang bersama Safira. 


"Oh menantu ibu, pasti kalian lelah bukan setelah kalian membersihkan rumah, Safira sudah memasak untuk kalian, ayo kita makan bersama," ujar Rosa dengan ramah, karena tahu kebiasaan anak dan juga menantunya bila di akhir pekan, membuat Malik hampir tidak percaya, karena selama ini jika ibunya mengunjungi rumahnya, pasti ada saja perkataan buruk yang keluar dari mulut Rosa untuk Sabila, tapi tidak dengan hari ini. 


"Kenapa kalian diam saja ayo cepat sini kita sarapan bersama," ajak Rosa membuat Sabila langsung berjalan menuju meja makan sebelum Malik menahan tangannya sambil menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan Sabila untuk tidak ikut sarapan bersama Rosa dan juga Safira. 


"Mas kita tidak boleh egois, ayo kita ikut sarapan bersama mereka," 


"Jangan, pasti ibu mempunyai rencana lain," bisik Malik sambil terus menahan tangan Sabila. 

__ADS_1


"Mas Malik, kita tidak boleh berburuk sangka ok, siapa tahu ibu sudah berubah," ucap Sabila sambil tersenyum ke arah Malik, kemudian Sabila melepas tangannya yang masih di pegang oleh Malik, dan sekarang giliran Sabila yang memegang tangan Malik dan mengajak Malik menuju meja makan. 


"Wah sepertinya enak sekali makanan ini," ucap Sabila berbasa basi ketika sudah ikut bergabung di meja makan. 


"Ini semua Safira yang memasaknya, dia sangat hebat soal urusan masak memasak," ucap bangga Rosa membuat Safira langsung tersenyum.


"Malik aku tahu ini makanan kesukaanmu, aku belajar membuat rendang ini dari ibu, dan rasanya tidak jauh berbeda dengan buatan ibu," ujar Safira sambil menaruh makanan di piring Malik yang duduk di depan Safira. 


"Oh ya aku ingin mencobanya, karena aku belum bisa membuat rendang seenak bikinan ibu," ucap Sabila sambil mengambil makanan yang berada di hadapan Malik, dan Sabila langsung mencicipinya, membuat Safira langsung memasang muka datar karena makanan yang disiapkan untuk Malik malah dimakan oleh Sabila. 


"Betul apa yang dikata ibu mas, rendangnya enak saja sekali," ujar Sabila kemudian Sabila mengambilkan makanan baru untuk Malik, dan Malik langsung tersenyum, mendapati kelakuan istrinya. 


"Ada yang ingin ibu bicarakan kepada kalian," ujar Rosa pada Malik dan juga Sabila. 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2