MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 46 Spesies


__ADS_3

"Mas apa yang mas Malik lakukan? Itu namanya mubazir membuang buang minuman yang seharusnya bisa aku minum, mas Malik tidak tahu banyak diluar sana, ibu hamil yang tidak pernah minum susu hamil karena ekonomi mereka tidak mencukupi, harusnya mas Malik tidak boleh seperti itu. Kalau mas Malik tidak ingin aku minum susu buatan orang lain, harusnya mas Malik tadi minum susu yang barusan mas Malik buang," ucap Sabila membuat Malik langsung mengangkat kedua alisnya menatap Sabila. "Tidak usah menatapku begitu, mas Malik tadi pagi bilang tidak ingin terkena osteoporosis bukan?" 


"Tapi bukan susu hamil juga, yang diperuntukan hanya untuk wanita hamil," 


"Sama saja susu cap gunung kembar juga tidak diperuntukkan untuk bapak-bapak, itu diperuntukan untuk anak bayi mas," 


"Aku juga bayi Sabila," 


"Bayi apaan?" 


"Bayi tua," ucap Malik diakhiri dengan tertawa kencang. 


"Tidak lucu," ujar Sabila yang langsung pergi meninggalkan dapur menuju ruang keluarga saat Malik sedang membuatkan susu hamil untuk dirinya. 


"Cie ibu guru marah, eh iya sekarang sudah tidak jadi ibu guru lagi kan. Sekarang sudah sepenuhnya menjadi nyonya Malik Adi Barata," ledek Malik yang menghampiri Sabila dengan segelas susu di tangannya. 


"Memang dari dulu aku bukan menjadi istri mas Malik sepenuhnya?" 


"Pastinya sudah lah, tapi kalau dulu kesibukan kamu terpecah. Kalau sekarang kamu sibuk hanya untukku," 


"Mas Malik jangan mesum. Mas Malik selalu meledak Varo mesum, sendirinya juga mesum. Dasar mesum, kalian berdua itu satu spesies, makanya sesama satu spesies jangan suka meledek," 


"Jangan membahas dia. Dia itu seperti jelangkung yang tiba-tiba datang,"


"Kalau dia jelangkung mas Malik apa?" 

__ADS_1


"Ah sudah jangan dibahas lagi, minum susunya, keburu dingin nanti," ucap Malik yang langsung menyodorkan segelas susu kehadapan Sabila. "Enak juga susu hamil," ucap Malik saat Malik mencium bibir Sabila Setelah Sabila menghabiskan susunya,"


"Ih mas Malik," 


"Mau lagi?" 


"Males," ucap singkat Sabila yang langsung beranjak dari duduknya menuju ke arah kamarnya. 


Sabila yang sudah berada di dalam dekapan Malik saat keduanya memutuskan untuk tidur, tidak sedikit pun bisa memejamkan matanya dirinya masih terus saja mengingat apa yang dirinya ketahui hari ini. Dirinya pun tidak ingin memberi tahu kepada Malik. Karena Sabila tahu ada yang Malik sembunyikan darinya.


"Kenapa kamu tidak tidur?" tanya Malik membuat Sabila kaget. 


"Masa Malik belum tidur?" 


"Belum," 


"Iya, sekarang tidurlah," 


"Aku belum ingin tidur mas, mas Malik tidur duluan. Aku ingin kebawah memakan buah," 


"Biar aku saja yang mengambilkan buah untukmu," ucap Malik yang langsung beranjak dari tidurnya. "Kamu ingin makan buah apa?" tanya Malik yang sudah turun dari tempat tidurnya.


"Aku bisa mengambilnya sendiri mas, mas Malik tidurlah," ucap Sabila yang sudah terlebih dahulu keluar dari kamarnya. 


Sabila yang baru turun dari kamarnya langsung memfokuskan pada bayangan seseorang yang berada di dapur dengan pencahayaan minim saat lampu di seluruh ruangan sudah dimatikan. Kemudian Sabila langsung menghidupkan saklar lampu dan terkejut mendapati bayangan yang Sabila lihat tadi. 

__ADS_1


"Mba apa yang mba lakukan malam-malam begini di dapur? dan kenapa mba memegang susu hamil milikku?" tanya Sabila dengan menautkan kedua alisnya menatap kearah asisten rumah tangganya. 


"Oh ini bu, saya sedang membereskan dapur, karena saya besok harus izin untuk keluar karena ada kepentingan keluarga yang tidak bisa saya tinggal," 


"Kalau mba membereskan dapur kenapa lampu tidak dinyalakan?" 


"Tidak sempat bu, karena tadi saya langsung reflek membersihkan dapur yang berantakan," ujar asisten rumah tangga Sabila. "Saya permisi dulu bu, karena semua sudah selesai," ujarnya lagi dan langsung pergi meninggalkannya Sabila yang masih bertanya-tanya dalam benaknya. 


"Nak apa yang kamu lakukan?" tanya Rosa yang tiba-tiba datang dengan membawa gelas di tangannya. 


"Eh ibu, aku hanya merasa lapar dan ingin memakan buah, apa yang ibu lakukan? Kenapa ibu belum tidur?" 


"Ibu ingin mengambil air nak," ucap Rosa sambil menunjukan gelas yang berada di tangannya. "Oh ya nak lebih enak minum susu bila lapar di malam hari, itu akan mudah untuk anak kamu mendapatkan nutrisi. Apa ingin ibu buatkan?" 


"Tidak usah bu, biar nanti aku saja yang membuatnya," 


"Ya sudah selamat malam ibu masuk lagi kedalam kamar, selamat malam cucu nenek," ujar Rosa sambil mengelus perut Sabila dan langsung menuju ke arah kamarnya. 


Sabila dan rosa tidak menyadari kerana sedari tadi ada yang mengawasi keduanya. 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung....................


__ADS_2