
"Permisi," ucap Jasmin yang menyusul ketiganya ke rumah sakit. Membuat Sabila langsung melepas pelukan Malik, dan ketiga nya langsung menatap ke arah Jasmin. "Maaf sebelumnya pak Malik, bu Sabila dan juga pak Sofyan, karena saya telah menembak bu Rosa, karena tugas saya disini melindungi bu Sabila dan tugas saya sudah selesai disini, saya pamit undur diri. Ini kunci rumah pak Malik," ucap Jasmin sambil memberikan kunci rumah Malik kehadapan Malik.
"Terima kasih kamu sudah menjalankan tugasmu dengan baik, aku akan menghubungimu kembali jika aku memerlukan bantuanmu Jasmin," ujar Malik sambil menerima kunci dari Jasmin.
"Dengan senang hati saya akan membantu pak Malik, dan saya permisi dulu selamat siang," ujar Jasmin yang langsung meninggalkan rumah sakit dimana Rosa sedang mendapatkan perawatan. Membuat Sabila langsung menatap tajam ke arah Malik.
"Jangan menatapku begitu, kamu pasti ingin bertanya tentang tulisan yang kamu temukan di kantong celanaku yang kamu temukan tempo hari bukan?" tanya Malik membuat Sabila langsung menautkan kedua alisnya. "Aku tahu Sabila, tidak ada yang tidak aku tahu darimu, sebenarnya keduanya itu memang tulisan Jasmin yang memang sengaja ditulis untuk menjalankan misinya agar wanita yang sedang berada di dalam sana, menyangka ada orang lain yang juga sedang meneror keluarga kita, membuat dia menjadi lengah dan Jasmin dengan mudah mencari bukti, dan sekarang semua bukti sudah berada di kantor polisi," jelas Malik pada Sabila.
"Mas Malik tahu, wanita yang berada di dalam sana adalah ibu mas Malik?"
"Aku tahu dan aku malu pernah dilahirkan oleh wanita seperti dia,"
__ADS_1
"Mas Malik tidak boleh berkata seperti itu, bagaimanapun Mas Malik adalah anaknya, dan itu tidak bisa digantikan,"
"Sudahlah Sabila aku muak dengan ibu yang telah melahirkan aku, kita pulang saja dan jangan membantah!" tegas malik yang langsung membawa Sabila keluar dari rumah sakit tapi tidak dengan Sofyan yang masih berada di rumah sakit.
Sofyan menghampiri Rosa saat Rosa telah selesai melakukan operasi pengangkatan peluru dan sekarang sudah berada di ruang perawatan dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian yang berjaga di luar ruangan kamar perawatan Rosa.
"Sofyan pergilah aku tidak ingin melihat muka kamu," Ujar Rosa saat pak Sofyan berjalan menghampiri Rosa yang sedang terbaring di ranjang perawatannya. Dengan wajah Rosa yang berpaling tidak ingin menatap wajah mantan suaminya.
*
Satu minggu kemudian.
__ADS_1
Sudah satu minggu sejak kejadian dimana penyebab kematian ibu Sabila terungkap dan Rosa yang menjadi dalang utama sudah dijebloskan kedalam penjara dengan hukuman dua puluh tahun penjara.
Dan dihari ini Sabila akan menggelar acara tujuh bulanan yang sempat tertunda. Malik dan juga Sabila yang sudah siap untuk menuju panti asuhan dimana acara tujuh bulanan Sabila akan di gelar di panti asuhan yang selama ini keduanya menjadi donatur tetap langsung menggeleng gelengkan kepalanya mendapati pemandangan yang berada di depannya saat keduanya akan keluar dari pintu rumahnya.
*
*
*
bersambung.............
__ADS_1